Typo itu manusiawi kawan.
Sudah 3 hari berita yang abu kebenarannya itu tergoreng. Nama BLACKCARD terutama Jaehwa tercoreng, namun tetap ada penggemar setia yang mau membela mereka.
Tok.. Tok.. Tok..
"Eonnie, ayo keluar, sudah 3 hari kau tidak keluar, tidak kah kau lapar?" tanya Hana dari luar sana.
Selama 3 hari BLACKCARD tidak melakykan aktivitas apa-apa selain berdiam di unit masing-masing, Hana masih setia menemani Jaehwa di unitnya. Yohan dan Younghan aman bersama Naeun di rumahnya.
Ceklek..
Pintu terbuka menampilkan sosok Jaehwa yang sangat berantakan dan pucat.
"Eonnie.." panggil Hana prihatin, Jaehwa tetap diam di ambang pintu dengan tatapan kosong.
"Ayo kita makan, aku sudah memasak bubur ayam," ucap Hana berhasil membuat Jaehwa menatapnya.
Hana menggenggam tangan Jaehwa lembut, lalu mengajaknya duduk diruang makan.
Mereka makan bersama, walau awalnya Jaehwa enggan, namun akhirnya Jaehwa menghabiskan makanannya.
"Eonnie, bisa kau ceritakan padaku, yang sebenarnya terjadi?" tanya Hana.
Jaehwa menatap Hana ragu.
"Aku mempercayaimu," ucap Hana.
Jaehwa menghela nafasnya.
"Ini terjadi saat aku berada di tahun ke dua SMP. Saat itu aku selalu menjadi peringkat pertama di sekolah, dan aku menjuari beberapa lomba. Suatu saat, ada agensi model yang mengcastingku, namun entah mengapa berita itu menyebar. Orang yang mengaku temanku di berita itu, adalah orang yang membuatku seperti itu. Dia memutar balikan fakta. Aku dihina dia, aku disakiti dia, aku dilecehkan dia, dia membayar teman pria untuk.." ucap Jaehwa sembari menangis.
Hana mendekat dan memeluk Jaehwa dari samping.
"Untuk memperkosaku," ucap Jaehwa lalu menangis deras.
"Dia.. Dia memotoku saat telanjang, dan mengirim foto itu di situs khusu murid di sekolahku," ucap Jaehwa.
"Aku malu, aku marah, aku sedih, semua campur aduk. Hingga akhirnya aku pindah ke LA dan menjadi model di sana, dengan topeng. Aku takut saat temanku itu melihatku di layar TV, media, atau majalah, nantinya akan menyebarkan fotoku saat itu. Aku takut itu terjadi.. Tapi sekarang, semua sudah tau," ucap Jaehwa.
"Aku ingin mati, aku sudah tidak ada harga dirinya, aku kotor, aku tidak ada gunanya untuk hid-"
"Stt, jangan berbicara seperti itu eonnie," ucap Hana lalu mempererat pelukannya.
"Kau berarti bagiku, jangan pernah sesekali berfikir untuk mengakhiri hidupmu," ucap Hana.
Jaehwa menangis sesenggukan di dalam pelukan Hana.
.
.
Keesokan harinya, Hana menuju kantor pusat untuk memberikan rekaman klarifikasi dari Jaehwa. Hana sempat merekam percakapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEOUL
Fiksi Penggemar"Apakah kalian berminat untuk menjadi idol di agensi saya?" [×NCT] . . . Cerita ini hanyalah FIKSI belaka!!! •Penulis amatiran •Kata tidak baku dan kata kasar bertebaran •Mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan dalam penulisan Start - 7 Januari 20...
