57. Only Wants You

1.1K 112 113
                                        

Sejak kehadiran Jungkook beberapa waktu lalu, Lisa semakin dibuat tidak tenang saja. Pria itu datang membawa terlalu banyak bencana dalam hidupnya, terlalu banyak drama dan yang paling mengganggu pikirannya saat ini adalah sebuah rahasia lain yang kini berada di luar kendalinya.

Ponsel Jungkook masih belum ditemukan.

Lisa tahu, karena pria itu belum juga menghubunginya.

Dan semakin hari benda kecil itu makin terasa seperti ancaman yang terus mengancamnya tanpa henti.

Ponsel itu tak boleh hilang!

Video malam itu ... tidak boleh sampai tersebar.

Jika sampai jatuh ke tangan orang lain ... maka tamatlah sudah riwayatnya.

Lisa sudah cukup kewalahan menghadapi segala sesuatu yang datang bertubi-tubi dalam hidupnya sejak ia bertemu dengan si bajingan, Jeon Jungkook. Ia tak mau lagi jika harus terpuruk untuk kesekian kalinya.

Kehamilan yang masih berusaha ia sembunyikan dari dunia luar, tatapan Rosé, Jisoo, Jennie yang kini seperti berubah saat memandangnya, juga berbagai hal yang perlahan menyeret namanya ke dalam persoalan yang tak pernah ia inginkan. Lisa bahkan belum tahu, bagaimana harus menghadapi hari esok tanpa merasa seolah seluruh dunia sedang menunggu kesalahannya terbongkar.

Lalu bagaimana jika video itu benar-benar tersebar?

Lisa memejamkan mata rapat-rapat. Helaan napasnya terdengar berat. Suara decakan ringan penuh beban menyusul setelahnya.

Ia tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi setelah itu. Bukan hanya pada dirinya, tetapi juga pada kehidupan yang sedang tumbuh di dalam rahimnya. Dalam keadaan seperti ini, satu skandal saja sudah cukup untuk menghancurkan hidupnya. Dan tersebarnya video itu ... mungkin akan jauh lebih buruk daripada kehilangan seluruh uang tabungannya di bank.

Untuk pertama kalinya, Lisa berharap Jungkook segera menemukan ponselnya.

Bukan karena ia bersimpati atau ingin pria itu segera menghubunginya kembali. Melainkan karena ... hanya dengan begitu, satu-satunya bukti yang mampu menghancurkan nan meleburkan hidupnya berada di tangan orang yang tepat, di tangan orang yang sudah ia kenal. Setidaknya ... tidak akan tersebar kalau saja ponsel itu masih dalam jangkauan Jungkook.

Mungkin.

Keadaan Lisa sudah cukup kacau. Kacau balau!

Lagi-lagi ia menggeleng. Ia tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi jika video itu tersebar, terlebih dalam kondisinya yang sedang mengandung seperti sekarang ini.

"Lisa-ya! Kemari! Jangan diam saja di sana!" teriak Jennie dari halaman belakang dorm mereka ke arah Lisa yang sedari tadi hanya duduk melamun di teras dorm dengan segelas lemon ice tea favoritnya.

Lisa mengulum senyum kecil.

Kehangatan suasana senja itu langsung memeluknya. Meskipun jam sudah melewati pukul empat sore, tapi sinar matahari masih juga terlihat cerah. Secerah senyuman Rosé yang kini sudah mau menyambutnya lagi meskipun terkadang tatapannya masih terasa aneh bagi Lisa setelah kejadian malam itu.

Sebenarnya, tak ada satu pun ucapan maaf yang Lisa dapatkan dari mereka. Lisa menyadari, memang tak seharusnya mereka meminta maaf padanya. Untuk apa? Jelas-jelas yang salah dirinya, mengapa malah Jisoo dan Rosé yang harus meminta maaf, 'kan? Haha! Lucu sekali!

Akan tetapi, ... sejujurnya, di lubuk hati Lisa yang paling dalam ia ingin sekali tetap dipandang sebagai Lisa yang dulu, bukan sosok Lisa yang terlihat menyedihkan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 28 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Haphazard || LisKookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang