"Akhirnya ... setelah sekian lama kita bisa jalan-jalan menikmati Hongdae! Aku benar-benar sudah tidak sabar untuk berkulineran malam ini!" Rosé mengepalkan kedua tangannya di depan dada dengan mata yang berbinar-binar bak anak kecil yang diberi mainan. Saking girangnya, ia sampai melompat-lompat tanpa sadar.
Melihat tingkah kekanak-kanakan sahabatnya itu, Jisoo hanya menggeleng kecil sembari terkekeh. "Kalau orang yang tidak mengenalmu, mereka pasti mengira jika kau baru pertama kali keluar rumah setelah disekap selama bertahun-tahun."
"Memang benar, 'kan? Kita memang sudah lama sekali tidak pernah jalan-jalan seperti ini," balas Rosé tak mau kalah sembari memasang masker juga beanie hat abu-abunya.
Sementara itu, Lisa yang berdiri beberapa langkah di belakang mereka perlahan menoleh ke arah Jennie yang berdiri di ambang pintu dorm. Sebelah tangannya memegang gagang pintu, sementara tangan satunya lagi melambai kecil ke arah mereka.
"Selamat bersenang-senang!"
"Eonnie yakin tidak ingin ikut dengan kami?" tanya Lisa.
Jennie menggeleng sambil tersenyum. "Kai Oppa akan segera menjemputku setelah ini."
"Baiklah kalau begitu ...."
Jennie memang sudah mengatakan kepada mereka bahwa ia tidak bisa ikut karena ia sudah memiliki janji sendiri dengan kekasihnya, Kai.
Tak lama kemudian, mereka bertiga menaiki mobil yang telah lama menunggu di depan dorm. Pintu pun tertutup, disusul raungan halus mesin yang mulai melaju meninggalkan kawasan elit itu. Kendaraan itu perlahan membelah jalanan Seoul yang mulai dipadati kehidupan akhir pekan.
Sekitar lima belas menit perjalanan berlalu diiringi obrolan ringan dari Rosé dan Jisoo yang sesekali diselingi tawa kecil membahas hal-hal yang menurut Lisa tidak begitu penting. Sementara itu, perempuan yang duduk di kursi samping kemudi itu lebih banyak diam, memilih memandangi gemerlap lampu kota yang berlarian di balik jendela, membiarkan pikirannya hanyut entah ke mana.
Tadinya Lisa ingin tidur lebih sore karena tubuhnya terasa begitu lelah, kakinya pegal dan juga kepalanya agak pusing, tapi Rosé terus mengajaknya, jadi ia tak punya pilihan lain selain ikut bersama mereka.
Hingga akhirnya, laju kendaraan roda empat itu melambat pertanda bahwa mereka sudah sampai di tempat tujuan.
Lima menit berjalan kaki dari area parkiran, kini mereka sudah disuguhi pemandangan gemerlap lampu-lampu neon Hongdae yang menyambutnya saat kaki-kaki itu mulai memijak trotoar.
Malam akhir pekan membuat kawasan itu dipenuhi lautan manusia. Musik dari para penampil jalanan saling bersahutan dengan tawa pengunjung yang berlalu-lalang.
Aroma daging panggang, odeng, tteokbokki, hingga ayam goreng memenuhi udara, bercampur menjadi wangi khas yang hanya bisa ditemukan di jalanan Seoul pada malam hari seperti sekarang ini.
"Wah, odeng!" pekik Rosé nyaring.
Kedua netranya langsung berbinar ketika menangkap gerobak kecil di pinggir jalan yang mengepulkan uap hangat. Aroma kuah kaldu yang menguar pelan seolah menjadi magnet yang menarik langkahnya. Tanpa berpikir dua kali, Rosé langsung melesat menghampiri gerobak itu, meninggalkan Jisoo dan Lisa yang hanya bisa saling pandang.
Beberapa saat kemudian, Rosé kembali dengan semangkuk odeng hangat yang masih mengepulkan uap panas. Baru saja ia mendekat, tapi Jisoo dengan cepat langsung mencuri satu tusuk makanan itu dari mangkuk kertas yang dibawa Rosé hingga membuatnya berdecak.
Berbeda dengan Jisoo, Lisa justru terlihat tak tertarik sama sekali. Ia hanya memandangi makanan itu dalam diam tanpa ada sedikit pun niat untuk mengambilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haphazard || LisKook
Fanfic[1st story] - Tahap Reupload Genre : Fanfiction, Romance, Adult. Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
