Malam ini Zila sedang melamun di balkon kamarnya dan memikirkan semua ucapan-ucapan Bayu yang mendadak melintas di ingatannya
Prangg
Suara pecahan beling dari arah dapur membuat Zila tersentak, Zila pun berjalan masuk ke dalam lalu Zila pun keluar dari kamarnya dan berjalan kearah dapur
"Bang Andra? Nadira?" Panggil Zila saat melihat keadaan rumahnya yang sepi seperti tak berpenghuni
"Eh lo ngapain Zil?" Ujar Andra sambil menghalangi Zila menuju dapur
"Tadi itu ada suara pecahan jadi gue mau cek aja, tadi suara apa?" Tanya Zila
"Oh itu, itu tadi gelas, gue gak sengaja nyenggol"
"Oh gitu tapi ko bang Andra kaya gugup gitu sih?"
"Hah? Engga ko gue ga gugup, udah mendingan lo ke kamar lagi aja oke"
"Tapi--"
"Udah-udah sana lo ke kamar aja tidur lagi" ucap Andra sambil mendorong pelan punggung Zila
"Good night swetheart"
"Good night crocodile"
Zila pun merebahkan dirinya di atas kasur dan mencoba acuh pada sikap aneh Andra tadi, tak lama kemudian Zila pun terlelap dan tanpa dia sadari Andra masih berdiri disana, saat melihat Zila tertidur Andra pun menghela nafas lega
***
Malam ini taman belakang rumah Zila diramaikan oleh teman-teman Zila, anak-anak Xavier, teman-teman Andra, serta Rakha dan teman-teman nya tetapi hanya orangnya saja yang banyak tanpa ada suara karena mereka datang ke sana secara diam-diam dan mereka semua sedang menyiapkan pesta ulang tahun untuk Zila
"Sut sut, Bay gunting mana?" Tanya Rey dengan berbisik
"Di Gitsa" sahut Bayu ikut berbisik
"Git, gunting mana?" Ucap Rey membuat Gitsa langsung memberikan gunting yang berada di dekat nya
"Si Zila nya udah tidur apa belum bang? Kalo belum sih bahaya nanti kalo dia mau ke dapur gimana? Ketahuan dong nanti" ucap Neta
"Gue ga tahu juga sih, tadi mah terakhir gue cek dia lagi melamun di balkon"
"Melamun?"
"Iyah, gatau deh mikirin apaan, kalian tahu ga?"
"Mungkin lagi mikirin omongan Bayu tadi bang, Zila kan emang suka gitu semua omongan orang di dengerin" sahut Sena sambil mengikat balon yang dia pompa tadi
"Gimana Ziz?" Tanya Andra membuat Aziz menoleh
"Gimana apanya bang?"
"Ya udah siap belum lo mau nembak adik gue?"
"Ya insyaallah"
"Awas lo sampe gugup atau malu-maluin, gue pecat dari calon adik ipar"
"Tega sekali kau bang" celetuk Ryan
"Biarin"
Prangg
Suara pecahan gelas membuat mereka menoleh ke arah suara tersebut dan di sana mereka melihat Rey dan Neta yang sedang berdebat
"Heh ngapain sih lo pada? Jadi pecahkan tuh, kalo Zila denger gimana?" Gerutu Andra
"Si Rey udah gue bilangin yang bawa gelas gue aja tapi dia malah kekeuh pengen dia yang bawa jadinya gelasnya meleset"
"Ya udah Rey di beresin cepet" perintah Andra membuat Rey mendengus
"Zila mau ke sini" ucap Agam membuat mereka panik
KAMU SEDANG MEMBACA
AziLa (END)
Teen FictionZila Revalina Lycny Seorang gadis yang memiliki banyak rahasia,bersikap dingin dengan papah dan mamah nya tetapi jika dihadapan umum,Abang dan adik nya dia akan menjadi gadis yang ramah,murah senyum,humoris dan paling ceria Aziz Raspati Manufaz Seo...
