Di antara lalu-lalang pejalan kaki yang memenuhi trotoar Hongdae, Lisa dengan tak sengaja menemukan dua sosok pria yang terlihat familiar dalam pandangannya, berjalan berdampingan tak begitu jauh dari tempat kakinya berpijak di depan sana.
Salah satunya mengenakan topi hitam dipadukan dengan masker yang menutupi hampir seluruh bagian wajah. Sedangkan yang satu lagi menyembunyikan kepalanya di balik tudung hoodie yang ditarik rendah, lengkap dengan masker yang semakin menyamarkan identitas mereka.
Meskipun demikian, penyamaran itu sama sekali tidak mampu mengelabui Lisa.
Sorot mata tajam nan tegasnya berhasil Lisa kenali. Tatapan elang yang sering kali menjadi pusat dunianya saat dirinya berada di ambang batas itu membuat Lisa yakin bahwa ia tak mungkin salah mengenali seseorang.
Jantungnya terasa berdebar tidak beraturan.
Jeon Jungkook dan Kim Taehyung.
Langkah keduanya semakin dekat, dan hal itu menjadi alasan bagi Lisa untuk segera memalingkan wajah juga membalikkan badannya agar ia tidak terlihat.
Entah mengapa, tapi yang jelas Lisa tak mau keberadaannya diketahui.
Jemarinya tanpa sadar menggenggam ponsel dengan semakin erat. Ia bahkan menahan napas ketika langkah kaki kedua pria itu terdengar semakin mendekat.
Sampai akhirnya, kedua pria itu melewatinya.
Napasnya pun berembus panjang, lega.
Perlahan ia menoleh sekilas ke belakang. Kedua pria itu terus berjalan menyusuri trotoar, larut di antara keramaian malam Hongdae tanpa sedikit pun menyadari bahwa mereka baru saja melewati sosok perempuan yang selama beberapa minggu terakhir terus memenuhi pikiran salah satu dari mereka.
Lisa memejamkan mata sesaat. Untung saja ia tak ketahuan.
"Dorr!!"
Lisa tersentak hebat. Tubuhnya terlonjak sementara jantungnya terasa seperti hampir saja meloncat keluar. Kedua tangannya memegangi dada. Sontak ia berbalik dan mendapati Rosé yang sudah tertawa terpingkal-pingkal sambil membungkuk memegangi perutnya.
"Chaeyoung-ah!" seru Lisa kesal. Ia mengembuskan napas panjang, berusaha menenangkan ritme degup jantungnya tak beraturan. "Hampir saja aku jantungan karenamu!"
"Ekspresimu! Haha!" Rosé masih belum berhenti tertawa. Air mata bahkan mulai menggenang di sudut matanya karena terlalu keras menertawakan Lisa. "Aku tidak kuat melihat ekspresimu ..., ekspresimu lucu sekali!"
"Apa aku benar-benar membuatmu seterkejut itu?" lanjut Rosé bertanya. Pasalnya reaksi Lisa benar-benar berlebihan.
Lisa mendengus. "Kalau seseorang tiba-tiba berteriak di belakangmu, kau juga pasti akan terkejut."
Rosé kembali tergelak, kali ini lebih manusiawi. "Tidak juga, kau saja yang berlebihan. Seperti ketakutan melihat hantu saja."
Jisoo yang sedari tadi memperhatikan tingkah keduanya hanya bisa menggeleng geli.
"Sudah, sudah." Ia melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Ayo! Bukankah kita mau makan samgyeopsal? Semakin malam, restorannya akan semakin ramai."
Rosé yang sejak tadi masih tersenyum lebar langsung mengangguk antusias. "Nah, itu baru yang ingin kudengar!"
Tanpa menunggu tanggapan, Jisoo lebih dulu melangkah lalu disusul oleh Rosé dan Lisa yang sesekali masih menoleh sekilas ke belakang. Memastikan dua sosok yang tadi sempat ia lihat benar-benar telah menghilang.
Setelah berjalan puluhan meter menyusuri ramainya Hongdae, mereka akhirnya tiba di sebuah restoran samgyeopsal yang sudah berkali-kali mereka kunjungi sebagai salah satu restoran favorit mereka. Aroma daging yang dipanggang di atas bara, kepulan asap tipis yang memenuhi ruangan, serta riuh suara para pengunjung yang saling bercengkerama seketika menyambut pendengaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haphazard || LisKook
Fiksi Penggemar[1st story] - Tahap Reupload Genre : Fanfiction, Romance, Adult. Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
