8. Keluarga?

1.2K 96 0
                                        

Setelah wawancara selesai, Yuri atau resepsionis ruangan itu menghubungi tuan Hwang, dan jawabannya adalah mereka disuruh langsung ke kantin agensi.

Merekapun menuju kantin agensi diantar oleh resepsionis itu. Mereka memasuki lift dan sang resepsionis itu menekan angka '9'.

Ting..
Suara yang menandakan lift telah tiba di lantai yang dituju.

"Di lantai ini cuman ada caffe buat nongkrong kalau jam istirahat dan kantin buat jadwal makan siang, dari lantai ini juga jalan menuju rooftop," ucap Yuri memberi informasi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Di lantai ini cuman ada caffe buat nongkrong kalau jam istirahat dan kantin buat jadwal makan siang, dari lantai ini juga jalan menuju rooftop," ucap Yuri memberi informasi.

"Jatah makan siang?" tanya Aira seketika otak lemotnya kumat.g

"Iya, agensi memberi fasilitas makan siang gratis untuk seluruh karyawan, tak hanya itu sih agensi juga memberi jadwal sarapan untuk sift pagi dan makan malam untuk sift malam. Kalau untuk para trainee mereka juga mendapatkan jatah dari sarapan, makan siang, hingga makan malam. Dan untuk makanan diluar jadwal mereka bisa membelinya di caffe," jelas Yuri panjang lebar.

"Silahkan masuk," ucap Yuri ketika mereka tiba di depan pintu yang bertulisan 'VIP'.

"Terimakasih Yuri-sii," ucap mereka bertiga kompak.

"Tak apa, kalau begitu aku harus kembali," jawab Yuri lalu meninggalkan mereka.

Mereka pun mengetuk pintu itu dn masuk ke rungan itu ketika telah mendapatkan izin dari dalam ruangan itu.

"Annyeonghaseyo," ucap mereka bertiga kompak lalu membungkuk sopan.

Setelah menyapa mereka sadar bahwa sudah ada 3 orang wanita dan tuan Hwang juga tentunya.

"Duduk lah," perintah tuan Hwang lalu mereka duduk dengan posisi mereka bertiga berhadapan dengan 3 orang itu.

"Nee, sebentar, kita menunggu istri saya dulu," ucap tuan Hwang lalu tak lama terdengar suara pintu terbuka.

"Maaf aku terlambat," ucap orang itu yang tak lain adalah Eomma, nyonya Hwang.

"Tak apa, duduk lah," ucap tuan Hwang.

"Kita sudah berkumpul, baiklah sekarang kita makan siang dulu, setelah baru kita mengobrol," ucap tuan Hwang lalu mereka semua mengangguk.

3 menit kemudian, seorang yang terlihat seperti pelayan restaurant datang membawa beberapa mangkuk(?) yang berisi makanan.


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SEOULTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang