7. Pulang Bareng

103 7 0
                                        

Pagi ini Zila berangkat bersama Sena menggunakan mobil merah milik Sena, sesampainya disekolah Zila berjalan menuju kelas nya yang berada di lantai tiga dan paling pojok

"Holaa gaess, Zila yang cantik cetar membahana come back" ucap Zila saat memasuki kelas

"Salam dulu atuh neng" sahut Budi si ketua rohis

"Hehe Iyah lupa kan gue, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"

"Nah gitu kan adem neng"

"Ciaahh bisa aee lo Bud"

"Budi sepertinya jatoh cintah inich" sahut Upit si pakar gosip dengan nada lebay miliknya

"Kita tuh gak boleh pacaran dosa tahu, ada juga nikah dulu baru pacaran" terang Budi

"Asiapp pak ustadz Budi"

***

Zila dkk sedang berada dikantin sambil menikmati bakso dan es teh manis pesanan mereka berlima tadi, meja mereka diisi dengan pembicaraan dari yang penting hingga tidak penting sama sekali

Hingga suara dering ponsel milik Sena membuat kelimanya terdiam dan membiarkan Sena mengangkat telfon dan berbicara dengan orang yang menelfonnya

Drtt drtt drtt

"Halo bang, kenapa?"

"Pulang sekolah jemput gue di bandara bisa gak Sen?"

"Lo mau pulang ke Indo bang?"

"Ya iya lah kalo gue gak pulang ngapain gue minta lo jemput gue"

"Oh yaudah deh nanti gue jemput tapi jangan lama loh"

"Ya tergantung pesawatnya lah, ya kali mau gue suruh ngebut"

"Hehehe Iyah juga yah, yaudah Abang nanti pulang nya hati-hati yah"

"Iyah, yaudah Abang mau beresin barang-barang Abang dulu nih, bye"

"Bye Abang kuu"

Tut Tut Tut

Panggilan pun diputus secara sepihak oleh Sena lalu Sena menyimpan kembali ponselnya ke saku rok dan melanjutkan makannya yang tertunda

"Yang nelfon tadi bang Rendi, Sen?"

"Iyah, dia minta dijemput di bandara pas gue pulang sekolah"

"Balik ke sini dia?"

"Ho'oh, eh iya Zil nanti pulang sekolah jemput Abang gue dulu gapapa kan?" Tanya Sena membuat Zila menatapnya

"Gue langsung pulang aja deh kaya nya Sen, soalnya bang Andra sama Nadira hari ini pulang, gapapa kan gue gak temenin lo jemput abang lo di bandara?"

"Oh mereka juga pulang, yaudah gapapa tapi nanti lo pulang naik apa? Gue anter lo aja dulu yah"

"Gausah kasian nanti bang Rendi nungguin disana, gue bisa pulang naik ojol atau taksi, santai aja" jawab Zila membuat Sena menganggukan kepalanya

***

Zila sudah duduk di halte selama satu jam karena dia menunggu taksi yang lewat, dia ingin pulang naik ojol jika saja ponselnya masih menyala tapi naas ponsel miliknya mati karena kehabisan baterai

Saat sedang duduk sambil mengayunkan kakinya tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti didepannya membuat Zila mengangkat kepalanya dengan alis yang berkerut

AziLa (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang