45. Behind the Truth

870 45 0
                                        

5 tahun lalu...

🔞 18+ , yang belum 18 tahun skip aja ya bestieee 😊🙏🏻🔞

Doyoung pergi ke sebuah club, sengaja dia pergi sendiri tanpa kedua sahabatnya Jaehyun dan Yuta. Karena, pikirannya hari ini tengah suntuk.

Menghiraukan keramaian dan kebisingan disekelilingnya, dia duduk termenung dengan segelas minuman yang terus dipegangnya. Tiba-tiba seorang wanita datang merebut gelas tersebut.

"Bagi ya, gue butuh banyak minum malam ini" ujar si wanita.

Doyoung memaklumi, sudah biasa jika disebuah club banyak orang yang tiba-tiba sok akrab begini.

"Habisin aja, itu botol juga belum gue minum. Gue pergi dulu" Doyoung yang akan beranjak namun tertahan oleh tangan si wanita.

"Dari tadi gue perhatiin lo sendirian aja kan? Sama gue juga sendiri, bisa temenin gue?" Si wanita tersebut memasang wajah memelas dengan mata berkaca-kaca.

"Oke gue temenin"

"Gue Jennie, Kim Jennie" si wanita itu mengulurkan tangan.

"Kim Doyoung"

Awal perkenalan mereka habiskan dengan Doyoung yang setia menemani Jennie menghabiskan minumannya.

"Rumah lo dimana?" Doyoung membawa Jennie yang telah mabuk untuk keluar dari club.

"Gue gak punya rumah hehe"

"Gue se..rius... lo mau... jadi rumah... gue gak?"

Doyoung berusaha mati-matian untuk mengontrol emosinya, selain berat Jennie tak memberikan alamat rumahnya yang membuat dia berpikir keras kemana membawanya. Tak mungkin ditinggal ditempat seperti ini, itu akan menjadi sasaran laki-laki mesum.

Tanpa pertanyaan lagi, Doyoung membawa Jennie ke sebuah Hotel tak jauh dari club.

Setelah memesan kamar dan membawa Jennie hingga kasur, Doyoung bermaksud untuk pergi namun sebelum membuka pintu dia mendengar suara tangis. Jennie menangis, dengan begitu niatnya untuk pergi dia urungkan.

"Lo kenapa? Butuh apa?" Doyoung duduk disamping kasur memandang Jennie yang menutup penuh kepalanya dengan selimut.

"Gue butuh lo, kenapa lo tinggalin gue? Gue udah usaha godain lo, kenapa lo gak nganggep kehadiran gue?"

Doyoung tersentak dengan kata-kata Jennie, untuk sebuah awal pertemuan ini terlalu jauh. Doyoung kembali akan beranjak, namun tiba-tiba Jennie menangkup wajahnya dan mencium bibirnya.

Ciuman yang semakin lama semakin intens, begitu juga Doyoung menyeimbangi ciuman tersebut. Tanpa pikir panjang, Doyoung merasa juga butuh hal ini untuk mengurangi beban pikirannya, mereka lantas jauh melakukan hal lebih dari sekedar ciuman.

Paginya, Doyoung terbangun dengan tubuh ditutupi selimut. Jennie yang terakhir kali dia lihat tidut disampingnya, tak lagi disana. Lalu Doyoung mengambil sebuah kertas di nakas sampingnya.

"Gue gak tau apa yang gue omongin semalem. Tapi, kita lupakan aja kejadian ini"

Doyoung meremat kertas tersebut lalu membuangnya.

Sejak saat itu, Doyoung mencari Jennie untuk sekedar mengetahui kabarnya. Selama menghabiskan malam bersama, Jennie banyak sekali berbicara tentang seseorang bernama Taeyong. Seseorang yang masih dia cintai, namun pergi menghindarinya setelah Jennie menyatakan cintanya lagi.

Yang Doyoung ingat, Jennie selingkuh dari Taeyong. Sebab itu Taeyong pergi dan tak ingin berhubungan dengan Jennie lagi. Doyoung juga menganggap kejadian malam itu adalah sebuah kekhilafan, dimana Jennie menganggap dirinya sebagai Taeyong, sebab itu juga Jennie melakukan hal lebih dari sekedar orang baru kenal.

Setelah bertahun-tahun, akhirnya Doyoung bertemu dengan Jennie. Bagaimana bisa takdir mempertemukan mereka di Bandara, setelah Doyoung mengantar Mamanya. Semula pandangan Doyoung hanya fokus pada Wanita yang selama ini dia cari, namun dua orang disebelahnya membuat berfikir keras.

"Aku kangen Papa, kata Mama cuma sebentar..." rengek anak kecil yang saat ini digandeng oleh Jennie dan laki-laki disampingnya.

"Iya maaf ya, Papa banyak kerjaan"

Setidaknya itu yang di dengar oleh Doyoung saat berusaha mengikuti mereka bertiga.

"Bukannya itu suami Reena?" Batin Doyoung.

Pertemuan mereka pun kembali terjadi sehari setelah di Bandara. Jennie akan memasuki sebuah Hotel seorang diri.

"Je-jennie?" Panggil Doyoung ragu, karena bisa saja itu bukan wanita yang dia maksud.

Benar, tatapan Jennie dan Doyoung bertemu. Dengan sigap Doyoung menghampiri Jennie sebelum wanita tersebut kabur.

"Kamu kemana aja?"

"Maaf, anda siapa?"

"Kamu lupa? Atau sengaja ngehindar?" Doyoung berusaha mencegat dengan menahan tangan Jennie.

"Maaf, tolong lepas tangan saya"

"Aku bakal lepas setelah kita ngobrol, please!"

Karena beberapa orang yang melintas menaruh atensi pada mereka berdua, Jennie pun mengiyakan permintaan Doyoung.

"Gimana kabar kamu?" Doyoung mengawali pertanyaan setelah mereka menemukan kafe diluar hotel tadi.

"Baik, seperti yang kamu lihat" Jennie memandang keluar jendela.

"Aku lihat kamu kemarin di bandara, itu suami dan anak kamu?" Doyoung tak kuasa untuk menanyakan semua apa yang mengganjal dipikirannya.

"Iya itu suami dan anak aku, udah ya aku balik dulu"

Belum beranjak Doyoung kembali menahan lengan Jennie.

"Sebentar, ada pertanyaan inti yang ingin ku tanyakan. Anak itu, apakah... anak... ku?"

Jennie membalikkan badannya menghadap Doyoung. "Tenang aja, laki-laki yang kamu temui dia Papanya. Jadi, jangan pernah hadir di hidup aku lagi. Permisi"

Lagi, Doyoung mencegah Jennie untuk pergi.

"Tapi, laki-laki itu suami orang yang aku kenal. Baru dua hari lalu mereka menikah"

Jennie memejamkan mata, seolah semua telah tergaris rapih oleh takdir.

"Reena? Kamu kenal Jung Reena?"

Doyoung mengangguk pasti.

"Sejauh apa kamu kenal Reena?" Jennie menatap intens Doyoung.

"Kita udah tetanggaan sejak dulu, dan dia udah aku anggap sebagai adikku"

Bibir Jennie terangkat, memperlihatkan smirk khasnya.

"Besok temui aku, disini! Ada yang harus kita rencanakan" Doyoung terlihat senang, sebelum akhirnya kata-kata Jennie menjawab kegelisahannya.

"Anak perempuan yang kamu temui kemarin, dia Vivian. Anak kamu. Jadi mulai sekarang, kamu harus bertanggung jawab atas apa yanh kamu perbuat dengan menuruti semua kata-kataku"

Sejak saat itu, Jennie dan Doyoung sering bertemu. Sekedar membahas rencana apa yang akan mereka lakukan untuk memisahkan Taeyong dan Reena.

Tentu pada awalnya Doyoung keberatan, namun setelah diberi akses untuk menemui anaknya. Doyoung harus terpaksa melakukan apapun untuk bisa bertemu dengan darah dagingnya.

Termasuk merencanakan pertemuan berujung Reena tau jika suaminya sedang bermesraan dengan Jennie. Hingga, nasi padang beracun dan udang asam manis dengan Nanas.

_ _ _ _ _
20-31/07/2021

Note: Semoga masih ada yang nunggu bonus chapternya ya hihihi. Harusnya sih ini di publish sebelum ending, tapi author lagi ada kerjaan lain yang mengharuskan menelaah ulang chapter ini. Semoga masih nyambung ya 😆🙏😊

.
.
Terimakasih atas supportnya, Vote dan Komennya. Maybe juga ada yang ngshare, jadi works ini masih ada yang mau baca hehe. 🥲🥰🙏

Perjodohan - Lee Taeyong [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang