29. Throwing Up Deuces

8.2K 425 33
                                        

"If you're hungry, eat me," bisiknya pelan, hampir seperti suara desahan bagi Jungkook.

Belum sempat perempuan itu menghirup udara di detik berikutnya, dengan cepat tangan besar Jungkook sudah lebih dulu nenarik jemari lentik yang tadi bersarang di pundaknya tanpa permisi hingga membuat tubuh sintal perempuan itu jatuh tepat di pangkuannya. Sebuah gerakan yang terlalu mendadak untuk bisa dipahami.

Satu tarikan napasnya belum sempat terhela, namun Choi Seona lagi-lagi mendapatkan serangan yang membuat matanya membulat sempurna. Jungkook langsung mencumbu bibirnya dengan kasar penuh paksaan, bak seekor Harimau yang tengah menguliti makan malamnya tanpa sedikitpun belas kasihan.

Gerakannya tak memberi ruang bagi Choi Seona untuk menolak, hanya tekanan yang menyudutkan dan membuat napas terasa tercekik. Tidak ada gairah di sana, hanya amarah yang tumpah dalam bentuk paling menyakitkan, menjadikan momen itu lebih menyerupai pelampiasan daripada sentuhan gairah, sampai membuat perempuan itu kewalahan.

 Tidak ada gairah di sana, hanya amarah yang tumpah dalam bentuk paling menyakitkan, menjadikan momen itu lebih menyerupai pelampiasan daripada sentuhan gairah, sampai membuat perempuan itu kewalahan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di tengah kebisingan klub malam itu, Jungkook semakin kalap. Ia jelas ingin membuat Choi Seona merasa jera, tapi perempuan itu justru menganggap Jungkook telah terbuai olehnya.

Sementara Jungkook sendiri kian tenggelam dalam pusaran kebisingan di kepalanya yang dibalut oleh amarah. Hingga ia tak menyadari bahwa setiap jengkal dari perpindahan bibirnya sedari lama telah diawasi dari kejauhan.

"Jeon Jungkook!!"

***

Beberapa kap mobil terlihat memantulkan cahaya lampu kuning parkiran yang menyala di tengah temaramnya malam. Ini klub kedua yang mereka kunjungi setelah berpindah dari tempat sebelumnya yang terasa sia-sia karena tidak menemukan sedikitpun tanda-tanda keberadaan Jungkook di sana.

Suara decitan ban mobil terdengar disusul oleh derit pintu yang terbuka, menampilkan sepasang sepatu kasual yang menapak mantap di aspal parkiran.

"Kau yakin Jungkook ada di dalam?" tanya Seokjin dengan kedua tangan yang berada di saku.

Kim Taehyung ikut keluar, setelah suara khas dari mobil yang terkunci terdengar. "Kemungkinan ... iya."

"Itu kalimat sama yang sudah kau katakan tadi!"

Seokjin lalu menatap deretan kendaraan di hadapannya sementara langkah kakinya tetap berjalan beriringan dengan Taehyung, menyusuri parkiran yang dipenuhi kilau lampu dan bayangan malam.

Taehyung melambatkan langkah kakinya saat sorot matanya yang tadinya menyisir sekitar tak sengaja mendapati sebuah plat nomor yang tak asing di benaknya.

"Bukankah itu mobil ... " Taehyung mengangkat dagunya sedikit, menunjuk ke arah sebuah sedan gelap yang terparkir di sana. "... Staf-nim?" Taehyung menggantung kalimatnya dengan sebuah tanda tangan.

"Benarkah?" Seokjin mendekat, memastikan. Sebuah gantungan kecil yang menggantung di kaca spion itu terlihat sama, bahkan goresan halus di bemper belakang yang terlalu ia kenali juga ada di sana. "Kau benar Tae, ini mobil staf-nim. Tunggu apalagi? Jungkook pasti ada di dalam."

Haphazard || LisKookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang