[COMPLETE]
[Mix Baku-non Baku] [REVISI]
#4 - daniel (05/11/2021)
#5 - lee taeyong
#55 - taeil (05/11/2021)
#73 - kun (05/11/2021)
#120 - yuta (05/11/2021)
#122 - johnny (05/11/2021)
Menikah dengan orang yang dikenal hanya SATU bulan menjelang menik...
Aku menyiapkan makan malam untukku dan Taeyong meskipun dia tak kunjung pulang. Paling tidak tugasku sebagai istri sudah ku laksanakan.
Aku menghela nafas dengan kasar, otakku mulai berfikir banyak hal. Tentang pekerjaan, tentang kehidupan rumah tanggaku, juga tentang kesehatan Papa yang semoga segera pulih untuk meringankan pekerjaanku.
Beberapa menit lalu, Mama memberitahuku jika secara mendadak Papa terkena gangguan pencernaan efek dari obat juga pola makan dan tidur.
1 jam berlalu...
Jarum jam hampir menyentuh angka 9, Taeyong masih tak terlihat kedatangannya. Aku memutuskan untuk kembali ke kamar, tak menyentuh makanan yang telah dingin. Nafsu makanku juga hilang, mungkin efek terlalu banyak hal yang dipikirkan membuatku merasa kenyang.
Demi mengurangi rasa bosan, aku mengambil HP yang sejak tadi masih tersimpan diatas nakas.
2 Pesan Diterima Kak Doyoung
Aku malas membuka pesannya, dari sore tadi selain notif email kenapa notif Kak Doyoung yang muncul? Untuk saat ini tak ada rasa untuk menjalin komunikasi lebih intens dengan Kak Doyoung. Namun, Dari notif layar bagian atas terlihat Kak Doyoung mengirimiku foto, dengan niat mengurangi rasa penasaran langsung ku buka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Oke Lee Taeyong, ini untuk kedua kalinya"
Aku tak berniat untuk memergoki mereka, aku cukup sadar bagaimana pernikahanku terjadi hanya karena Perjodohan. Bisa jadi sampai saat ini memang perasaan Taeyong hanya untuk Jennie dan anaknya.
Hanya saja, jika terus begini aku akan tersiksa dengan rumah tangga yang penuh kebohongan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kak Jaehyun menjemputku, untung saja Taeyong masih belum balik. Jadi rencanaku untuk kabur (sementara) dari rumah ini berjalan lancar. Aku tak peduli apa yang akan terjadi setelah ini, yang ku butuhkan saat ini keluar rumah, menghirup udara, menikmati suasana langit malam, dan lampu-lampu kota.
"Gue tebak atau lo dengan suka rela cerita?"
Aku tak menanggapi pertanyaan Kak Jaehyun, aku masih sibuk menghirup udara jalan yang penuh polusi ini dari jendela tang terbuka.