[COMPLETE]
[Mix Baku-non Baku] [REVISI]
#4 - daniel (05/11/2021)
#5 - lee taeyong
#55 - taeil (05/11/2021)
#73 - kun (05/11/2021)
#120 - yuta (05/11/2021)
#122 - johnny (05/11/2021)
Menikah dengan orang yang dikenal hanya SATU bulan menjelang menik...
"Pa... Om Jaejoong... Reena mau ngomong" Ucapku disela obrolan yahuuuud mereka.
"Kenapa nak?" Tanya Papa, yang lain pun mulai menaruh atensinya ke arahku, kecuali taeyong.
"Emmh, soal pernikahan... aku rasa..."
"Reena rasa persiapan pernikahannya sudah matang, tinggal nunggu hari H aja Om" Taeyong memotong kata-kataku, padahal bukan itu yang akan aku katakan.
"Syukurlah kalau begitu, memang Hyorin sangat bisa diandalkan meskipun waktunya sangat singkat" Papa tersenyum bangga sekligus lega, begitupun semua orang dimeja makan panjang ini.
_ _ _ _ _ _ _
Setelah makan, Papa mengajak Taeyong untuk ngobrol berdua, katanya akan memberikan beberapa tips menghadapiku pasca menikah. Awas aja aib-aib ku terbongkar :S
Aku duduk di taman sendiri, Mama, Jeno, Om Jaejoong dan Kak Dohyun masih diruangan tadi setelah Papa mengajak Taeyong entah kemana.
Hotel keluarga Taeyong ini benar-benar besar, tentu untuk ukuran hotel bintang lima semua fasilitas tidak diragukan lagi. Contohnya taman ini, begitu luas dan sangat indah disaat malam hari.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ternyata disini"
Aku menoleh ke sumber suara itu, Taeyong sedang berjalan ke arahku lalu duduk di kursi samping.
"Kenapa disini, Ree? ngga dingin?" Tanya Taeyong dengan nada khawatir, seraya membuka jas yang dia kenakan dan memberikannya padaku "Nih, pake"
"Gak usah, ngga dingin juga kok" aku menepis tangannya, namun dengan sigap Taeyong memasangkan dengan menggantungkan ke kedua pundakku.
"Aku agak maksa kalau soal kesehatan, apalagi tinggal hitungan jam kita nikah"
Mendengar itu, aku reflek menatap Taeyong yang saat ini fokus dengan pemandangan di depannya.
"Kamu serius mau nikah sama aku?" Entah kenapa aku kepikiran tentang sifat Taeyong yang dingin tadi.
"Aku serius sejak awal, kalau gak serius aku gak mungkin minta dipercepat. Beda sama kamu yang mau pernikahan ini gak lanjut" Jawaban Taeyong terdengar sangat tenang tapi menusuk, aku tau karena ucapanku tadi dia berfikir aku akan membatalkan pernikahan itu.
"Kata siapa?"
"Tadi omongan kamu? untung aja aku potong" Taeyong terlihat manyun, kenapa jadi gemes sih.
"Engga, aku cuma mau ngomong kalau berniat mengundang beberapa klien Papa. Karena beberapa waktu terakhir banyak yang belum sempat ketemu Papa dikantor maupun diluar kantor" Jelasku, memang aku beberapa kali mendapatkan laporan dari Yeri terkait komplain dari beberapa klien VIP yang susah menghubungi dan menemui Papa. Dan lagi, pernikahan ini memang tidak mengundang banyak orang, hanya keluarga besar dan kerabat dekat agar lebih sakral.