[1st story] - Tahap Reupload
Genre : Fanfiction, Romance, Adult.
Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
Suara bola biliard yang disodok dengan presisi menjadi pemecah keheningan sore di dorm BTS. Bola berwarna putih itu meluncur mulus di atas permukaan meja berlapis kain merah, menghantam bola sasaran hingga keduanya saling beradu sebelum salah satunya bergulir sempurna memasuki lubang di sudut meja.
"Hole!"
Sorak puas langsung memenuhi ruangan, disusul gelak tawa yang saling bersahutan. Untuk sesaat, dorm yang biasanya dipenuhi kesibukan itu berubah menjadi tempat paling nyaman untuk menghabiskan sore mereka pada hari minggu ini, di mana tak ada jadwal penting yang perlu mereka kerjakan seperti pada hari-hari biasanya, tak ada tuntutan selain menikmati waktu yang mengalir begitu saja di antara mereka.
Sore itu, sorot keemasan dari matahari yang telah menggantung rendah di ufuk barat akhirnya menghiasi jelaga hitam Jungkook yang kini kembali memiringkan tubuhnya, untuk membidik bola sasaran.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ctak!
Lagi-lagi, sodokan Jungkook membuahkan hasil. Bola sasaran bergulir mengikuti arah yang diinginkannya tanpa ada sedikit pun pemberontakan. Tanpa ragu, bola itu meluncur lurus hingga jatuh sempurna ke dalam lubang. Smirknya terangkat penuh kepuasan, sementara ia memutar stik biliard di tangannya dengan santai, seolah keberhasilan itu bukanlah apa-apa baginya.
"Masuk lagi?" J-Hope menganga sambil menggeleng tak percaya.
"Cih." Suga yang berdiri tak jauh di samping Hoseok pun mendecak. "Memang bocah ini berbakat."
Sementara itu, Seokjin bertepuk tangan kecil. "Aku heran dengan anak ini. Sebenarnya apa yang kau tidak bisa?"
Jungkook terkekeh pelan sembari kembali mengambil posisi. "Tidak bisa dikalahkan."
"Songong sekali," gerutu J-Hope.
"Lihat, mulai lagi penyakit sombongnya," sahut Jimin dari arah luar sliding glass door yang menghubungkan dengan teras belakang mereka sambil menggeleng pelan. Entah apa yang ia lakukan di sana.
"Kita lihat, apakah yang kali ini juga akan berhasil? Jika gagal, jangan salahkan kami kalau menertawakanmu semalaman," ucap Seokjin seraya menumpukan kedua telapak tangannya di tepian meja billiard dengan senyuman penuh tantangan dan tubuh yang condong ke depan seolah siap menyaksikan kegagalan Jeon Jungkook.
"Sudah, biarkan saja dia. Aku sudah siap merekam ekspresi malunya jika yang kali ini gagal," sambung J-Hope dengan tawa lebar sambil menyiapkan kamera di ponselnya sementara stik billiard yang ia apit di lengan, membuat suasana di sekitar meja biliard semakin riuh.
Jungkook hanya mendecakkan lidah sambil tertawa kecil. Ia lantas kembali membungkukkan badannya lalu mengarahkan stik biliard dengan penuh percaya diri sebelum memukul bola putih itu dengan ujung tongkat yang ia kendalikan.