44. Menjaga Mereka

734 60 1
                                        

Yunho benar-benar membawa Reena pergi dari Bali. Bukan ke rumahnya, melainkan Lombok, NTB. ke Villa yang telah dia sewa untuk beberapa waktu ke depan.

Tentunya dengan keamanan yang lebih ketat, hanya keluarga inti dan orang-orang tertentu yang bisa masuk ke Villa itu.

Selain menambah keamanan, Yunho juga mempersiapkan seorang bidan yang secara intens memantau perkembangan kehamilan Reena selama ditempat itu.

(Anj*r gak sih? Ini tema perjodohan apa protective daddy?! Wkwkwk)

"Kamu istirahat ya, nanti kalau butuh apa-apa panggil Mama aja"

Reena mengangguk atas ucapan Tiffany.

"Mau gue temenin gak?" Jaehyun yang hanya memunculkan kepalanya di balik pintu, lantas nyengir kuda.

"Dongengin gue Kak" pinta Reena yang langsung disetujui sang Sepupu ganteng nan dermawannya.

"Mau dongeng apa? Cinderella, Beauty and The Beast, Putri Salju, atau apa?" Jaehyun menghampiri Reena dengan fokus menscroll layar HPnya, mencari beberapa buku dongeng.

"Cerita tentang anak yang yatim tersesat setelah ibunya dibunuh sadis, dan ayahnya sempat jatuh cinta sama wanita lain"

"Hah?? Cerita apaan tuh? Sinetron indosiar?"

"Finding Nemo"

"Heh, gue udah panik ya gue kira cerita horor atau thriller"

Reena hanya terkekeh melihat muka Jaehyun yang terlalu serius.

"Sini gue elus perut lo"

"Ngapain?"

"Bapaknya titip salam, 'Bocil sayang, jagain Mama ya sampe Papa datang jemput kalian. Kamu harus sehat, Mama apalagi. Tunggu Papa, kalau kamu berhasil jagain Mama kamu, nanti Papa kasi kinerdjoy sesuai tanggal lahir kamu'..."

Reena tersenyum melihat Jaehyun yang mengelus perutnya dengan menirukan suara dan logat Taeyong.

"Bocil, lahirannya tanggal 31 aja biar dapet banyak, nanti bagi Mama juga ya. Kita jaga kesehatan bareng, dapet hadiah bareng, makan kinerdjoy bareng" Reena pun ikutan berkomunikasi dengan cabang bayinya.

"Eh bocil, pajaknya jangan lupa. Om udah bantu sampein salam Papa kamu" protes Jaehyun.

"Jangan mau, Om Jaehyun bau makanya jomblo"

"Gue bukan jomblo, tapi lagi memantaskan diri buat seseorang"

Reena hanya mencibir apa yang dilontarkan Jaehyun. Berikutnya, Jaehyun benar mendongengkan sesuai permintaan adik kesayangannya itu.

"Kalian harus bahagia, Gue yang bakal jagain kalian. Gue gak mau lengah kayak terkahir kali, ngebiarin sahabat gue sendiri hampir ngebunuh lo" Batin Jaehyun, saat Reena mulai terlelap disampingnya.

_ _ _ _ _ _

Taeyong pergi menemui Jennie, untuk menuntaskan masalahnya dengan Jennie.

Tok tok tok!!

"Tae-taeyong? Bukannya kamu di Bali?" Tanya Jennie gugup setelah membuka pintu rumahnya.

"Iya karena kamu, aku harus disini" jawab Taeyong dingin.

"Ada apa? Ayo ngobrol di kafe aja" Jennie menyeret Taeyong, namun dengan segera Taeyong menepisnya.

"Gak usah, aku cuma bentar. Lagian aku tau Doyoung di dalam lagi sama Vivian, biar dia juga tau apa yang aku omongin"

"Tae..." Jennie menatap Taeyong penuh kekhawatiran.

"Cukup ya Jen, sekarang udah jelas siapa Ayah Kandung dari Vivian. Bukan Kak Dohyun, jadi aku gak ada tanggungan lagi buat ngurus Vivian apalagi kamu. Sekarang aku udah punya keluarga, dan akan segera punya anak. Please, hilang dari hidupku dan keluargaku.

Aku mohon, sebagai sahabat. Jangan usik keluargaku, terlebih itu Reena"

"Taeyong, maafin aku" Jennie memeluk lengan Taeyong seraya menangis.

"Tenang aja, berkas dan bukti-bukti kejahatan kalian, udah Papa Yunho serahkan ke aku dan Reena. Kita berdua sepakat untuk tidak melaporkan kalian, dengan catatan minimal dalam 10 tahun kalian harus pergi dari indonesia"

"Taeyong, aku gak bisa pergi dari sini. Aku gak mau ninggalin kamu. Aku masih belum rela kamu dengan wanita lain. Aku sayang kamu"

"Jen, lihat disana ada laki-laki yang lebih tulus mencintai kamu dan anak kamu" Taeyong menunjuk Doyoung yang sedang berdiri di ambang pintu menatap mereka.

"Tapi aku maunya kamu, Tae" Jennie terus menangis, tanpa peduli siapapun.

"Aku akan tetap jadi sahabat kamu, tapi kita gak bisa sedekat dulu. Jarak adalah solusi terbaik mengurangi obsesimu, Jen"

Jennie terus menggelengkan kepala, tak rela laki-laki yang dicintainya ini pergi dari hidupnya.

"Pikirkan Vivian, dia butuh ayahnya. Sekarang kamu harus belajar dewasa, demi memberikan contoh yang baik untuk Vivian, tentu demi kebaikan kamu juga"

Taeyong membawa Jennie berjalan menuju Doyoung, dengan sekuat tenaga mengalihkan pelukan Jennie dan meminta Doyoung untuk membawanya masuk ke dalam.

"Doy, titip mereka!" Ujar Taeyong sebelum pergi. Doyoung hanya mengangguk lalu tersenyum.

_ _ _ _ _ _
01 Juli 2021

Special Day, Special Person. Happy Birth Day Lee Taeyong 🥰🌹
God Blees U 🌹

 Happy Birth Day Lee Taeyong 🥰🌹God Blees U 🌹

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hiyaaaa!!! Gak kerasa dah mau end aja nih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.
.
.
.
Hiyaaaa!!! Gak kerasa dah mau end aja nih. Maafkeun kalau makin gak jelas ya, dinikmati yang seru-seru aja hehe😁✌🏻
Gilak gak sih, bisa di chapter ini. Kalian kuat banget sama works yang engga jelas ini. But, sekali lagi, Thank u so much, guys🥰
Buat yang mau baca, apalagi ngevote. Ah, Mantap banget kalian tuh 😌🥰😅😊
.
.
.
Baca juga Works Baru, yang humornya receh.😅 gajamin bakal lucu sih, tapi bisalah dibaca 😁✌🏻

😅 gajamin bakal lucu sih, tapi bisalah dibaca 😁✌🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

https://w.tt/3w8eIbh 🥰🥰🥰

Perjodohan - Lee Taeyong [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang