"Kau boleh bercerita padaku jika kau mau," ucap Taehyung pada akhirnya setelah tatapannya sempat menelusuri wajah Lisa dan menyadari ada gurat kesedihan di sana.
Lisa tertegun sesaat.
Di saat Oh Sehun tak kunjung bisa dihubungi, masih ada Kim Taehyung yang menunjukkan perhatian padanya. Namun, kehadiran itu justru membuat hatinya bingung, antara rasa hangat yang menenangkan, juga rasa canggung yang sulit dijelaskan, sekaligus ketakutan sunyi akan Taehyung yang mungkin saja bisa menangkap sesuatu yang seharusnya tetap ia sembunyikan, terutama tentang hubungannya dengan Jungkook akhir-akhir ini.
Layaknya terjerat sebuah simpul yang tak tahu harus diurai dari mana. Lisa ingin membagikan semua beban yang terasa menghimpitnya kepada Taehyung, tetapi lidahnya terasa kelu. Apa pun yang berhubungan dengan Jungkook terlalu rumit untuk diceritakan begitu saja kepada siapapun, terlebih kepada Taehyung.
Daripada menanggapi kalimat Taehyung sebelumnya, Lisa lebih memilih untuk menyipitkan matanya dan mengukir sebuah senyuman semanis gula lalu menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga.
"By the way, apa yang sedang Oppa lakukan di sini?" tanyanya berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Aku ke sini hanya ingin menemuimu dan memastikan bahwa kau baik-baik saja," jawab Taehyung, sorot matanya menatap tepat pada wajah Lisa, seakan mencari jawaban yang lebih dari sekadar kata-kata.
"Aku baik-baik saja," potong Lisa cepat, bahkan terlalu cepat.
Sebuah box smile tipis tergambar di wajah Taehyung. "Syukurlah jika kau baik-baik saja," ucapnya sebelum disambut oleh jeda semu di antara tatapan keduanya yang kian membuat Lisa ingin bertahan lebih lama, sekaligus ingin berpaling secepatnya. "Eum ... sebenernya, aku ke sini juga ingin meminta maaf padamu." Pria itu mengusap tengkuknya canggung.
"Masuklah," kata Lisa sembari membuka pintu lebih lebar dan memberi jalan untuk Taehyung agar masuk ke dalam kamarnya. "Jennie Eonnie belum kembali, sepertinya syuting di bawah belum selesai, kita bisa berbincang-bincang sebentar."
Dipersilakan masuk oleh Lisa membuat Taehyung akhirnya tanpa segan melangkah masuk ke dalam ruangan yang cukup lebar itu. Di sana ada dua ranjang yang berdampingan dengan ukuran medium yang Taehyung yakini adalah milik Jennie dan satu lagi yang cukup berantakan itu adalah milik Lisa.
"Kau sungguh baik-baik saja, Lisa?" Pria itu duduk di ranjang empuk tak jauh di samping Lisa. Matanya mengedar ke seluruh penjuru sebelum menatap kedua mata Lisa bergantian. "Aku terus kepikiran soal tadi. Aku takut kau menahannya seorang diri karena kau terlihat sangat kesakitan tadi. Jadi, ... aku benar-benar merasa bersalah sekarang."
Lisa terkekeh pelan. "Aku baik-baik saja, Oppa! Lihat." Lisa terlihat menegakkan duduknya dengan sebuah senyuman dan mata bulatnya yang berbinar, berusaha terlihat tak terjadi apa-apa di mata Taehyung.
Senyuman yang sarat akan makna itu terlihat menyembunyikan sesuatu yang tidak mungkin dirinya ceritakan kepada Taehyung, setidaknya tidak untuk sekarang. Lisa hanya tak tahu, dengan siapa ia harus membagi semua ini. Menyimpannya diam-diam tanpa ada seorang pun yang tahu adalah sebuah siksaan bagi Lisa. Tapi, membaginya dengan Taehyung adalah sebuah pilihan yang masih harus ia pertimbangkan seribu kali.
"Kalau begitu ... aku cukup lega mendengarnya." Pribadi Kim mengangguk samar lalu mengulum senyumnya seolah membagi sebuah kehangatan kepada Lisa sebelum pandangannya turun, lalu kembali menatap tepat di sorot mata Lisa yang terlihat masih berusaha keras mempertahankan senyum rapuh itu.
"Jika suatu hari kau tidak baik-baik saja ... kau tak perlu memaksakan diri untuk terlihat kuat di depanku. Kau bisa bercerita padaku, kau benar-benar bisa berbagi apapun denganku, Lisa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Haphazard || LisKook
Fiksi Penggemar[1st story] - Tahap Reupload Genre : Fanfiction, Romance, Adult. Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
