Taeyong membawaku ke sebuah restoran, sepanjang perjalanan tidak ada yang memulai percakapan hingga sampai di tempat ini. Setelah mendapatkan tempat duduk dan memesan makanan-minuman, barulah Taeyong mengawali pembicaraan.
"Aku pengen kamu jelasin sesuatu ke aku, Ree" Kata Taeyong masih dengan sorot matanya yang tajam ke arah ku.
"Jelasin tentang apa?" Aku bingung, hal apa yang harus aku jelasin pada Taeyong?! Karena soal persiapan perniakahan dia juga ikut beberapa meeting dengan WO dan selalu mendapatkan progres report meskipun telat.
"Siapa cowok yang kemarin nganterin kamu pulang?" ketusnya.
"Maksud kamu sepulang aku dari Mall?"
"Iya siapa lagi? atau kemarin kamu ketemu beberapa cowok juga?" Sumpah demi NCT comeback album religi aku merinding berhadapan dengan Taeyong mode begini.
"Itu sepupu aku, Kak Jaehyun" Aku terkekeh, maksud mencairkan suasana tapi tatapan Taeyong masih saja menusuk gitu.
"Jaehyun? tapi gak ada di daftar nama-nama keluarga besar kamu"
"Hah? kamu punya daftar keluarga besarku?"
Kayaknya WO juga gak bakal sedetail ini sih untuk ngelist nama-nama keluarga besarku yang tersebar dimana-dimana.
"Punya"
"Buat apa?"
"Udah jawab aja pertanyaan terakhir aku, J u n g R e e n a"
"Nama aslinya Jung Yoon-oh, Jaehyun nama panggilan semasa kecil sampe sekarang. Jelas aja gak ada di daftar nama keluarga" jelasku, tentu dengan masih usaha senyum memaksa agar cepat keluar dari suasana dingin ini. Rasanya seperti kriminal sedang diinterogasi.
"Kamu gak bohong, kan? Gak nutupin fakta apapun dari aku?"
"Apaan sih, aku udah jujur masih aja di curigai?"
Aku mulai kesal, karena selain merasa terpojokkan juga sedari tadi hanya aku yang berusaha untuk baik-baik aja, ya malu lah di tempat umum seperti ini harus beradu mulut sampai-sampai beberapa masang tertuju ke meja kita.
"Aku gak mau kamu berhubungan dengan cowok lain, selain aku. Sepulang dari bandara aku tau kamu pulang bareng mantan kamu dan ngobrol lama di kafe. Tapi aku maklumin aja, karena setelah ini aku gak bakal biarin kalian ketemu apalagi ngobrol lagi"
"Kamu punya hak apa atas hidup aku sih? Aku yang jalanin kenapa kamu yang ribet?"
"Ree, kamu calon istri aku. Dua hari lagi kita nikah, setelah itu kamu akan jadi milik aku dan aku berhak atas hidup kamu" Suara Taeyong mulai meninggi, begitu atensi dari pengunjung resto ini juga bertambah.
"Denger ya, sekalipun nanti setelah jadi suami, kamu gak berhak ngatur semua aktivitas dan lingkunganku" Mendengar jawaban itu, aku juga menambah satu level suaraku. seperdetik itu juga dadaku mulai sesak dan ingin menangis saja. Ingat kan? tentang aku yang akan menangis ketika berdebat atau mengeluarkan unek-unekku?
"Aku punya semua hak atas hidup kamu Ree, kamu istri aku dan kamu harus nurut sama suami"
"Kamu suami aku, tapi bukan hati aku Taeyong, Semua yang aku lakukan itu berdasarkan hati aku sendiri bukan campur tangan orang lain"
"Aku gak mau tau, kamu harus nurut"
"Kalau aku gak mau?"
"Kamu liat aja apa yang bakal terjadi, terlebih sama cowok-cowok yang deket sama kamu"
Aku mengepal tanganku keras dan masih menahan dadaku yang semakin sesak juga membendung dengan kuat agar air mataku tak jatuh, ingin sekali menampar Taeyong saat ini. Kalau saja aku tidak memikirkan orang-orang yang masih memperhatikan dan mulai membicarakan kita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan - Lee Taeyong [END]
Fanfiction[COMPLETE] [Mix Baku-non Baku] [REVISI] #4 - daniel (05/11/2021) #5 - lee taeyong #55 - taeil (05/11/2021) #73 - kun (05/11/2021) #120 - yuta (05/11/2021) #122 - johnny (05/11/2021) Menikah dengan orang yang dikenal hanya SATU bulan menjelang menik...
![Perjodohan - Lee Taeyong [END]](https://img.wattpad.com/cover/258566398-64-k817027.jpg)