[1st story] - Tahap Reupload
Genre : Fanfiction, Romance, Adult.
Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
Demi apapun, tolong katakan pada Jungkook bahwa 'Sehun' yang gadis itu maksud bukan lah Oh Sehun EXO!
Sial.
Jika memang benar, maka sekarang Jungkook merasa tak punya banyak waktu untuk hanya sekadar diam. Ia harus mengabadikan momen ini secepat mungkin! Dengan gerakan sigap bak paparazi handal, ia merogoh kantong celana kemudian mengangkat ponselnya dan buru-buru menjepret mereka berdua.
Sudut bibirnya terangkat, membentuk smirk puas. Ekspresi licik menghiasi wajahnya seketika setelah ia berhasil mendapatkan gambar dua insan yang masih saling memeluk mesra.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dalam layar cerah itu mereka terlihat jelas meskipun cahaya di sekitar lebih redup, hal itu membuat Jungkook berdecak pelan. Ia tak menyangka, keahlian memotretnya sudah setara sasaeng tingkat Dispatch saja. Siapa sangka, ternyata memotret kencan diam-diam dua idol ternama adalah bakat terpendamnya. Aah! Dia sangat bangga akan hal itu.
Sementara itu, di bawah sorot lampu taman belakang yang temaram, Sehun mengusak lembut rambut panjang Lisa yang tergerai. Sentuhan penuh kehangatan itu membuat Lisa mendongak dan tatapan mereka bertemu.
"Oppa, mengapa kau terlihat tampan sekali malam ini?"
"Cantikku ini bisa saja!" Sehun terlihat mencubit hidung Lisa gemas, sementara itu tangan kirinya masih menahan Lisa yang mengalungkan tangannya di leher Sehun agar pelukan mereka tak terlepas.
"Sekarang biarkan aku yang bertanya. Apa Sayangku ini tidak bosan selalu saja terlihat cantik bahkan hanya dengan wajah tanpa riasannya seperti sekarang ini, hm?" Tangannya mengangkat dagu Lisa hingga manik berbinar itu menatapnya dengan senyum manis.
Pipi chubbynya tanpa permisi mulai diserbu rona merah muda yang merangkak cepat ke seluruh permukaan wajah. Merasa malu dan salah tingkah membuatnya langsung menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya di balik helaian rambut panjang yang tertiup angin, seolah paham jika rona merah yang mulai merekah di wajahnya itu perlu disembunyikan.
"Aku tidak secantik itu, Oppa ...," gumamnya pelan, sebelum akhirnya ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Sehun dengan nyaman.
"Gemasnya!" Sehun mengacak-acak puncak kepala Lisa, hingga membuat rambutnya berantakan.
"Oppa, hentikan!" kesal Lisa dengan puppy eyes andalannya yang membuat Sehun malah semakin gemas.
"Baiklah. Aku hanya mengantar camilan ini untukmu. Bidadariku harus segera pergi tidur sebelum terlalu larut, kecantikanmu benar-benar bisa membuat rembulan merasa tersaingi."
Lisa terkekeh pelan, lalu memukul ringan dada Sehun. "Oppa ... jangan mengatakan hal-hal yang memalukan seperti itu ...," Pipinya benar-benar memerah layaknya kepiting rebus.