"Wah, Lisa! Kau sekarang dekat dengan Jungkook?!" seru Jennie begitu keluar dari pintu supermarket. Matanya sempat melihat Jungkook yang baru saja berjalan pergi dari tempat duduk di depan Lisa dengan hoodie gelap tertarik ke atas serta masker yang menutupi wajah, langkahnya nampak tergesa mungkin karena takut ada seseorang yang mengenalinya.
Refleks, Lisa menoleh cepat. Dan dengan suara sedikit tinggi, ia menjawab, "Aniyo!"
Nada tegasnya terdengar lebih cepat dari pikirannya. Ia sendiri terkejut dengan betapa defensifnya respons itu. Jennie menghentikan langkah, menatap Lisa dengan alis terangkat.
Lisa buru-buru menambahkan, "Maksudku ... bukan begitu, Eonnie. Kami hanya kebetulan saja bertemu." Suaranya mengecil, dan ia berpura-pura sibuk memasang maskernya kembali.
Jennie memperhatikan Lisa sejenak, gelagatnya nampak sedikit aneh. "Aku sarankan agar kau lebih berhati-hati. Kau tahu sendiri, 'kan ... Kai Oppa pernah bilang ... jika Sehun Sunbae cemburu maka kau akan kesulitan menanganiya, menakutkan."
"Aihh, Eonnie ... apa yang kau katakan? Tidak ada hubungan apapun di antara kami."
'Jangan sampai Jennie Eonnie mencurigaiku!'
***
Suara pintu mobil tertutup pelan terdengar mengisi rungu sesaat setelah Jungkook masuk dan duduk pada kursinya di sebelah kanan kursi kemudi. Ia mengangkat keresek berisi botol-botol soju yang ia beli dan meletakkannya begitu saja di bangku belakang tanpa banyak bicara. Kemudian, tangannya bergerak otomatis menarik seat belt sebelum sebuah suara terdengar, memotong keheningan.
"Bukankah aku sudah memperingatkanmu agar tidak terlalu dekat dengannya?" Taehyung tiba-tiba membuka suara. Tangan kirinya mencengkeram kemudi kuat, sementara tangan kanannya menggenggam tuas transmisi dengan ekspresi datar dan sulit diartikan.
"Apa maksudmu, Hyeong?" tanya Jungkook santai karena belum mengerti apa yang dimaksud Taehyung.
"Kau tahu bukan jika Lisa sudah memiliki kekasih? Tapi, mengapa kau masih saja terus mendekatinya?"
Pandangan Jungkook yang tadinya fokus ke seatbelt yang sedang ia rapikan dan bersiap memasangnya itu beralih menatap tajam wajah Taehyung yang kini juga sudah menatapnya dingin.
"Seberapa banyak yang telah kau dengar?" Nada suara Jungkook berubah menusuk.
Dalam sekejap, atmosfer di dalam mobil berubah. Suasana yang tadinya terasa biasa saja kini mendadak mencekam, dingin, dan penuh intimidasi. Bahkan bunyi jam di dashboard mobil seolah terdengar lebih keras daripada biasanya, menandai jeda canggung yang sarat akan ketegangan.
Taehyung tak langsung menjawab, bibirnya terkunci, kelu. Ia membuang pandangannya menatap langit malam di luar jendela dengan lidah yang menekan di balik pipi membuat rahangnya mengeras.
Langkahnya terhenti.
Taehyung menyipitkan mata, lalu mundur selangkah, bersembunyi di balik semak saat menyadari jika itu adalah Lisa dan sahabatnya, Jungkook.
"... Jika ternyata ... tumbuh di dalam sini ...."
"... videomu ini tak segan-segan akan aku sebarkan ...!"
Meskipun suara angin lebih mendominasi, tapi sayup-sayup suara pria itu tetap terdengar, membuat Taehyung benar-benar mengurungkan niatnya untuk pergi ke toilet supermarket.
Pria Kim menghela napas, tangannya bergerak menyunggar rambutnya ke belakang dan mulai menatap Jungkook. "Kau tahu, Lisa gadis yang baik. Kau tidak boleh menghancurkan hidupnya, kau seharusnya——"
KAMU SEDANG MEMBACA
Haphazard || LisKook
Fanfiction[1st story] - Tahap Reupload Genre : Fanfiction, Romance, Adult. Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
