Setelah berucap dengan sinis tadi, Zila langsung berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya dan sesampainya di parkiran Zila pun langsung melajukan motornya menuju perumahan Bumi Permai Indah yaitu letak rumah nya berada
Sesampainya dirumah Zila pun langsung menghampiri papah nya yang sedang berada diruang kerjanya, tanpa mengucapkan salam Zila langsung masuk dan duduk dihadapan pria tersebut
"Ada apa?" Tanya Zila to the point
"Kau tidak ingin minum dulu?" Ucap Harry basa-basi
"Tidak perlu basa-basi, langsung ke inti nya saja" mendengar ucapan Zila membuat Harry menghela nafas
"Jadi begini nak, papah sama mamah ingin pergi ke Jepang untuk mengurus perusahaan papah yang ada disana. Jadi papah berniat untuk menitipkan kamu pada sahabat papah dan mamah waktu SMA namanya om Radeya dan Tante Ririn" jelas Harry
"Buat apa anda menitipkan saya pada mereka? Disini saya masih bisa tinggal sendiri, lagi pula ada bang Andra dan Nadira" ketus Zila
"Itu yang menjadi masalah, bang Andra ada acara study tour ke Malang dan Nadira pun ada perlombaan di Makasar selama satu minggu. Jadi dari pada kamu sendiri disini lebih baik kamu menginap dulu dirumah om Radeya, bagaimana?"
"Tidak perlu saya masih bisa sendiri"
"Tolong lah Reva jangan keras kepala, papah dan mamah menghawatirkan kamu sayang" ucap Harry dengan lembut membuat Zila berdecih
"Saya sudah besar dan saya bisa menjaga diri saya sendiri"
"Kami tetap tidak tenang jika meninggalkan kamu sendiri di rumah sebesar ini"
"Abang setuju sama papah, mending lo nginep dirumah om Radeya dari pada lo disini sendiri, gue gak bakalan tenang, kalo tahu papah sama mamah mau pergi sih gue mending gak ikut study tour" sela Andra membuat Zila kesal
"Mending Zila nginep dirumah Sena aja, dari pada dirumah teman anda" jawab Zila
"Yasudah kalau kamu ingin menginap dirumah Sena tidak apa-apa yang penting kamu tidak sendirian di rumah" jawab Harry
"Hmm" sahut Zila lalu pergi menuju kamarnya untuk mengemasi barang-barang nya
***
Pukul 8 malam Zila sudah siap untuk pergi ke rumah Sena dengan koper ditangan kirinya serta tas sekolah dibahu kanan nya, Zila pun menuruni tangga dan sesampainya di bawah, Zila dapat melihat papah, mamah, bang Andra dan Nadira yang juga sudah siap untuk pergi
"Gue ke rumah Sena dulu yah bang, lo hati-hati dijalan jangan lupa makan, kamu juga Dir" pesan Zila
"Siap kak, kalau soal makan gak perlu diingetin lagi karna dalam kamus aku, makanan itu nomer 1" ucap Nadira sambil mengangkat jari telunjuknya dengan semangat
"Lo juga hati-hati ke rumah Sena nya, jangan ngebut oke" pesan bang Andra yang diangguki oleh Zila
Tanpa menoleh pada mamah dan papah nya, Zila langsung keluar dari rumah sambil mengucapkan salam lalu dia pun menaiki mobil berwarna biru putih miliknya dan setelah semuanya tak ada yang tertinggal, Zila pun melajukan mobilnya menuju rumah Sena
Sesampainya dirumah Sena, Zila pun langsung memarkirkan mobilnya ke dalam garasi milik Sena, setelah itu dia mengeluarkan koper nya dari dalam bagasi mobilnya lalu berjalan menuju pintu utama
"ASSALAMUALAIKUM SENA, ZILA YANG CANTEK CETAR MEMBAHANA DATENG BUAT NGUNGSI NICHH" teriak Zila sambil menggedor pintu rumah Sena, padahal didekat pintu itu ada sebuah bel yang dengan sekali tekan pun akan terdengar oleh orang yang berada didalam rumah
KAMU SEDANG MEMBACA
AziLa (END)
Teen FictionZila Revalina Lycny Seorang gadis yang memiliki banyak rahasia,bersikap dingin dengan papah dan mamah nya tetapi jika dihadapan umum,Abang dan adik nya dia akan menjadi gadis yang ramah,murah senyum,humoris dan paling ceria Aziz Raspati Manufaz Seo...
