"Tunggu sebentar ya, saya sudah pesankan menu terbaru disini"
Aku hanya mengangguk, mungkin Taeyong sudah sering ke tempat ini.
Tak lama, makanan datang. Taeyong membantu pelayanan untuk menata piring-piring berisikan udang, soup dan lainnya di meja kami.
"Sepertinya dia orang yang baik" Batinku
"Terimakasih chef, silahkan dinikmati... Nona selamat menikmati" kata pelayan itu dan berlalu pergi.
Sebentar, Chef? apa Taeyong punya nama julukan? seperti yeri nama julukannya simsimi karena dulu jadi sales simsimi meski tanpa bayaran.
"Dimakan Reena..." Lagi-lagi aku hanya mengangguk, karena aku bingung harus merespon gimana. Aku juga cenderung menjadi pendiam jika bertemu orang baru.
"Kamu masih kuliah?" pertanyaan Taeyong memecahkan keheningan yang terjadi setelah beberapa menit saling diam.
"Baru saja lulus, sekarang kerja di tempat Papa" aku menjawab berlebih, karena mungkin itu akan menjadi pertanyaan selanjutnya.
"Gimana kerjanya? Lancar?"
"Lancar... ya begitulah"
"Kalau pernikahan kita kira-kira juga lancar gak ya?"
pertanyaan ini sontak menghentikan aktivitasku yang sedang makan, lalu meminum air untuk menetralisir makanan yang terlanjur masuk kedalam mulut dan tenggorokan.
"Saya belum menerima perjodohan ini" perkataanku disambut biasa saja oleh Taeyong, buktinya dia tetap makan tanpa merasa terganggu.
"Kenapa?" Tanyanya santai
"Saya sudah memiliki pacar, sudah jalan 2 tahun"
"Itu saja alasan kamu?" tanya Taeyong santai. aku diam, karena setelah ku pikir memang itu alasanku sejauh ini belum menerima perjodohan konyol yang dibuat Papa. "Tinggal putusin pacar kamu aja kan? Lalu menikah denganku" lanjutnya
"Apa? Putus?" aku dibuat kaget dengan perkataanya dan aku meralat kata-kataku tadi yang meujinya sebagai orang baik
"Apa kamu belum pernah mempunyai pacar? semudah itu kamu bilang putus?" tanyaku beruntun, aku tak terima, bagaimana mulutnya dengan gampang melontarkan kata 'tinggal putisan aja'.
"Apa sih yang kamu lihat dari pacarmu itu? apa dia lebih tampan dan kaya dari saya? Bahkan hotel milik saya ini sudah diakui dunia, kamu bisa memilikinya setelah menikah dengan saya" kali ini Taeyong menatapku setelah menghabiskan makananya.
"Bahkan ketampanan dan kekayaan itu tidak bisa menutupi betapa angkuhnya anda, Tuan Lee Taeyong" aku beranjak berdiri "Terimakasih atas makanannya, saya harap kita tidak akan bertemu lagi... Permisi"
- - - - - - - - - -
Taeyong POV
Reena meninggalkanku, dia pasti marah dengan perkataanku. Aku sengaja mengatakannya untuk mengetahui apakah gadis itu memandangku secara fisik dan kekayaanku seperti gadis lain, termasuk Jennie pacarku.
"Maaf Reena, aku terpaksa mengujimu dan membuatmu marah padaku. Sekarang aku tau, kamu berbeda dengan gadis lain"
Sesampainya dirumah, aku menghampiri Papa yang sedang duduk di sofa depan TV.
"Gimana perkenalan kalian? berjalan dengan baik?" tanya Papa setelah aku duduk disebelahnya.
"Tidak sebaik perkiraan Papa, tapi aku menerima perjodohan ini. Jika bisa percepat pernikahan kami" tentu Papa kaget dengan kata-kataku.
"Wow, ada apa dengan Lee Taeyong yang kemarin malam enggan untuk dijodohkan? Sekarang meminta untuk cepat-cepat menikah?"
"Entahlah, aku merasa jika Reena orang yang aku cari selama ini"
"Baiklah, kita akan melaksanakan pernikahan setelah kakakmu Do Hyun balik dari Kanada"
Taeyong POV end.
. . . . . . . . . .
Author POV
"Reena pulang..." tanpa menunggu respon keluarganya yang sedang berkumpul di dapur, Reena langsung pergi ke kamarnya di lantai 2.
Tok tok tok
"Ree, Papa masuk ya..." Papa Yunho langsung membuka pintu kamar Reena dan masuk menghampiri putrinya yang sedang berbaring dikasurnya.
"Kenapa pa?" tanya Reena setelah Papanya duduk disebelahnya
"Gimana? Taeyong baik kan? Papa yakin kamu pasti suka"
"Baik apaan? angkuh dan sombong gitu. Aku gak mau nikah sama dia Pa..." rengek Reena
"Ree... Papa kenal Taeyong dan ayahnya sejak dulu sebelum kamu lahir, mereka semua orang baik gak pernah angkuh sombong seperti yang kamu bilang"
"Dia bilang Daniel lebih tampan dan kaya darinya? dan menyuruhku putus lalu menikah dengannya. apa itu belum menjadi tolak ukur jika dia sombong dan angkuh?"
Tangisan Reena kembali pecah, setelah di taxi tadi menangis dan menahannya setelah sampai rumah untuk mengurangi kekhawatiran keluarganya.
"Bagus dong, itu tandanya Taeyong pria dewasa, dia tidak mau ada orang ketiga di hubungan kalian"
"PAPA!!" Reena mendengus kesal dan tangisannya lebih pecah.
"Kamu nurut aja apa kata Papa, dan cepat putusin Daniel jika tidak mau sesuatu terjadi padanya" setelah mengucapkan kata itu, Papa Yunho keluar dari kamar Reena.
. . . . . . . . . . .
19/02/2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan - Lee Taeyong [END]
Fanfiction[COMPLETE] [Mix Baku-non Baku] [REVISI] #4 - daniel (05/11/2021) #5 - lee taeyong #55 - taeil (05/11/2021) #73 - kun (05/11/2021) #120 - yuta (05/11/2021) #122 - johnny (05/11/2021) Menikah dengan orang yang dikenal hanya SATU bulan menjelang menik...
![Perjodohan - Lee Taeyong [END]](https://img.wattpad.com/cover/258566398-64-k817027.jpg)