[1st story] - Tahap Reupload
Genre : Fanfiction, Romance, Adult.
Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
"I want you tonight," bisiknya tepat pada daun telinga Lisa dengan suara yang terdengar berat dan serak, namun tetap halus mengalir pelan di antara sela napasnya yang hangat.
Hal itu tentu saja seketika membuat tubuh Lisa membeku dan kulitnya meremang. Sebuah sensasi aneh menjalar dari tengkuk hingga tulang belakangnya, seperti sapuan angin tak bertuan yang membuatnya bergidik tak tertahankan.
Jantungnya berdetak tak beraturan, sementara pikirannya seolah kehilangan kendali, terjebak di antara rasa takut, cemas, dan ... sesuatu yang benar-benar tak ingin ia akui barang sedikit pun.
Meski raut wajah Jungkook tampak datar dan tanpa ekspresi, namun, dalam hati kecilnya ia tertawa penuh kemenangan, merasa puas tiap kali matanya menangkap gurat kecemasan di wajah Lisa dengan sorot matanya yang memancarkan kesombongan.
Jungkook benar-benar menikmati momen itu. Momen di mana kontrol atas diri gadis Lalisa perlahan-lahan berpindah ke tangannya.
"Dengar, baik-baik! Aku ke sini, untuk membicarakan mengenai fotoku yang kau ambil secara ilegal itu. Jadi, jangan coba macam-macam denganku!"
Jungkook mengangkat kedua tangannya, seolah menyerah. "Ah, sudahlah! Minum saja kopimu."
Ia kemudian bangkit, menjauhkan tubuhnya dari Lisa, melangkah ringan menuju single sofa di ujung ruangan, kemudian dengan santai menurunkan tubuhnya di sana. Membiarkan punggungnya bersandar nyaman pada sandaran sofa, sementara sebelah tangannya menyangga kepala dengan bertumpu pada tumpuan tangan, dan satu kaki yang ia silangkan angkuh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sekilas tatapan mata itu terasa tajam dan menusuk bagi Lisa, sehingga membuat gadis itu mengalihkan pandangan, menatap secangkir kopi di atas meja.
Tangannya mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja kecil di samping sofa, lalu mulai mengusap layar dan mengutak-atiknya seolah tengah sibuk dengan sesuatu yang sangat penting baginya. Namun, di balik sorot mata datarnya, senyuman licik perlahan merekah di dalam hati.
Meski jari-jarinya sibuk di layar ponsel, matanya sesekali tetap melirik ke arah cangkir di atas meja, menanti Lisa untuk meminum kopi itu dengan sabar. Hanya satu tegukan saja, dan Jungkook pastikan malam ini akan terasa amat sempurna!
Pandangan mata Lisa menajam, terpaku pada secangkir kopi yang terlihat masih menganga hingga mengeluarkan kepulan asap. Nalurinya berteriak, mengatakan bahwa ini bukan sekadar kopi biasa. Bisa jadi ini adalah kopi sianida! Ada sesuatu yang mencurigakan, dan Lisa tidak bodoh!
Kecurigaan Lisa semakin menguat ketika sudut matanya menangkap smirk samar yang perlahan terbit di wajah Jungkook tepat saat tangannya mulai mengangkat naik cangkir tersebut dan bergerak untuk mendekatkan minuman beraroma pekat itu beberapa inci dari bibirnya.
Lisa menggenggam cangkir itu lebih erat, tapi tak membawanya lebih dekat lagi ke bibirnya. Bodoh jika Lisa sampai meneguknya! Dengan satu helaan napas pelan, Lisa perlahan menurunkan kembali cangkir tersebut ke atas meja.