34. Rivalry Reignited

1K 77 30
                                        

"Kau cemburu dengan mereka?" Jimin yang berada di samping Jungkook tiba-tiba membuka suara. Hal itu sontak saja membuat satu alis Jungkook naik tipis.

Cemburu?

'Mana mungkin aku cemburu dengan mereka.'

"Tidak. Lagi pula, kenapa aku harus cemburu?" ucap Jungkook datar.

Ya. Kenapa ia harus cemburu? Memangnya Jungkook itu siapa? Iya, 'kan?

Tapi, bukankah hubungannya dengan Lisa sudah hampir masuk ke tahap serius? Seharusnya Lisa menolak adegan itu, 'kan?

Atau ... sepertinya si Taehyung-Taehyung itu memang berniat membuat Jungkook marah. Bukankah demikian?

Tidak adakah salah satu dari mereka yang memikirkan perasaan Jungkook di sini?

"Oh, begitu ya? Aku pikir kau cemburu. Wajahmu terlihat seperti orang yang sedang cemburu."

Jungkook terdiam, benar-benar tak ingin meladeni pria Park itu lagi.

Sekali lagi ia tegaskan, jika ia tidak suka dengan orang-orang yang terlalu ikut campur dan masuk ke dalam urusan pribadinya, termasuk masalah percintaannya juga hal-hal gila kesukaannya, seperti yang dilakukan oleh Park Jimin ini.

Sangat menyebalkan berbicara dengan Jimin, begitu pikir Jungkook.

"Yaaa, seperti itu! Perfect! Kenapa kau tak melakukannya sedari tadi saja, Kim Taehyung?" seru PD-nim, setelah suara tepuk tangannya yang terdengar nyaring itu memudar oleh riuh bisik dari para kru di sekitar.

Langkah kaki pria paruh baya dengan uban tipis itu sampai di depan Lisa dan Taehyung dengan headphone yang masih melingkar pada leher dan kertas-kertas kusut di tangan.

"Tadi itu kau terlalu kaku, Kim Taehyung!" tegurnya tanpa basa-basi. Tatapannya kemudian menatap tajam pada Lisa sebelum beralih menatap Taehyung. "Kalian berdua ada masalah?"

"..."

Tidak ada seorang pun yang merespon. Lisa bahkan terlihat hanya mengedipkan matanya seolah tak paham.

"Ku lihat, Taehyung seperti menjaga jarak darimu, Lisa. Sehingga chemistry kalian sekarang sama sekali tidak ada. Beruntung akhirnya masih ada satu yang bisa kita simpan tadi."

Refleks, Lisa menoleh ke samping dan pandangan mereka pun bertemu sesaat. "Tidak, PD-nim. Kami bahkan sangat baik-baik saja," ucapnya setelah kembali menatap ke arah PD-nim dengan sebuah senyuman.

Taehyung yang merasa menjadi biang masalah karena seharusnya mereka bisa selesai lebih awal itu jadi tidak enak hati, tanpa sadar ia menggigit bibirnya dengan dahi yang berkerut. "Maafkan aku. Aku akan lebih berusaha lagi untuk melakukan yang terbaik di pengambilan video berikutnya."

"Tak apa, tak perlu meminta maaf seperti itu." PD-nim kemudian berdehem. "Begini saja, eum ... aku punya saran. Bagaimana jika ... khusus malam ini, kau bangun bonding dengan Lisa? Ya ... setidaknya untuk episode terakhir kau bisa lebih dapat feel-nya dan tidak terlalu kaku seperti yang tadi."

Taehyung terdiam.

Untuk sesaat, pikirannya tiba-tiba penuh.

PD-nim beralih kembali menatap Lisa. "Dan Lisa ... kuharap kau mau tidur seruangan dengan Taehyung, hanya untuk malam ini saja."

Apa? Tunggu!

'Tidur? Seruangan? Dengan Taehyung Sunbae-nim?'

Mana mungkin Lisa bisa melakukannya? Bagaimana jika Sehun meneleponnya dan tahu jika Lisa tidur bersama Kim Taehyung? Pria itu pasti akan menganggap Lisa sama murahannya dengan gadis-gadis lain di luar sana.

Haphazard || LisKookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang