44. Nothing but Silence

726 65 60
                                        

"Kalau besok kau terlambat lagi, aku tidak akan menunggumu, ya," ucap leader EXO itu, menenteng tasnya sambil menunjuk ke arah Kai dengan botol minum di tangannya saat berjalan menuju mobil van pertama di ujung parkiran agensi mereka.

Kekasih Jennie itu mendengus. "Aku telat karena menunggu Sehun kemarin. Kalau tidak, aku sudah sampai lebih dulu daripada kalian semua."

"Alasan," sahut Chanyeol yang berada di samping Suho dengan cepat.

"Itu fakta."

"Fakta buatanmu sendiri."

Kai langsung melirik tajam ke arah pemuda jangkung itu.

Di tengah perdebatan kecil tak berguna yang sudah terlalu sering terjadi di antara mereka, suasana area parkir bawah tanah gedung agensi itu tampak jauh lebih sibuk daripada biasanya.

Beberapa staf terlihat berlalu-lalang, kesana-kemari mempersiapkan berbagai perlengkapan syuting yang akan mereka bawa menuju lokasi syuting MV artisnya hari ini. Sementara beberapa bodyguard berjaga di sejumlah titik untuk memastikan proses keberangkatan berjalan lancar karena di luar sana para penggemar sudah menunggu dengan tidak kondusif.

Mendengar perdebatan itu, Sehun yang sedari tadi masih berjalan beberapa langkah di belakang mereka hanya menggeleng pelan sambil terkekeh. "Aku tidak mau ikut campur urusan kalian."

"Kau sumber masalahnya, sialan!" sentak Kai tak terima yang justru mengundang gelak tawa di antara mereka.

Momen semacam ini mungkin terlihat sederhana bagi orang lain, tetapi bagi mereka yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade bersama, candaan-candaan itulah yang membuat segala kelelahan terasa sedikit lebih ringan.

Berbeda dari anggota lain yang masih larut dalam sisa-sisa tawa bahagia, Sehun malah tiba-tiba murung karena sebuah kegelisahan yang sedari tadi ia abaikan akhirnya kembali menyusup ke benaknya, sebelum akhirnya ia mempercepat ayunan kakinya menyusul langkah lebar Chanyeol hingga sejajar dengan pria jangkung itu.

"Hyeong."

"Hm?" Yang dipanggil menoleh.

"Kita jadi, 'kan?"

Chanyeol meliriknya sekilas. "Ke mana?"

"Menjenguk Lisa."

Langkah Chanyeol melambat sesaat. "Kau masih memikirkan itu?"

Sehun mengusap tengkuknya. "Aku bahkan tidak bisa berhenti memikirkannya. Aku hanya ingin memastikan bahwa dia baik-baik saja."

"Kita bahkan akan segera pergi ke Los Angeles, dan kau masih memikirkannya."

"Tapi tadi pagi kau sudah janji akan menemaniku," jawab Sehun.

Tak mau ambil pusing, Chanyeol malah meninggalkan Sehun dan tetap melanjutkan langkahnya masuk ke dalam mobil van yang telah menunggu.

Sehun akhirnya menyusul. Baru saja ikut menjatuhkan tubuhnya ke kursi di samping Chanyeol dan hendak mengenakan sabuk pengaman, tapi suara Suho tiba-tiba terdengar dari barisan kursi depan.

"Sehun, kau tak meninggalkan paspor dan juga dompetmu, 'kan?" tanyanya memastikan.

Sehun yang semula tampak biasa saja langsung menahan napas. "Paspor?" ulangnya seperti berusaha mengingat.

Kai menoleh perlahan. "Jangan bilang kau lupa."

"Sebentar, aku pikir sudah memasukkannya ke dalam tas." Sehun langsung menurunkan tas yang berada di pangkuannya. Jemarinya bergerak cepat membuka resleting utama sebelum mulai mengobrak-abrik isinya satu per satu.

Haphazard || LisKookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang