36. A Taste that Fades

960 85 60
                                        

PLAAAKK!

Suara tamparan nyaring memantul di lorong rumah sakit membuat Jungkook mendesis. Kepalanya berpaling akibat tamparan keras yang ia dapatkan. Rahangnya mengeras, lalu bergerak pelan, sementara lidahnya dengan kesal menyentuh kemudian menekan bagian dalam pipinya yang kemungkinan berdarah karena terasa perih juga panas secara bersamaan, seolah tamparan dari telapak tangan Lisa itu berhasil mengoyak kulitnya dan meninggalkan jejak yang cukup nyata di sana.

"Bajingan!" teriak Lisa tepat di depan wajah Jungkook, tak peduli jika saja suaranya bisa menembus tembok rumah sakit dan mengusik ketenangan orang lain. "Tak tahu malu! Tak seharusnya kau ikut berada di sini!"

"YAAK!" bentak Jungkook suaranya menggema. Matanya membola, menyorot tepat ke arah Lisa yang berdiri di hadapannya dengan wajah berapi-api menahan amarah seolah tak terima dengan perlakuan yang baru saja ia terima.

Gadis itu terengah, dadanya naik turun tak beraturan, campuran luapan emosi benar-benar membuat dirinya tak bisa ia kendalikan, apalagi wajah si bajingan Jungkook yang sama sekali tak terlihat bersalah itu ... benar-benar memuakkan! Ingin sekali rasanya ia menusuk matanya itu!

"LALISA! APA-APAAN KAU INI?! JANGAN BUAT DIRIKU SEMAKIN MARAH!"

Suara bentakan itu berhasil membuat Lisa tersentak. Seketika tubuhnya tiba-tiba terasa kaku, tapi anehnya juga bergetar di saat yang bersamaan. Jemarinya mengepal di sisi tubuh, berusaha menahan gemetar yang tak bisa ia sembunyikan. Lisa menelan ludah kasar, lalu tanpa diminta air matanya menetes melewati pelupuk mata dan perlahan bergerak turun melewati pipinya, hal itu berhasil mengembalikan sebagian kewarasan Jungkook.

"Sebenarnya apa yang kalian ributkan hingga sampai seperti ini?" geram Lisa dengan bulir air mata yang menetes deras dan mulai menganak sungai di sana. Tangannya mendorong dada Jungkook dengan keras, sesekali berusaha memukul meski tenaganya tak seberapa.

Jungkook mencekal tangan itu, kemudian menyunggar rambutnya ke belakang. "Berhenti menangisinya, Lisa!"

Benci terlihat lemah, tangannya langsung ia tarik agar terbebas dari genggaman itu kemudian Lisa langsung menyeka pipinya dengan kasar sebelum kembali menatap Jungkook dengan nyalang.

"Jung-- kau-- " Telunjuknya mengacung, tapi perkataannya tak bisa ia selesaikan. Tenggorokannya terasa tercekat, dadanya sesak hingga bergerak naik turun kewalahan mengambil oksigen, dan napasnya memburu, bersamaan dengan itu Lisa bergerak mundur teratur hingga punggungnya yang sedikit terbuka menabrak dinding keras nan dingin di belakangnya. Ia luruh di sana, lututnya tertekuk lemas tak bertenaga.

Lorong panjang rumah sakit yang untungnya sepi karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam itu menjadi saksi bisu betapa kacaunya Lisa saat ini. Demi apapun, hatinya hancur saat melihat Kim Taehyung tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.

Gadis itu tadinya sempat mengurungkan niatnya untuk menyusul ke mari karena Jennie melarangnya tanpa sebab, tapi pikirannya semakin tak tenang dan dipenuhi bayangan Kim Taehyung yang tak berdaya, sehingga ia memutuskan untuk diam-diam pergi tanpa sepengetahuan siapapun dan mungkin saja keberadaannya sekarang tengah dipertanyakan oleh Rosé, Jisoo, ataupun Jennie di sana.

Mungkin, tidak seharusnya Lisa menangis seperti ini. Ia baik-baik saja, yang sedang tidak baik sekarang adalah Taehyung, Kim Taehyung. Pria itu sekarat, ah tidak! Jangan katakan itu! Pria itu juga pasti baik-baik saja. Dokter akan mengusahakan yang terbaik, 'kan?

Lisa menekan pangkal hidungnya dengan kedua tangannya, kepalanya terasa pusing bukan main. "Harusnya kalian tak melakukan hal itu! Harusnya kau tak memukulnya! Aku benar-benar membencimu! Aku sungguh benci dirimu, Jeon Jungkook! Aku membencimu!!!" teriaknya tak terkendali.

Haphazard || LisKookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang