22. Anchored Thoughts

6K 292 37
                                        

"Sudah pasti Lisa ikut, 'kan?"

"Kau ini bagaimana? Sudah jelas mereka hanya berempat, jika salah satu dari mereka tak ikut maka acaranya tak akan berjalan, bodoh!"

Rambutnya yang halus ikut menari pelan tertiup angin dari kipas ruangan saat jemari kirinya menyapu ke belakang, menyunggar helaian-helaian yang mengganggu pandangan. Tapi, sejujurnya yang benar-benar mengganggu pikirannya saat ini justru adalah hal yang menurutnya tak seharusnya ia pikirkan.

Perkataan Jimin benar, sudah pasti Lisa ikut. Dan anehnya, mengapa Jungkook masih bertanya seolah memastikan meskipun nada bicaranya terkesan datar tak berminat?

"... Lisa ikut, 'kan?"

Perkataan Jungkook lagi-lagi berputar indah di otaknya meskipun di sekelilingnya terdengar riuh. Keriuhan dari beberapa staf, sutradara, dan kameramen yang sedang melakukan tugasnya itu mampu menembus dinding keheningan di dalam kepala pribadi Kim.

Mencoba menghiraukan isi pikirannya yang teramat mengganggu membuat alis Taehyung berkerut. Ia duduk bersandar pada kursi lipat di pojok area syuting tepatnya di ruang tengah sebuah vila dengan satu kaki ia silangkan di atas lutut, sementara tangan kanannya kini sibuk memainkan tutup botol minuman yang nyaris kosong.

Dari balik kacamatanya yang sedikit turun dari batang hidung, ia mengamati adegan yang sedari tadi terus diulang-ulang oleh Seokjin dan Jisoo, mereka malah terlihat kompak saling menertawakan satu sama lain dan membuat sutradara tepuk jidat. Hal itu membuat orang-orang semakin menertawakan mereka.

Namun, berbeda dengan Taehyung, pria itu nampak datar dan lebih memilih untuk meraih kembali naskah yang tadi sempat ia letakkan di atas meja kecil di samping tempat duduknya kemudian langsung membacanya ketimbang ikut menertawakan Kim Seokjin. Ia harus mematangkan hafalan dialognya jika tak ingin ditertawakan orang. Bisa jadi setelah ini malah gilirannya yang akan menjadi bahan lelucon orang-orang.

Jari-jarinya membuka halaman dengan tenang, namun matanya tak sepenuhnya fokus tertuju pada naskah yang ia genggam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jari-jarinya membuka halaman dengan tenang, namun matanya tak sepenuhnya fokus tertuju pada naskah yang ia genggam. Ia terus berusaha membaca ulang beberapa baris dialog, tapi suara-suara dari arah set menarik perhatian dan memecah konsentrasinya.

Tanpa sadar pandangannya kembali melirik ke depan. Sejenak ia menarik napas panjang sebelum matanya secara refleks menyapu ke arah monitor yang menampilkan klip-klip Jisoo dan Seokjin yang sedang syuting.

Tapi, ada sesuatu yang mencuri fokusnya.

Lebih tepatnya ... seseorang.

Dari arah samping kanan set, Lisa sedang berdiri seolah sedang menunggu giliran take. Wajahnya tampak cerah dan sesekali ikut menertawakan kelucuan Jisoo dan Seokjin, meskipun sesekali terhalang oleh staf make-up yang membetulkan poni dan juga menepuk pipinya ringan dengan spons bedak.

Haphazard || LisKookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang