"Zila?!"
"Aziz?! Ngapain Lo disini? Tahu gue disini dari siapa?" Tanya Zila sementara Aziz masih diam membeku
"Woi Lo kenapa sih? Ditanya kok diem aja" tegur Zila membuat Aziz kembali pada dunianya
"Lo tinggal disini Zil?"
"Iyah emang kenapa?"
"Berarti Lo Lina?" Tanya Aziz membuat Zila mengerutkan dahinya karena merasa tak asing dengan panggilan tersebut
"Ko Lo tahu panggilan gue pas kecil?"
"Karna gue Pati, Lin" lirih Aziz membuat Zila terkejut
"Pati? Raspati maksud Lo?"
"Iyah gue Pati, jerapah nya lo" ucap Aziz membuat Zila yakin bahwa laki-laki di depannya ini adalah benar-benar orang yang selama dua tahun ini dia cari
"Gue kangen sama Lo" lirih Zila dengan mata yang berkaca-kaca
"Gue juga sama" sahut Aziz lalu memeluk Zila dengan erat yang langsung dibalas oleh Zila tak kalah eratnya
Mereka saling menyalurkan rindu dan Aziz pun sesekali mengecup puncak kepala Zila, pelukan mereka berlangsung hingga beberapa menit
"Weh pain Lo berdua peluk-pelukan depan rumah, di liat tetangga nanti jadi fitnah" ucap Rakha membuat mereka berdua melepaskan pelukan mereka
"Ck rusak suasana aja Lo, bang" sungut Zila
"Iyah deh yang lagi raindu rainduan"
"Alay" komentar Aziz dan Zila saat mendengar suara Rakha yang di buat-buat
"Salah mulu gue" ucap Rakha lalu dengan seenak jidat dia masuk begitu saja ke dalam rumah Zila
"Ga ada akhlak emang" kesal Zila
"Masuk yuk" aja Zila yang diangguki oleh Aziz
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah Zila dan mereka melihat Rakha yang sudah duduk santuy di depan televisi sambil memakan kripik singkong milik Zila
"Lo udah makan belum Ziz?"
"Belum nih Zil bikinin makan yah" pinta Rakha dengan tanpa dosa
"Gue ga nanya Lo onta"
"Dasar beruang kutub"
"Ishh nyebelin"
Zila pun pergi ke dapur untuk membuat makanan untuk dirinya dan dua Kaka beradik yang sedang menonton televisi
Yah Zila memasak yang simple saja yaitu mie instan rasa soto, Zila menuangkan bumbunya kedalam mangkuk lalu menambahkan air sebagai kuahnya dan setelah mie nya matang Zila pun memindahkannya ke dalam mangkuk
Zila mengambil tiga bungkus boncabe level 30 dari rak nya lalu memasukan semuanya kedalam mangkuk miliknya dan setelah itu warna kuah milik Zila menjadi sangat merah
Zila pun mengambil nampan dan memindahkan mangkuk itu ke atas nampan lalu Zila pun berjalan ke ruang keluarga untuk menemui dua Kaka beradik itu
"Nih makan" ucap Zila lalu mengambil mangkuk miliknya dan langsung menyantapnya
"Lo yakin makan itu mie?" Tanya Rakha saat melihat betapa merahnya kuah mie milik Zila
"Iyah emang kenapa?"
"Pake nanya lagi, kuahnya segitu merah dan Lo dari tadi makan biasa-biasa aja?"
"Gak ke bakar tuh lambung?"
"Ck berisik deh, mending kalian makan aja mie kalian nanti keburu dingin ga enak" ucap Zila membuat Aziz dan Rakha menghela nafas, sifat keras kepala Zila memang tidak pernah hilang sejak kecil
Mereka pun makan dengan tenang hingga makanan mereka pun habis dan mereka meneguk es jeruk yang dibuat oleh Zila tadi hingga tandas
"Lin, pas Lo ketemu gue, Lo gak ngenalin gue gitu?" Tanya Aziz
"Ya gue kan gatau Lo udah gedenya gimana tapi pas gue ketemu sama Lo waktu itu gue cuma ngerasa kaya pernah deket sama Lo"
"Bang Rakha sekarang kuliah?"
"Iyah gue kuliah"
"Dimana?"
"Di UNPAD"
"Wihh sama dong kaya bang Andra"
"Andra?" Tanya Rakha karena merasa asing dengan nama itu
"Iyah Andra Ravalana"
"Oh si Rava"
"Ho'oh"
"Eh Iyah Ziz, btw sebelum Lo sekolah di Mahapa, Lo sekolah dimana?"
"Nusantara"
"Oh gituu"
"Oiya tentang geng Xavier itu udah berapa lama sih dibangun?"
"Udah 10 tahunan lah, dibangun sama bang Baren"
"Kalo Lo? Scorpion udah berapa tahun?" Baru saja Zila ingin menjawab tapi terhenti karena pertanyaan yang diajukan Rakha
"Scorpion? Bukannya itu gengster yang terkenal itu kan? Gila denger namanya aja gue udah ngeri, gimana pas ketemu pemimpinnya? Pingsan kali gue" ucap Rakha sambil bergidik ngeri sementara Aziz dan Zila sudah menahan tawa sejak tadi
"Kalian kenapa sih kaya lagi nahan tawa gitu" heran Rakha dengan polos membuat Aziz dan Zila menyemburkan tawa mereka sementara Rakha hanya melongo saja
"Apa sih? Apaan yang lucu?"
"Lo takut bang sama ketua Scorpion?"
"Ya iyalah, pasti nih yah ketuanya itu badannya gede tinggi terus ada kumis sama jenggot terus mukanya pasti sangat banget deh"
"Yakin kaya gitu ketua nya?"
"Yakin lah, emang nya Lo gak yakin kalo ketua Scorpion itu sesuai sama yang gue deskripsiin"
"Engga"
"Kenapa?"
"Karna leader nya itu cewe yang sekarang duduk diantara kita" ucap Aziz membuat Zila tersenyum manis ke arah Rakha sementara Rakha hanya diam dengan mata yang melotot kaget
"Se-serius? Anjimm bercanda Lo pada"
"Idih engga ada yang bercanda"
"Maap Lina sayang, gue gatau kalo leadernya itu Lo, gue ulangi deh deskripsinya" ujar Rakha
"Leader Scorpion itu cewe--" ucapan Rakha sengaja digantung olehnya
"Ko ga dilanjutin bang?"
"Susah deskripsiin Lo mah, Lo itu selalu perfect"
"Ulu ulu co cwit" ucap Zila dengan nada alay
"Lo kenapa waktu itu pergi dan baru kembali lagi sekarang?" Lirih Aziz membuat Zila menoleh ke arahnya, Zila pun menghela nafasnya dan memantapkan dirinya untuk menceritakan semuanya
"Jadi waktu itu--"
***
Hola guyss maap nih ceritanya gantung hehehe
Tenang aja lanjutan ceritanya ada di chapter selanjutnya yah guyss
Happy reading
KAMU SEDANG MEMBACA
AziLa (END)
TienerfictieZila Revalina Lycny Seorang gadis yang memiliki banyak rahasia,bersikap dingin dengan papah dan mamah nya tetapi jika dihadapan umum,Abang dan adik nya dia akan menjadi gadis yang ramah,murah senyum,humoris dan paling ceria Aziz Raspati Manufaz Seo...
