"Kayak kamu sama Jennie?"
Taeyong terkejut, dia langsung memposisikan duduk menghadapku.
"Dari mana kamu tau soal Jennie?"
Netra kita bertemu, rahangnnya semakin terlihat tegas bersamaan dengan mengepal tangannya kuat.
"Jadi bener? Jennie itu temen sekaligus mantan kamu?"
"AKU TANYA, DARI MANA KAMU TAU?"
Detik itu juga aku tercekat mendengar bentakan Taeyong, emang aku salah menanyakan perihal Jennie? Bukankah memang hakku tau tentang orang-orang yang pernah ada di hidupnya?
"Bisa Gak Usah Bentak?" Emosiku tersulut.
"Kamu ditanya, malah balik nanyak!"
Tuhan, kenapa drastis banget si Taeyong berubahnya? Beberapa detik yang lalu masih manja dan gemesin. Sekarang? Nyeremin anjir.
"Aku tau dari temen-temen SMA kamu pas pernikahan Kak Taeil, dan foto di kamar kamu"
"Kamu lancang banget liat foto-fotoku, itu privasiku" Taeyong masih dengan nada marahnya, aku tak habis thinking.
"Bagaimana foto-foto yang kamu ambil dari albumku? Lalu bagaimana tentang kamu ikut campur dalam hubunganku dengan Daniel? Bukankah kamu yang jauuuh lebih lancang masuk ke ranah privasiku?"
Tanpa sadar air mataku mulai jatuh, sesak rasanya karena masalah kecil Taeyong harus membentakku.
"Itu hak aku sebagai suami kamu, ingat itu Jung Reena"
"Hahaha, kamu lucu banget. Mengaku sebagai suamiku, tapi tidak mengakui aku sebagai istrimu, Lee Taeyong"
Taeyong terdiam sejenak, sebelum dia mulai beranjak dari kasur.
"Terserah"
Setelah mengatakan kata itu, Taeyong keluar dari kamar. Pada saat itu juga tangisku semakin pecah. Paling tidak, ini akan mengurangi rasa sakit di dadaku.
_ _ _ _ _ _ _
TAEYONG POV
"AAARRRGGHHHHH !!!"
Aku mengacak rambutku sendiri, tubuhku panas meskipun dipinggir pantai ini masih terasa sejuk. Aku menyesali kata-kataku pada Reena, Aku terlalu takut untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, sampai aku harus melakukan tindakan bodoh yang membuat Reena menangis.
Pasti itu sakit bagi dia.
"Maafin aku Ree, aku gak maksud nyakitin kamu"
Aku menunduk, diam sejenak membiarkan suara deburan ombak mengambil alih kebisingan ditelingaku.
"Lee Taeyong?"
Aku reflek mencari sumber suara itu, ternyata...
"Taeil?"
"Ngapain lo disini sendiri? Bukannya sama Reena?" Tanya Taeil menghampiriku yang masih duduk bertumpu sendal dipinggir pantai.
Taeil tidak sendiri, ada istrinya yang ikut menghampiriku dengan menggandeng tangan Taeil mesra. Harusnya itu juga yang aku dan Reena lakukan saat ini.
"Reena lagi sakit bro, jadi diresort aja" jelasku setelah Taeil duduk disebelahku.
"Sakit apa? kenapa gak dibawa ke rumah sakit?"
"Biasa, sakit karena datang bulan. udah gue tawarin tapi anaknya gak mau"
"Hahaha nasib lo gini amat, udah jauh-jauh bulan madu malah Reena lagi dapet. Ketahuan banget komunikasi kalian dari pranikah belum selesai"
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan - Lee Taeyong [END]
Fanfiction[COMPLETE] [Mix Baku-non Baku] [REVISI] #4 - daniel (05/11/2021) #5 - lee taeyong #55 - taeil (05/11/2021) #73 - kun (05/11/2021) #120 - yuta (05/11/2021) #122 - johnny (05/11/2021) Menikah dengan orang yang dikenal hanya SATU bulan menjelang menik...
![Perjodohan - Lee Taeyong [END]](https://img.wattpad.com/cover/258566398-64-k817027.jpg)