51. Kue

329 38 5
                                        

Typo itu manusiawi kawan.

"Aku mengajakmu berpacaran, mau?"

Blushh..

Hayoon sungguh dibuat melayang oleh pria berdarah Jepang ini. Tapi, apa-apaan dia, apakah begitu cara menembak seseorang?

"Kau mengajakku berpacaran, atau menawarkanku makanan?" tanya Hayoon.

"Jangan membuatku mengulangi perkataanku tadi, Park Hayoon," ucapnya.

"Dasar," kesal Hayoon.

"Kau mau tidak? Jika tidak aku akan pulang, aku mengantuk dan ingin tidur," ucapnya.

"Iya, aku mau," ucap Hayoon.

"Apa?" tanyanya tak percaya.

"Jangan membuatku mengulangi perkataanku tadi, Nakamoto Yuta," ucap Hayoon meniru ucapan Yuta tadi.

Mereka saling memalingkan wajah, menghindari kontak mata, sungguh mereka senang, namun mereka juga malu untuk mengungkapkannya.

"Katanya kau ingin pulang," ucap Hayoon yang dengan sedikit niat mengusir karena masih malu.

"Apa begitu cara wanita memperlakukan kekasihnya?" tanya Yuta.

"Apa begitu cara pria menembak kekasihnya?" tanya Hayoon balik.

"Apa aku harus membawa bunga dan coklat untuk melakukan itu?" tanya Yuta.

"Apa aku harus melayanimu seperti pembantu pada majikannya?" tanya Hayoon balik.

"Aish, kau ini, baiklah-baiklah, maafkan aku, aku tak tau dan tak punya caranya menjadi romantis, tapi aku punya 1001 cara untuk membuatmu tersemyun," ucap Yuta.

"Masa?" tanya Hayoon menantang.

Yuta mengangguk.

"Coba beri aku contoh," ucap Hayoon.

"Lihat rumput itu," ucap Yuta.

Hayoon menurut, dan melihat rumput yang ditunjuk Yuta.

"Iya, ada apa dengan rumputnya?" tanya Hayoon.

"Rumput itu cantik, tapi kamu lebih cantik," ucap Yuta.

"Jadi kau menyamakanku dengan rumput?" tanya Hayoon.

Salahkan Doyoung yang mengajarinnya gombalan itu.

"Ha? Ah- tidak, tapi, ya, intinya kau cantik hari ini," ucap Yuta.

"Jadi kemarin aku tidak cantik?" tanya Hayoon.

Siapapun, selamatkan Yuta dari amukan singa darat itu.

"Ah? Bukan, kau kemarin cantik, kau selalu cantik, tapi kau leb- ah, sudah lah, kau mau ice cream?" tawar Yuta.

Bohong jika Hayoon tidak baper oleh gombalan aneh itu, bagi Hayoon itu cukup membiatnya ingin tertawa bahagia. Tapi ia malu untuk mengungkapkannya jika gombalan itu mampu membuatnya tersenyum.

SEOULTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang