"Ini, ini dia kotak P3K-nya," ucap Jimin terengah-engah. Ia berhenti sambil membungkuk, satu tangannya bertumpu di lutut, sementara tangan lainnya masih mencengkeram kotak P3K erat-erat. Dadanya naik turun cepat, wajahnya tampak pucat kelelahan, dan ia memejamkan mata kuat-kuat sejenak, mencoba mengatur napas yang berantakan sebelum kembali menegakkan tubuhnya dan menatap situasi di sekitar.
"Yaaak, Park Jimin! Kenapa kau lama sekali?! Lisa bahkan sudah diculik oleh adikmu!" seru Seokjin setengah kesal. Untung saja ia bisa menahan untuk tak memukul si bantat itu.
"Hah? Siapa?" bingung Jimin.
"Aku akan memastikan bagaimana kondisi Lisa saat ini," ucap Taehyung melangkah pergi.
"Aku ikut bersamamu!" seru Jisoo.
"Aku juga!" Jennie dan Rosé ikut bersama mereka.
***
"Turunkan aku, sialan!" pekik Lisa memukul dada Jungkook dengan keras.
Seolah tak merasakan sedikit pun hantaman tangan kecil Lisa di dada bidangnya, Jungkook terus melanjutkan langkahnya tanpa ragu menuju pintu utama vila. Semakin Lisa memberontak, genggamannya justru makin menguat mencengkeram tubuh mungil itu dengan tangan-tangan kokohnya yang kian berotot.
Langkahnya mantap, sorot matanya terkunci lurus ke depan, dingin dan tak tergoyahkan, sama sekali tak peduli dengan tatapan-tatapan memincing yang terus mengikuti kemana arah mereka pergi. Bagi Jungkook, tidak ada hal lain yang lebih penting selain memastikan gadisnya ini aman di dalam dekapnya.
"Diamlah," suaranya rendah, terdengar cukup tegas dan dingin bagi Lisa.
Sesekali pria itu membenarkan posisi tubuh Lisa dalam dekapannya, memastikan gadis itu tetap nyaman meskipun terus memberontak minta diturunkan.
Tanpa menghentikan langkah, Jungkook mendorong pintu kamar mandi vila dan menutupnya dengan satu hentakan lembut namun tergesa. Hingga menimbulkan suara yang cukup dominan di antara keterdiaman mereka.
Tangannya perlahan berpindah dari balik lekuk lutut Lisa. Menurunkan gadisnya ke dudukan marmer di samping wastafel dengan penuh kehati-hatian.
Lisa tak lagi memberontak, wajahnya justru terlihat pucat dengan bulir-bulir keringat yang berusaha turun dari pelipis.
Sementara itu, Jungkook langsung menyalakan kran air di wastafel dan mulai membersihkan sisa-sisa pasir juga membasuh luka di lutut Lisa dengan hati-hati. "Tahan sedikit, mungkin ini akan terasa sedikit perih bagimu."
Lisa meringis, satu tangannya mencengkram pinggiran wastafel sementara tangan lainnya refleks kembali mencengkeram pundak Jungkook di depannya tanpa ragu.
"Aw! S-sakit!" ringis Lisa, suaranya terdengar pecah ketika tangan yang semula mencengkeram pundak Jungkook kini beralih menekan perut bagian bawahnya, seolah berusaha meredam nyeri yang tiba-tiba mencengkeram lebih kuat.
Menyadari hal itu, seketika Jungkook menghentikan gerakannya. Wajahnya mendongak, menatap Lisa dengan sorot mata penuh kecemasan.
"Ada apa? Perutmu sakit?"
Bukannya menjawab, Lisa malah semakin menggigit bibirnya sekuat tenaga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haphazard || LisKook
Fanfic[1st story] - Tahap Reupload Genre : Fanfiction, Romance, Adult. Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
