23. Honeymoon

895 60 2
                                        

Hari ini keberangkatan ke Maldives, dengan persiapan hanya beberapa jam tentunya dengan mood yang tidak baik aku mencoba menyiapkan apapun yang aku dan Taeyong butuhkan disana.

Juga dengan saran Taeyong untuk tidak terlalu banyak membawa barang karena bisa didapatkan disana.

Selama perjalanan dari rumah hingga bandara Taeyong masih saja ngirit bicara, hanya beberapa kali bersuara jika ada yang penting.

Aku sudah tidak tahan lagi dengan situasi ini, aku gak mau perjalanan kurang lebih 16 jam ini membosankan.

"Kalau mau diem-dieman aja, Aku gak ikut deh"

Kita sedang antri check in, aku berdiri di belakang Taeyong. Dengan kata-kataku barusan, ternyata mampu membuat Taeyong menatapku sayu.

"Jangan gitu dong, Ree"

"Lah, dari tadi diem aja aku berasa jalan sama tembok"

"Maaf maaf" Taeyong meraih tanganku lalu menggandengnya.

Meskipun masih irit bicara, tapi Taeyong mulai memperhatikan ku. Selama di lounge hingga di pesawat, tangan Taeyong masih mengenggam tanganku.

"Pindah gih ke tempat kamu, sempit banget disini"

Yang tadi cuek, sekarang malah nempel terus. Gak mau pindah ke kursinya sendiri, hmm.

"Mau gini aja, hukuman karena kamu bikin aku marah" Taeyong mengeratkan pelukannya.

"Terserah"

"Kamu udah siap?" kita saling bertatapan, karena emang tempat yang agak sempit sehingga kita berdua harus memiringkan tubuh dan saling berhadapan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Kamu udah siap?" kita saling bertatapan, karena emang tempat yang agak sempit sehingga kita berdua harus memiringkan tubuh dan saling berhadapan.

"Apaan?"

"Gituuu"

Taeyong dengan mata sayunya juga bibir manyun, mengubah image nya yang dingin sejak semalam.

"Gitu apaan?" aku makin bingung.

"Kamu pura-pura gak tau iih"

Sejenak aku berfikir, apa maksudnya soal swikdimabpajdap? 😩

"Engga, aku belum siap" jawabku tegas.

"Kalau kamu belum siap, trus kita seminggu honeymoon ngapain?"
Taeyong merengek bak balita, Sebel sekaligus gemas sih liatnya🙃

"Siapa suruh reschedule? Kalau sesuai jadwal awal kan kita ada kegiatan disana"

"Sengaja, biar bisa cepet-cepet berduaan sama kamu gak ada yang ganggu"

"Sengaja, biar bisa cepet-cepet berduaan sama kamu gak ada yang ganggu"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


_ _ _ _ _ _ _ _

Setelah memakan waktu semalaman diperjalanan, akhirnya sampai juga di tempat tujuan.

"Mau istirahat dulu atau sarapan sekalian jalan-jalan?" tawar Taeyong.

"Sarapan dan Jalan-jalan bentar deh, sebelum panas"

"Siap, Bosss"

Usai menata semua barang bawaan, aku dan Taeyong menuju tempat makan yang sudah disediakan.

"Udang asam manis spesial untuk tamu yang spesial" seorang laki-laki dengan seragam putih dan apronnya menaruh piring di depanku.

"Thanks Kun" Taeyong mengedipkan mata pada laki-laki itu.

"My pleasure, Kak"

Aku menatap keduanya heran secara bergantian.

"Kamu kenal?"

"Kenal, junior aku"

"Orang indo?"

"Orang Solo, namanya Kuncoro"

Aku mengangguk paham, dan mulai menyantap makanan yang telah disajikan.

"Tau gak? Aku yang request makanan ini loh"

"Tau dan percaya, gak mungkin juga mas kuncoro jadi cenayang tau makanan kesukaanku"

"Mas? Mesra banget sih panggilannya"

Taeyong ngambek, dia menghentakkan sendok dan garpunya.

"Apaan sih? Kan dia orang Solo, masak aku panggil Abang atau Akang?"

Aku masih makan dengan tenang tak terganggu dengan reaksi Taeyong.

"Iya tapi panggilan Mas itu mesra banget loh Ree, ke cowok lain aja kamu mesra masak manggil aku masih Taeyong aja?"

Makin manyun udah, kayak anak kecil banget minta di perhatiin 😌

"Yaudah aku panggil Sayang"

Satu detik setelahnya, aku menyesal telah mengatakan itu.

"Eh gimana? Sayang?"

Taeyong berdiri dan mondar-mandir heboh dibelakangku.

"Kenapa? Gak mau?"

Aku memang tidak melihat reaksi wajah Taeyong, tapi ku pastikan dia sedang kegirangan.

"Mau dong mauuuu..." Taeyong kembali duduk dikursinya, tapi pandangannya ke arahku.

"Udah gausah liatin, cepet makan trus kita istirahat"

"Oke, Sayaaang" bisik Taeyong dengan deep voicenya, bikin merinding woy 😩

_ _ _ _ _ _ _

Engga jadi jalan-jalan, aku memutuskan untuk istirahat. Bukan tidur, tapi sekedar merebahkan tubuh dan memberikan kabar Mama dan Yeri yang daru tadi paling bawel minta dikabarin.

"Iya Maaa... Reena udah sampai, baru selesai sarapan juga"

"Syukur deh, jangan lupa pesenan Mama ya"

"Harus banget ya Ma?"

"Haruslah, wajib malah... Kamu gak mau kan, Mama kutuk jadi ikan lele?"

"Iya iya, nanti Reena wujudin. Yaudah Reena istirahat dulu"

"Have fun, sayang"

"He' em"

Biipp

"Kamu bawa kertas HVS dan spidol buat apa?"

Aku melirik Taeyong yang sedang bingung memegang HVS dan spidol yang dia ambil di meja rias.

"Itu, Mama minta ditulisin pesan-pesan gitu dengan view yang Maldives bangeeett"

"Maksudnya?"

"Dah, nanti kamu juga paham"

"Mama minta oleh-oleh yang lain gak?"

"Gak ada, lagian Mama udah ada rencana kesini bareng Papa bulan depan"

"Maksudnya, oleh-oleh cucu yang menggemaskan gitu, Ree"

Reflek fokusku sebelumnya pada HP berpindah ke arah Taeyong yang sedang memasang wajah tengilnya.

"Aduh, perutku sakit banget"

Aku bergegas ke arah kamar mandi, tapi tangan Taeyong dengan cepat mencegatku.

"Kamu kenapa?" tanya Taeyong khawatir.

"Kayaknya aku lagi datang bulan nih"

_ _ _ _ _ _ _ _
25/04/2021

Note: Ada yang nungguin update works ini gak? 😅 Semoga ada ya. Meskipun tidak konsisten di hari yang sama. Author usahakan update dalam seminggu 2-3x hehe. Sekali lagi, maaf kalau gak ngefeel 😅✌🏻 Sengaja publish menjelang sahur!! mumpung inget buat publish hehehe

Perjodohan - Lee Taeyong [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang