Aku mengantar Taeyong ke bandara, kalau ada yang berfikir aku dengan suka rela mengantarnya. BIG NO!! Semalam Taeyong meminta izin Papa-Mama, lebih tepatnya membujuk mereka untuk mengizinkan aku libur kerja dan mengantarnya ke bandara. Taeyong mungkin tau, kalau Papa berkehendak, alasan selogis apapun akan kalah.
"Penerbangan kamu masih 2 jam lagi, kenapa minta dianter jam segini sih?"
Aku dan Taeyong sedang duduk bersebelahan di kursi belakang dengan supir keluarganya di depan.
"Biar bisa quality time sama kamu, sebelum LDR" jawabnya enteng.
"Quality time dari jonggol, padahal dari tadi fokus ke hp, senyum-senyum gak jelas lagi" Batinku.
Sesampainya di bandara, Taeyong mengajakku untuk sarapan.
30 menit berlalu, dengan makanan dan minuman yang sudah habis. Namun, masih ku lihat Taeyong fokus pada HP nya yang tidak lepas dari genggamannya.
"Kalau udah gak dibutuhin lagi, aku pulang duluan ya" sarkasku.
"Sorry Ree... Sorry..." Taeyong reflek menatapku dan menyimpan hpnya disaku celana.
"Gak papa lagi, lanjut aja. Aku cuma gak mau buang-buang waktu, bosen disini"
"Emang setelah anter aku, kamu mau ngapain? mau kemana?"
"Rebahan aja dirumah"
Taeyong tertawa keras, sampai menarik atensi semua pengunjung restoran cepat saji ini.
"Hahaha, Yaudah mending dirumah aja, Makasih gak nih?"
"Apaan?"
"Karena aku, kamu gak ngantor dan bisa rebahan seharian"
"Biasa aja, mending dikantor"
"Ree..." Panggil Taeyong lirih, \\Perasaanku udah gak enak, pasti setelah ini mulutnya mulai ngegombal lagi.
"Hm?"
"Kalau kita udah nikah, kamu masih mau kerja?" Aku membalasnya dengan anggukan, kali ini gantian aku yang fokus scroll-scroll instagram.
"Kamu suka kerjaan kamu?"
"iya" aku mengangguk lagi.
dalam hitungan detik tiba-tiba Taeyong mengambil paksa hpku.
"Kalau lagi ngobrol, liat orang yang ngajak ngobrol dong, Ree" Bisa kulihat dengan jelas, Taeyong memasang wajah kesalnya.
"Gak enak kan, dicuekin? Masih mending ku respon" Aku beranjak dari kursiku, keluar dari restoran disusul Taeyong dan kopernya.
"Kamu kenapa Ree?" Taeyong menahanku dengan posisi menghadang.
"Aku gak papa"
"Ree, jujur..." Suara Taeyong sediki meninggikan suaranya.
"Aku balik sekarang aja ya"
"Ree..."
"Apalagi?" aku mendengus kesal.
"Hp kamu"
Selamat Reena, kamu berhasil terlihat bodoh ╯︿╰
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Berakhir aku tetap menunggu dan mengantar Taeyong sampai waktu keberangkatannya dengan ancaman hpku tak akan balik atau dibawanya ke Kanada kalau aku berani pulang lebih cepat.
"Baik-baik ya Ree, jaga kesehatan"
"Iya, udah buru pergi deh"
"Seneng banget kayaknya kalau gak ada aku" Taeyong mengacak gemas rambutku, akupun juga gemas dengan adegan ini yang membuat beberapa pasang mata memperhatikan kita berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan - Lee Taeyong [END]
Fanfic[COMPLETE] [Mix Baku-non Baku] [REVISI] #4 - daniel (05/11/2021) #5 - lee taeyong #55 - taeil (05/11/2021) #73 - kun (05/11/2021) #120 - yuta (05/11/2021) #122 - johnny (05/11/2021) Menikah dengan orang yang dikenal hanya SATU bulan menjelang menik...
![Perjodohan - Lee Taeyong [END]](https://img.wattpad.com/cover/258566398-64-k817027.jpg)