⚠Semoga betah membaca, karena pasrt terpanjang sejauh ini😁⚠
TAEYONG POV
Pagi ini, aku mengantar Reena ke kantor. Setelah mengantarnya, aku akan menemani Papa di rumah sakit.
"Gak ada yang ketinggalan kan, sayang?"
Reena hanya menggeleng, aku paham dia masih enggan bicara denganku. aku sangat menyadari setiap kata-kataku juga sikapku pantas untuk menerima ini semua, tapi aku tetap akan berusaha.
Satu hal yang ku sadari saat ini, Reena harus menjadi prioritasku.
"Yauda, nanti kabarin aja ya kalau kerjaanya udah kelar?!"
Reena mengangguk, lalu turun dari mobil.
"Sayang, sebentar!!" Sebelum terlalu jauh, aku mengejar Reena.
"Ada apa?"
Aku ternsenyum, akhirnya aku bisa mendengar suaranya untuk pertama kali di hari ini.
"Ada yang ketinggalan"
Reena menautkan kedua alisnya. Second kemudian dia sibuk menggeledah tasnya. Wajahnya yang terlihat bingung sangat menggemaskan, masih cantik seperti biasanya. Lalu aku memeluknya.
"Peluknya ketinggalan" Bisikku.
Cukup lama, sampai Reena mendorongku untuk menjauh.
"Gak enak diliat orang-orang" Reena terlihat salting, pandangannya mengedar ke segala arah.
"Nih" aku menyodorkan sebuah mini blocknote beserta bolpoin pada Reena.
"Buat apa?"
Reena mengangkat kedua alis bingung dengan benda yang sudah ditangannya.
"Aku gak maksa kamu buat ngomong sama aku kayak biasanya, tapi karena di diemin itu menyakitkan. Jadi kamu tulis disitu aja apa yang mau kamu sampaikan atau apa yang kamu pengenin"
Reena mengangguk, lalu pergi meninggalkanku yang masih berdiri di parkiran depan kantornya.
TAEYONG POV End
_ _ _ _ _ _ _ _
"Halo, Bu Dirut... sibuk banget nih?"
Aku menoleh ke arah pintu setelah mendengar suara Kak Taeil.
"Hai Kak... baru balik honeymoon?"
Kak Taeil mengangguk, lalu duduk di kursi di depanku.
"Kaget Pak Yunho bisa ngerasain sakit ternyata"
Kita berdua terkekeh, memang kalau dilihat dari aura-kharisma Papa kayak kebal dari rasa sakit.
"Papa emang gitu, sekali sakit malah lama"
"Pak Yunho belum bisa keluar (rumah sakit)?"
"Belum, penyakit lamanya kambuh lagi"
"Hah?? Penyakit apa?"
Aku kembali terkekeh melihat ekspresi Kak Taeil yang terkejut, terheran-heran, plus rasa khawatir itu.
"Gangguan pencernaan, Hahaha"
Kita berdua tergelak, diatas penderitaan Papa. Lagian nih, bukan maksud menyepelekan sebuah penyakit. Tapi Gangguan penceraan untuk seorang Jung Yunho, sangat tidak cocok dengan citranya yang Tegas, Berwibawa.
"Udah deh Kak, gak kelar-kelar kalau ngomongin Papa. Jadi gimana? Udah dapet lahan?"
"Oh iya, udah kok. Nanti biar sekretaris aku yang urus. Aku kesini cuma mau ketemu kamu aja, sekalian mau tanya sesuatu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan - Lee Taeyong [END]
Fiksi Penggemar[COMPLETE] [Mix Baku-non Baku] [REVISI] #4 - daniel (05/11/2021) #5 - lee taeyong #55 - taeil (05/11/2021) #73 - kun (05/11/2021) #120 - yuta (05/11/2021) #122 - johnny (05/11/2021) Menikah dengan orang yang dikenal hanya SATU bulan menjelang menik...
![Perjodohan - Lee Taeyong [END]](https://img.wattpad.com/cover/258566398-64-k817027.jpg)