Aku terbangun setelah merasakan ada sebuah tangan melingkar dibagian perutku.
"Taeyong?"
Aku melihat Taeyong yang juga tengah merebahkan tubuhnya disampingku.
"Morning, sayang..."
Taeyong mengecup singkat pucuk rambutku.
Wait !! Bukannya aku pulang ke rumah orang tuaku, dan aku tidur dikamarku. Kenapa Taeyong disini? Dan darimana Taeyong tau? Padahal ku bilang akan lembur.
"Kaget ya? Sama aku juga... semalam tiba-tiba kamu gak ada di kantor malah dirumah Mama"
Taeyong mengeratkan pelukannya, sejauh ini dia masih tenang.
"Kamu ke kantor?" Tanyaku lirih.
"Iya, aku bermaksud buat nemenin kamu lembur. Tapi ruangan kamu kosong, kantor kamu juga cuma ada satpam.
Aku tanya Yeri, katanya kamu dirumah sakit tapi di rumah sakit aku ketemunya Papa sama laki-laki itu lagi, dan dia bilang kamu disini"
Aku tersentak mendengar cerita tersebut, mungkin setelah ini Taeyong akan mulai memarahiku lagi. Tanganku gemetar, mendadak tubuhku panas dingin lagi setelah semalam mendingan berkat byebye fiver pemberian Kak Doyoung.
"Maaf" aku menunduk lesu, pasrah aja kalau sampai Taeyong akan marah.
"Apa karena perjodohan, kamu mau seenaknya sama pernikahan kita, Ree?"
Taeyong kembali mengeratkan pelukannya lagi, sampai aku susah untuk bernafas.
"Taehh..." Aku mendorong Taeyong hingga dia melepaskan pelukannya.
Wajah Taeyong kini berada kurang dari satu meter dari wajahku. Wajahnya memerah, rahangnya seperti mengeras terlebih pandangannya seakan menusuk.
"Ayo pulang, beresin barang-barang kamu. Kalau lama-lama disini, orang tua kamu akan mikir aku gak becus ngurus kamu"
Aku tak berani menatapnya lagi. Aku hanya diam, aku juga bingung harus menjawab apa.
"Ingat ya, sejauh apapun kamu ngehindar dan bersama laki-laki lain. Aku tetap akan membawa kamu kesisiku"
Taeyong langsung beranjak menuju pintu, namun sebelum keluar dia berkata "Satu lagi, jangan bikin citra aku buruk di depan keluarga kamu dengan menutupi kabar kalau Papa Yunho sakit.
Kamu mau aku terlihat tidak peduli dengan keluargamu lalu itu akan menjadikan alasanmu untuk cerai sama aku? Gak akan semudah itu Reena, untuk pergi dari aku"
Aku terkejut saat Taeyong membanting pintu kamar dengan kasar. Rasanya aku tak sanggup bangun dari kasur ini, aku tak sanggup jika harus keluar kamar lalu akan mendapati Taeyong yang akan bersikap jahat padaku.
_ _ _ _ _ _ _ _
Aku dan Taeyong dalam perjalanan pulang kerumah. Semenjak meninggalkan rumah kedua orang tua ku, suasana mobil ini hening kecuali suara mesin juga klakson dari kendaraan lain.
Cukup lama, yang ku ketahui semenjak kenal dengannya. Taeyong akan menjadi sangat pendiam fokus menyetir dalam keadaan marah.
Hingga sampai di garasi rumah, untuk beberapa menit kita berdua tidak ada yang mendahului untuk keluar dari mobil.
"Kamu masuk duluan aja, aku harus ke suatu tempat" pintanya, masih dengan nada yang dingin, jangan lupakan tatapannya yang tajam.
"Kamu mau kemana?"
Pasalnya, sekarang harusnya kita berdua saling mengobrol setelah beberapa hari tak bertemu juga harus meluruskan kesalahpahaman.
"Aku harus menemui orang"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan - Lee Taeyong [END]
Fanfiction[COMPLETE] [Mix Baku-non Baku] [REVISI] #4 - daniel (05/11/2021) #5 - lee taeyong #55 - taeil (05/11/2021) #73 - kun (05/11/2021) #120 - yuta (05/11/2021) #122 - johnny (05/11/2021) Menikah dengan orang yang dikenal hanya SATU bulan menjelang menik...
![Perjodohan - Lee Taeyong [END]](https://img.wattpad.com/cover/258566398-64-k817027.jpg)