40. Pernikahan

74 5 0
                                        

Akhir-akhir ini Ryan dan Zila menjadi berjarak karena masalah pernikahan orang tua mereka, Ryan dan Zila belum ada yang cerita tentang masalah mereka jadi jarak diantara mereka membuat yang lain heran

"Kalian kenapa sih?" Tanya Neta membuat yang lain menoleh ke arah nya

"Siapa?" Tanya balik Bayu

"Ya Zila sama Ryan lah, kalian itu kenapa? Ko malah jadi diem-dieman gini sih, kalo ada masalah itu di selesaikan jangan malah pada diem-dieman gini" ceramah Neta yang tidak dihiraukan oleh Zila maupun Ryan dan hal itu membuat Neta geram

Plak

Plak

"Aww sakit" pekik Zila dan Ryan karena Neta memukul keras lengan mereka

"Makanya kalo gue ngomong itu di sahutin, emang nya gue tak kasat mata apa sampe dikacangin"

"Tanya aja sama Ryan" sahut Zila

"Ko gue? Lo lah yang jelasin" bantah Ryan

"Dih ya lo lah"

"Lo"

"Lo"

"Udah ih ko malah jadi berantem sih, sekarang kalian berdua gantian cerita" lerai Sena yang malah menyebabkan keheningan

"Gak ada apa-apa" ucap Ryan membuat mereka hanya mengangguk karena mungkin ini masalah pribadi jadi tidak bisa di ceritakan

"Yaudah lah kelas aja yu" ajak Cantika yang diangguki mereka, mereka pun berjalan menuju kelas mereka

"Ikut gue" ajak Ryan langsung menarik tangan Zila menuju rooftop

Zila hanya menurut saja karena dia berpikir masalah mereka harus di luruskan, sesampainya di rooftop mereka hanya terdiam selama beberapa menit

"Gue pengen bunda gue bahagia" ucap Ryan sendu, memecah keheningan

"Ya gue juga pengen lo sama bunda lo bahagia Yan, tapi masalah nya bokap gue bukan orang yang tepat untuk bunda lo" sahut Zila menatap dalam Ryan

"Bilang aja kalo lo gak mau punya bunda tiri sama saudara tiri"

"Bukan gitu Ryan gue juga rindu sosok ibu, gue pengen punya mamah lagi tapi karena sifat bokap gue, gue gak bisa Yan"

"Lo tahu rasanya dihianati? Sakit Yan, disaat mamah gue waktu itu lagi sakit bokap gue malah nikah lagi sama orang lain dan itu sebabin kondisi mamah gue menurun dan akhirnya meninggal, lo tahu rasanya? Sakit Yan, sakit banget" jelas Zila dengan air mata yang hampir tumpah "Lo tahu? Bahkan bokap gue baru 4 bulan yang lalu cerai dan sekarang mau nikah sama bunda lo, lo yakin mau ijinin bunda lo nikah sama bokap gue?"

"Gue yakin kalo bokap lo gak seperti itu, dia itu sebenernya baik cuma lo aja yang gak bisa lihat sisi baik bokap lo dan gue yakin bokap lo gak bakal sakiti gue sama bunda gue"

"Apa jaminan nya?" Tanya Zila membuat Ryan terlihat berfikir

"Kalo gue atau bunda gue di sakitin, gue sama bunda gue bakal pergi dari kehidupan keluarga lo"

Zila pun tertawa sumbang saat mendengar ucapan Ryan tadi "Lo pikir segampang itu buat keluar dari kehidupan keluarga gue? Lo tahu? Bahkan gue aja perlu bertahun-tahun untuk bisa keluar dari rumah dan kehidupan bokap gue, karena apa? Karena gak ada yang bisa pergi dari sana kecuali bokap gue udah ngusir lo dari rumah dan kehidupan dia"

"Gue tetep yakin kalo bokap lo gak seperti itu dan gue tetep setuju kalo mereka berdua menikah" kekeuh Ryan

"Terserah lo Yan, tapi inget gue sama abang dan adik gue gak tinggal di rumah itu jadi kalo kalian berdua kenapa-napa gak bakal ada yang bisa bantu"

AziLa (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang