10. As You Wish

689 68 0
                                        

Hai... Ada yang masih lanjut baca gak nih? 😁
Hari ini upload double, karena lagi mood yang bagus.
Boleh juga dishare ke teman, saudara, crush, agar kehaluan ini menyebar.
Ditunggu juga komennya, kalau ada part atau kata yang sulit dipahami atau diimajinasikan... agar works ini lebih menyenangkan.
Karena, kesenangan readers... kesenangan author 🥰🥰

_ _ _ _ _ _ _ _ _

Seperti yang direncanakan oleh Papa dan Om Jaejoong, aku dan Taeyong akan menikah dalam dua minggu. Akhir-akhir ini aku merasa Papa mulai melonggarkan sedikit egonya. Seperti hari ini untuk pertama kalinya aku tidak mendampingi Papa keluar kota sekedar memantau proyek.

Hari minggu yang damai, paling tidak sampai jam 9 nanti. Sebelum Taeyong menjemputku untuk fitting gaun pernikahan, aku akan memanfaatkan 2 jam untuk tidur. Kesempatan emas begini, gak boleh disia-siakan.

Beberapa detik setelah memejamkan mata, hpku berbunyi.

Ting!!

Lee Taeyong
|Aku otw skrg ya, Ree

Jangan, aku masih ngantuk. Lagian fitting jg masih jam 10.|

|Aku udah kangen, Ree

Bodo|

|Yaudah aku otw...

Ihh aku ngantuk, jarang-jarang weekend bangun siang|

|Terus kenapa skrg masih bales chat?

Benar juga, kalau aku ngantuk kenapa terus membalas pesannya?! Ya kan, untuk mencegah Taeyong datang lebih awal. (Batin Reena)

|Kamu udah mulai suka ya? Fast respon lagi, hihihi

Terserah.|

Setelah menyimpan hp di nakas, aku mulai merebahkan tubuhku kembali. Menikmati nikmatnya Rebahan di hari Minggu yang syahduuu~~ yang merasakan work bagai kuda pasti tau.

_ _ _ _ _ _ _ _

"Kak... Kak... Bangun" terdengar suara Jeno, aku membuka mata terlihat Jeno duduk disamping kasur.

"Kenapa Jen?" tanyaku, memposisikan duduk dan mengucek mata yang terasa gatal.

"Udah jam 11 nih, Mama nyuruh gue bangunin lo"

"HAH?? KENAPA GAK BANGUNIN DARI TADI SIH" Aku langsung berlari ke kamar mandi.

Setelah ritual mandi, ganti baju, make up dikit, aku buru-buru turun ke lantai 1. Niatku akan menghubungi Taeyong ku urungkan, karena ternyata laki-laki tersebut sedang berkutat dengan Laptop dengan Jeno di sampingnya.

"Eh, udah siap Ree?" tanya Taeyong setelah sadar aku berjalan ke arahnya.

"Iya, langsung berangkat aja ya. Udah telat banget soalnya" aku sesekali melirik jam di hp, benar ini jam 11.48 "Ma.. Reena berangkat" aku sedikit berteriak, karena Mama tak terlihat disudut manapun.

"Mama udah berangkat arisan kak" informasi dari Jeno.

"oh yaudah, Kakak berangkat dulu Jen..."
Wajahku mengisyaratkan Taeyong untuk berdiri dan keluar, ngerti kan? Mata melotot, dagu menunjuk ke arah pintu.

Perjodohan - Lee Taeyong [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang