AUTHOR POV
Taeyong menyusul Reena ke kamarnya, benar saja Reena sedang tertidur karena kelelahan dan lama menunggu.
Taeyong ikut merebahkan tubuhnya menghadap pada Reena, Taeyong memandangi lamat-lamat wajah istrinya yang sangat tenang ketika tidur seperti ini.
"Makasih Ree, karena ngijinin aku untuk menikmati pemandangan ini setiap harinya"
Taeyong tersenyum dan mengelus pelan pucuk kepala Reena, namun gerakannya malah membuat Reena terbangun.
"Eh, Udah mainnya?" Reena mencoba menetralkan pikiran dan matanya yang penuh belek.
"Udah kok, kamu butuh apa atau pengen kemana?"
"Enggak, balik ke rumah yuk aku pengen lanjut istirahat"
"Yaudah istirahat disini aja sayang, ini kan juga rumah kita"
"Bener gak papa?"
Reena bukannya tidak salting dipanggil 'sayang', Reena memilih untuk menyembunyikan perasaan senangnya yang datang tanpa permisi itu.
"Iya gak papa, Sayang... Nanti aku bangunin deh, kamu lanjut tidur aja"
"Tapi aku malu sama om jae dan kak dohyun kalau tidur aja dikamar"
"Hahaha, apa perlu aku temenin?" Taeyong memandang genit Reena, menaik-turunkan kedua alisnya.
"JANGAN!! Nanti mereka mikir yang macem-macem, gimana?"
Reena merajuk, bagaimana jika mertua dan kakak iparnya itu berfikiran yang iya-iya tentang dia dan Taeyong?
"Mereka pasti pahamlah, pengantin baru butuh banyak waktu berdua dikamar" Jawab Taeyong tenang.
"Taeyooong" Reena mendengus kesal, namun Taeyong masih saja menggodanya.
"Yaudah pintunya aku kunci dulu, biar gak ada yang masuk"
Taeyong bergegas mengunci pintu kamarnya.
"Bukan gitu, maksud ak--"
"Udah, diem... gini aja. kali ini aku egois gak mau ijin-ijin buat skinship sama kamu"
Taeyong memotong kata-kata Reena, bersamaan dengan menarik Reena ke dekapannya. Dielus rambut panjang Reena, sesekali mengecup kepalanya. Hal itu membuat Reena tak bisa berkata-kata lagi.
Reena bisa merasakan detak jantung Taeyong yang berdegub kencang, seirama dengan jantungnya. Wangi parfum Tom Ford varian Tobacco Vanille menambah kesan nyaman diposisi ini. Seakan, enggan lepas.
Reena bukan tidak menyadari statusnya, hanya saja Reena memang susah untuk skinship dengan orang lain selain keluarga dan sahabatnya.
"Kamu mau anak berapa, Ree?"
"Hah?" Reena langsung mendongakkan kepalanya menghadap Taeyong.
"Kenapa? kita belum bahas ini di pra-nikah kemarin"
"Random banget sih, Kita... bahas lain kali... aja ya"
"Kamu malu? Hahaha, masak sama suami sendiri masih aja malu"
Taeyong tergelak mendapati wajah Reena yang sudah memerah dan terlihat sangat polos seperti bayi.
Reena hanya mengangguk.
"Baiklah kita bahas lain kali, tapi jangan lama-lama. Banyak hal yang harus kita obrolin dan lakuin segera"
Lagi, Reena mengangguk.
"Yaudah kamu tidur lagi deh, nanti aku bangunin"
"Lengan kamu lepas dulu"
"Gak mau, kita tidur kayak gini aja. Lagian udah aku kunci, gak bakal ada yang ganggu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan - Lee Taeyong [END]
Fanfiction[COMPLETE] [Mix Baku-non Baku] [REVISI] #4 - daniel (05/11/2021) #5 - lee taeyong #55 - taeil (05/11/2021) #73 - kun (05/11/2021) #120 - yuta (05/11/2021) #122 - johnny (05/11/2021) Menikah dengan orang yang dikenal hanya SATU bulan menjelang menik...
![Perjodohan - Lee Taeyong [END]](https://img.wattpad.com/cover/258566398-64-k817027.jpg)