38. Unsolved Puzzle

802 75 40
                                        

Dari balik kaca tebal itu, tubuh Taehyung terlihat terbaring begitu lemah dengan selang oksigen dan berbagai kabel menempel di tubuhnya. Meskipun tak melihat dari dekat, wajahnya tetap terlihat sayu dan bibirnya kehilangan warna.

Rambut yang biasanya ditata rapi itu kini berantakan, menutupi sebagian dahinya begitu kontras dengan kulitnya yang tampak jauh lebih putih hampir pucat akibat kehilangan banyak darah. Ada memar samar di dekat pelipisnya, sementara beberapa luka kecil masih terlihat jelas meski sudah dibersihkan oleh medis.

Selimut rumah sakit menutupi tubuhnya hingga dada, tetapi tetap tidak mampu menyembunyikan bagaimana dadanya naik turun dengan lambat, dibantu oleh mesin ventilator yang sesekali mengeluarkan suara yang begitu mengerikan bagi sebagian orang.

Selimut rumah sakit menutupi tubuhnya hingga dada, tetapi tetap tidak mampu menyembunyikan bagaimana dadanya naik turun dengan lambat, dibantu oleh mesin ventilator yang sesekali mengeluarkan suara yang begitu mengerikan bagi sebagian orang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kelopak matanya tertutup rapat seolah tubuhnya benar-benar butuh istirahat lebih dari lelahnya pekerjaan yang selama ini ia jalani.

Elektrokardiogram di samping tempat tidurnya masih menunjukkan detak jantung stabil, tetapi pemandangan itu sama sekali tak membuat Jimin merasa lega.

"Aku benci melihat Taehyung yang seperti ini ..." Suaranya terdengar pelan tapi tetap bisa didengar oleh Hoseok, Seokjin, juga Suga yang tak jauh berada di sampingnya.

"Dokter bilang operasinya berhasil," katanya mencoba terdengar optimis walau suaranya bergetar. "Berhasil berarti bagus, 'kan? Berarti dia akan pulih kembali."

Tak ada yang langsung menjawab.

Karena semua orang tahu bahwa operasi akibat limpa yang robek bukanlah perkara kecil. Itu bukan luka biasa yang bisa muncul hanya karena satu atau dua pukulan biasa. Dan yang paling membuat mereka semua bertanya-tanya adalah bagaimana hal itu bisa terjadi? Seberapa membabi buta Jungkook hingga mampu menghantam sahabatnya sendiri sampai berada di ambang kematian seperti ini? Apa penyebabnya?

Seokjin berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke dinding. Ia berusaha terlihat tenang, meskipun pandangan matanya seolah enggan beralih sedikit pun dari kondisi Taehyung.

"Dokter bilang, dia kehilangan banyak darah, tubuhnya perlu istirahat," ucap Jin pelan. "jadi, kalian tak usah khawatir."

Sementara itu Yoongi yang duduk di kursi besi mendecakkan lidah pelan, mencoba menahan emosinya sendiri. "Lucu jika kita tak mengkhawatirkannya."

"Ngomong-ngomong ... tak ada yang memberi tahu keluarganya, 'kan?" tanya Seokjin menatap mereka bergantian.

Ruangan mendadak hening beberapa detik, Jimin, Suga, dan J-Hope terlihat saling tukar pandangan.

"Aku rasa ... PD-nim sudah menelepon Eomma dan Appa Taehyung," jawab J-Hope kemudian ikut mendudukkan diri di samping Suga.

"Astagaaa ...."

***

Bagi Taehyung, dua hari berada di rumah sakit terasa seperti dua minggu yang berjalan lambat dan melelahkan. Dinding putih kamar rawat inap, aroma obat-obatan yang menusuk hidung, hingga bunyi elektrokardiograf yang terdengar sangat membosankan kini sudah menjadi teman akrabnya.

Haphazard || LisKookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang