"Secara teori, air laut itu asin, Rosé."
"Benarkah, Eonnie?"
Jennie mengangguk. "Apakah kau pergi ke sekolah hanya sampai di depan gerbang saja sehingga tak mengetahui hal ini?"
Jisoo yang awalnya hanya mendengarkan sambil memainkan pasir di tangannya, kini menoleh sedikit mendongak menatap Rosé dan Jennie yang berdiri di sebelahnya. Matanya membulat, nyaris seperti tak percaya dengan apa yang ia dengar. "Eoh? Kau benar-benar tak mengetahui bahwa air laut itu rasanya asin? Sungguh?" tanyanya dengan nada setengah terkejut, setengah menahan tawa.
Rosé langsung cemberut, menatap dua temannya yang sekarang tengah menatapnya seperti penonton drama yang baru saja menyaksikan sebuah plot twist paling konyol sedunia.
"Bukan karena aku tidak tahu, aku hanya ... hanya penasaran, seberapa asin sebenarnya rasa air laut itu. Iya, hanya penasaran!" Rosé bersikeras membela diri, suaranya terdengar semakin panik seiring tatapan tak percaya dari dua sahabatnya itu.
Berbeda dengan Jisoo, Rosé, dan Jennie. Lisa yang sejak tadi duduk di sebelah Jisoo justru asik sendiri memainkan jari telunjuknya ke pasir pantai, membuat sebuah tulisan-tulisan abstrak yang hanya bisa dibaca oleh ombak.
Alih-alih kesal, gadis berponi dengan dress midi putihnya itu malah hanya mendengus geli, lalu menggambar ulang sambil bersenandung kecil, seolah sedang asyik di dunianya sendiri dan sama sekali tak tertarik sedikitpun dengan drama pergaraman itu.
"Chaeyoung-ah, 'ku beritahu satu hal lagi. Air laut itu mengandung kadar garam sekitar 3,5 persen. Artinya, dalam setiap liter air, terdapat sekitar 35 gram garam terlarut. Jadi, ya ... asin." Jennie menjelaskan dengan nada datar yang terdengar terlalu ilmiah untuk situasi sepele seperti ini, benar-benar seperti sedang menyampaikan materi pelajaran di depan kelas. "Tapi, jika kau tak percaya, silakan buktikan sendiri. Jangan kaget kalau tenggorokanmu sakit setelahnya."
"Baiklah, baiklah. Aku paham." Rosé akhirnya mengalah, lalu berjalan menjauh menyusuri bibir pantai.
Begitu dirasanya cukup jauh dari tatapan-tatapan yang sedari tadi menatapnya dengan aneh, ia perlahan mulai berjongkok. Matanya menatap permukaan air yang tenang namun tetap berombak lembut dan berniat untuk mencicipi airnya, tak peduli jika tenggorokannya akan terkontaminasi bakteri seperti yang dikatakan Jennie
Jemarinya nyaris menyentuh permukaan air, bersiap mencicip sedikit rasa asin yang terus diperdebatkan sejak tadi.
Tapi, tiba-tiba ...
"DORR!!!"
BYUR!
Demi kerang ajaib dan reputasi vokal utamanya, Rosé benar-benar terkejut. Tubuhnya sampai terlonjak, seolah otaknya tak sempat berpikir lagi dan berakhir membuatnya terjerembap ke dalam air laut yang terasa sangat asin itu.
Rosé terbatuk pelan, rambutnya basah oleh air laut, menjuntai menutupi wajahnya yang menyembul dari air dengan ekspresi syok penuh dendam.
"Kau...!" serunya sambil menunjuk Lisa dengan tetesan air mengalir lewat lengannya yang basah.
Si bungsu berponi berdiri beberapa langkah di belakang Rosé dengan mulut ternganga tak menyangka bahwasannya Rosé akan tersungkur ke air laut karena ulahnya. Matanya membulat sempurna, perpaduan antara terkejut, kepuasan kecil, dan tawa yang nyaris meledak sebelum ia akhirnya berbalik dan mulai berlari karena si blonde mulai mengajarnya tanpa ampun.
"HAHAHAHA!! Aku minta maaf, Eonnie! Aku memang sengaja, haha!" teriak Lisa.
Pasir beterbangan di bawah langkah kaki keduanya. Yang satu lari sambil tertawa terpingkal-pingkal, yang satunya lagi mengejar dengan semangat api membara dalam tubuhnya yang masih basah kuyup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haphazard || LisKook
Fanfiction[1st story] - Tahap Reupload Genre : Fanfiction, Romance, Adult. Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
