8. Problem Kelas Bahasa

91 7 0
                                        

Hari ini kelas XI Bahasa 3 sedang pelajaran seni budaya, hampir semua murid sudah ingin memejamkan mata mereka karena guru perempuan dengan wajah imut dan suara selembut sutra itu membuat mereka merasa di dongeng kan

Sama seperti murid yang lain, Zila dkk pun sudah menelungkup kan kepala mereka di lipatan tangan mereka dan memberdirikan buku didepan wajah mereka agar tidak ketahuan, walaupun guru bernama Yayah itu sudah tahu bahwa banyak murid yang tertidur saat jam pelajaran nya

"anak-anak ibu ingin menginformasikan bahwa minggu depan akan ada acara tahunan sekolah seperti biasanya dan ibu sebagai wali kelas kalian ingin, band dari kelas ini tampil untuk tahun ini" ucap Bu Yayah membuat semua murid mengangkat kepala mereka dengan mulut yang menganga

"Bu, tapi kan kita belum pernah buat band dan kita juga gak pernah tuh tampil acara tahunan atau acara yang lainnya" protes Fahmi

"Iyah Bu, biasanya juga kan anak IPA atau anak IPS, anak Bahasa mana ada ikut meriahin acara kaya gitu" ucap Zila yang diangguki teman sekelasnya, bukan rahasia umum lagi jika anak Bahasa memang tidak pernah mau ikut ambil bagian saat acara event besar seperti ini karena kata mereka 'hanya merepotkan'

"Ibu hanya ingin kalian bersatu dengan anak IPA dan IPS untuk sesekali memeriahkan acara ini" jelas Bu Yayah

"Percuma Bu, kita ikut meriahin juga, pasti yang nonton cuma sedikit rugi kitanya, udah latihan-latihan eh tahu nya malah yang hargain usaha kita cuma seperempat dari anak-anak yang sekolah disini dan banyak nya malah dari sekolah lain" ucap Upit yang dibenarkan oleh teman sekelasnya, SMA Mahapa memang seperti itu sejak dulu, banyak yang tidak datang saat acara event seperti ini dan itu lah yang membuat anak Bahasa malas ikut ambil bagian

"Jika kalian ikut pasti ramai karena banyak murid-murid yang akan kepo dengan tampilan kalian, kalian kan tidak pernah tampil otomatis banyak orang yang akan datang nantinya dan acara tahunan ini bakal sukses nantinya" bujuk Bu Yayah membuat mereka terdiam dan saling pandang

"Ibu udah bilang hal ini ke semua wali kelas Bahasa untuk beberapa anak ikut ambil bagian, kita juga sudah kocok kelas apa akan mendapat bagian apa dan kelas ini kebagian menampilkan sebuah band, jadi ibu ingin murid yang bisa bermain alat musik seperti drum, gitar, bass dan keyboard untuk ikut serta. Oiya jangan lupa yang bisa nyanyi juga ikut yah, siapa yang bisa nyanyi disini?" Jelas Bu Yayah panjang lebar

"Zilaaa" ucap semua murid membuat Zila yang namanya disebut mendelik tajam pada teman-temannya sementara itu teman-temannya dengan tampang yang gak berdosa hanya nyengir saja

"Zila, kamu bisa menyanyi?"

"Bisa sih Bu, tapi saya gak pede ah Bu nyanyi di panggung gitu"

"Loh kenapa gak pede? Anak SMA Mahapa harus pede dong"

"Ah ibu mah gak ngerti sih, saya tuh dari dulu gak pernah nyanyi di tempat umum gitu karena saya gak suka jadi perhatian Bu" jelas Zila

"Tapi tiap hari lo diperhatiin satu SMA karena lo mempesona, Zilaa" ucap Wisnu

"Ya karna itu gue gak mau bikin mereka makin meleleh karena suara emas gue, udah gue cantik ditambah suara gue bagus, beuh yang ada pada pingsan di lapangan. Nanti yang repot siapa coba?" pede Zila membuat teman-temannya mendengus malas

"Sudah-sudah kalian kenapa jadi pada ribut sih? Sudah kalau begitu Zila yang nyanyi, Aldo yang main bass, Fahmi yang main keyboard, sama Yoga yang main drum" tegas Bu Yayah

"Yang gitar siapa Bu?"

"Eh Iyah ibu lupa kan, siapa yang bisa main gitar atau yang anak akustik disini?" Tanya Bu Yayah sambil mengedarkan pandangannya diikuti oleh anak muridnya, tapi tidak ada satu pun yang mengangkat tangan

AziLa (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang