"Awwhstt ..."
Lisa refleks mengusap pergelangan tangannya yang tampak memerah samar di bawah temaramnya lampu kekuningan parkiran akibat cengkeraman pria itu yang terlalu kuat. Jemarinya bergerak pelan di area yang terasa nyeri tersebut. Bekas jemari Sehun benar-benar terlihat begitu jelas di atas kulit putihnya, menciptakan kontras samar yang entah mengapa membuat dada Lisa ikut terasa nyeri tanpa diminta.
Kepalanya terasa berat, cukup pening hanya sekadar untuk berpikir jernih dan memahami situasi, semuanya terasa begitu tiba-tiba bagi Lisa. Ditambah bayangan Taehyung yang sedang terbaring lemah di atas blankar rumah sakit, seakan menampar dirinya dengan kuat.
Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, berusaha menahan gemetar yang mulai menjalar. Kemudian, ia terisak pelan, terlalu takut untuk membayangkan Sehun marah padanya. Baru kali ini Sehun memperlakukannya dengan kasar seperti ini. Semarah-marahnya pria itu, biasanya ... Lisa tak pernah sedikit pun ia sentuh, apalagi secara kasar seperti tadi.
Tapi ...
Iya, Lisa tahu ia salah. Lisa tahu bahwa pria itu berhak cemburu karena memang Sehun masih kekasihnya, sampai detik ini. Tapi, ... oh ayolah! Lisa ini perempuan. Jelas ia tak suka diperlakukan kasar oleh pasangannya.
Untuk sekadar menatap Sehun saja mata bening yang mulai kembali dipenuhi cairan sialan itu tak mampu untuk melakukannya. Ia hanya terdiam, sementara Sehun bergelung dengan isi kepalanya yang kacau.
Selama ini, Lisa hanya miliknya.
Atau mungkin ... ia hanya tak tahu saja? Bagaimana Lisa di luaran sana?
Mereka sudah bersama lebih dari dua tahun. Sumpah demi apapun, Oh Sehun sangat mencintai Lisa. Dan kecemburuan yang ia rasakan ini harusnya tergolong sebagai hal yang wajar bukan?
Sebenernya ia takut.
Takut Lisa akan lepas dari genggamannya. Pergi meninggalkannya. Dan menemukan penggantinya. Hal ini membuat bayangan sialan di mana Lisa hampir berciuman dengan Jungkook di lorong rumah sakit tadi langsung berputar indah di dalam kepalanya.
Brak!
Dalam satu gerakan singkat, tangannya menghantam atap mobilnya dengan keras hingga suara dentuman nyaring terdengar menggema di area parkiran bawah tanah yang sunyi bak sebuah cambukan petir, membuat Lisa tersentak kaget hingga memejamkan matanya kuat-kuat dan merapatkan tubuhnya ketakutan.
"Jadi, ini alasannya?" Sehun menatap Lisa tajam, suaranya terdengar dingin penuh kekecewaan. "Ini alasanmu mulai menjauh dariku akhir-akhir ini?"
Masih dengan air matanya, Lisa menggeleng pelan. Tapi, respon itu tak membuat Sehun puas.
Helaan napas Sehun terdengar berat. Tangannya langsung menjambak rambutnya sendiri ke belakang, sementara tangannya yang lain berkacak pinggang dengan bola mata yang memutar jenuh sebelum terpejam singkat.
"Aku bisa jelaskan," lirihnya menunduk takut.
"Yaak!" sentak Sehun, napasnya memburu. "Aku benar-benar menuruti semua kemauanmu, Lalisa!"
"Aku memberimu ruang, memberimu waktu, bahkan mencoba memahami sikapmu yang akhir-akhir ini berubah-ubah tanpa sebab. Aku memberikanmu segalanya! Tapi, kenapa kau ... astaga! Kau bahkan tak membalas pesanku dan juga mengabaikan panggilan dariku."
Ia tertawa pendek, frustrasi. Sambil mengusap wajahnya kasar, Sehun menggeleng tak percaya. "Dan ... apa yang hampir saja aku lihat tadi? Apa yang akan kalian lakukan, huh?!"
Dengan suara isak tangisnya yang berusaha ia redam, Lisa semakin menunduk dalam.
"Kau benar-benar menguji kesabaranku, Lisa!" Sehun mendekat, lalu menunduk mencondongkan wajahnya, berusaha mengamati wajah Lisa yang terlihat makin menunduk untuk menghindarinya. "Katakan padaku. Apa kalian akan berciuman?" desisnya lirih, mengintimidasi tepat di depan wajah Lisa. Kalimat itu terdengar begitu pahit saat keluar dari bibirnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haphazard || LisKook
Fiksi Penggemar[1st story] - Tahap Reupload Genre : Fanfiction, Romance, Adult. Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
