18. Waves of Desire

5.4K 302 51
                                        

'Ku harap kau tak menyesal jika ada yang mencuri start darimu nanti.'

Kalimat itu kembali menggema di kepalanya, tergiang bagai sebuah kaset rusak yang terus berputar tanpa henti. Meskipun seharusnya hal itu tak mempengaruhi pikirannya, tapi Sehun mulai merasa tak nyaman.

Entah mengapa ada perasaan khawatir bercampur keraguan yang membuatnya bingung. Perkataan Kai benar-benar telah menyusup jauh ke dalam pikirannya dan berhasil membuatnya tak bisa tidur semalaman suntuk hingga matahari pagi dengan percaya dirinya menyapa dunia.

 Perkataan Kai benar-benar telah menyusup jauh ke dalam pikirannya dan berhasil membuatnya tak bisa tidur semalaman suntuk hingga matahari pagi dengan percaya dirinya menyapa dunia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Air kolam di rumah Rosé beriak lembut ketika tubuh atletis Sehun bergerak di bawahnya, memantulkan cahaya matahari dan menciptakan ilusi kilauan samar di tubuh basah sang bintang. Gerakannya membelah air dengan keanggunan sunyi, seolah waktu pun ikut melambat untuk menyaksikan lelaki itu dalam diam yang menawan.

Ia menyelam sejenak, membiarkan air dingin itu menelan seluruh tubuhnya, berharap kesunyian di bawah permukaan air mampu menenangkan pikirannya, menghapus suara-suara misterius dalam benaknya yang sukar menghilang.

Tapi ... sia-sia! Bahkan di kedalaman pun, suara itu masih tetap ada.

Sehun terus menggerakkan tubuhnya di air. Matanya perlahan terbuka, memandang bias cahaya matahari dari dasar kolam.

'Aku yakin? Ya--tidak, aku tak yakin.'

Ia yakin dengan dirinya, tapi Sehun tak yakin bila seseorang tak mencuri start darinya. Mungkin saja kelak akan ada pria lain yang lebih dulu melangkah lebih jauh daripada dirinya.

Setidaknya, itu lah hal yang terus membuatnya kepikiran.

'Aku pria normal. Tapi, aku mencintai Lisa lebih dari sekedar ingin memiliki tubuhnya. Lalu, mengapa kau tak yakin dengan dirimu sendiri, Oh Sehun?'

Namun, semakin ia meyakinkan dirinya sendiri, semakin goyah pula pertahanan yang telah ia bangun sejak lama. Sial! Kai berhasil membuatnya tak seperti dirinya yang kemarin.

Sehun memejamkan mata lalu menyembulkan kepalanya ke atas permukaan air, membiarkan tetesan air melewati rambut yang menutupi wajahnya dengan deras.

Kenapa rasanya ia semakin tidak yakin sekarang?

Sehun mengusap wajahnya kasar, lalu memejamkan mata sejenak dengan kedua tangan yang mencengkeram pinggiran kolam. Ia benar-benar harus menyingkirkan gelombang keinginan buruk yang semakin memuncak ini. Bagaimanapun, ia tak akan merusak bidadarinya itu!

Sekali lagi, Sehun menghela napasnya berusaha membuang pikiran-pikiran kotor dalam otaknya sebelum memutuskan untuk menyatukan kedua tangannya di depan wajah lalu meluncur mulus kembali menceburkan diri ke dalam kolam renang dengan kaki yang menjejak lantai keramik hingga menciptakan beberapa percikan air.

Kepalanya tenggelam sejajar dengan permukaan air. Sesekali ia terlihat sedikit menoleh ke samping untuk mengambil napas, membiarkan tubuhnya hanyut di dalam hentakan air yang belum berhasil menenangkan pikirannya sendiri, sementara kedua lengannya terus mengayuh pelan di tengah keheningan pagi yang masih terdengar samar di telinganya karena tertutup oleh suara gemericik air dan desah napasnya sendiri.

Haphazard || LisKookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang