39. Break Me Down

980 77 55
                                        

Pagi ini Taehyung terbangun dengan kesal saat menyadari dirinya masih juga terbaring di ranjang rumah sakit yang semakin hari semakin terasa sangat membosankan. Dengan napas berat, pria itu mengusap rambutnya ke belakang sebelum pandangannya jatuh pada kedua orang tuanya yang masih tertidur pada sofa di ujung ruangan.

Kemarin ...

Akh!

Taehyung langsung memejamkan mata saat denyutan nyeri tiba-tiba menyerang pelipisnya. Kepalanya terasa berat hanya karena satu kalimat yang terus berputar tanpa ampun di dalam pikirannya.

"Aku akan mengajukan surat pemutusan kontrak dan keluar dari BTS."

Kalimat yang keluar tanpa dipikir dua kali dari mulut sialan Jungkook itu kembali terngiang jelas bagaikan kaset rusak.

Taehyung mengusap wajahnya kasar.

Ia tahu, kemungkinan besar itu hanyalah sebuah ancaman agar semua kesalahan yang telah diperbuat Jungkook tak perlu disalahkan lagi kepadanya kemudian beralih kepada Taehyung, dan tentunya juga untuk menarik simpati member BTS. Singkatnya, kalimat itu ia gunakan untuk berlagak sebagai korban, playing victim.

Tapi, yang Taehyung khawatirkan adalah ... bagaimana jika Jungkook benar-benar serius? Pemuda itu sepertinya bukan tipe orang yang sembarangan bermain dengan ucapannya jika menyangkut masalah seperti ini, karena terkadang Jungkook cukup nekat dan sulit untuk ditebak.

Ia memejamkan mata sesaat sambil mengembuskan napas pelan.

'Kenapa semuanya jadi kacau begini?'

Tak berselang lama, untungnya seorang dokter dan perawat di belakangnya masuk ke ruang rawat Taehyung membuat pria itu cepat-cepat ditarik dari lamunannya.

Setelah memeriksa semuanya, termasuk hasil tekanan darah serta kondisi bekas operasi di perut Taehyung, dokter paruh baya itu akhirnya mengangguk pelan seolah cukup puas dengan perkembangan pasiennya pagi ini.

"Pemulihannya cukup baik," ujarnya sambil menutup map rekam medis di tangannya.

Mendengar itu, mata Taehyung langsung berbinar. "Kalau begitu ... kapan aku boleh pulang?"

"Aigoo ... bahkan dalam keadaan seperti ini saja kau masih memikirkan pulang?" sahut eommanya tiba-tiba dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur. Wanita itu perlahan menegakkan tubuh dari sofa sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, sukses membuat Taehyung menoleh kaget karena tak menyadari sejak kapan ibunya sudah bangun.

"Tidak dalam waktu dekat ini, Kim Taehyung-ssi," ujar dokter tersebut lalu terkekeh pelan sebelum berpamitan untuk keluar.

Taehyung langsung mengembuskan napas panjang kecewa.

Tok tok tok ...

Suara ketukan pintu kembali terdengar sesaat setelah dokter keluar dari ruang rawat, membuat Taehyung dan ibunya kembali menoleh heran lalu saling pandang sejenak.

"Eh?" Wanita itu berdiri pelan sambil merapikan cardigan yang ia kenakan. "Kenapa dokter itu kembali? Apa ada barangnya yang tertinggal di sini?"

"Annyeong ..., Eomeo-nim," sapa perempuan itu dengan sopan sambil membungkukkan badannya meski terdengar seperti ada tambahan tanda tanya di akhir kalimatnya. Tangan kanannya menggenggam rantang stainless berisi makanan sementara di tangan kirinya tergenggam sebuket bunga bernuansa putih dan krem yang tampak cantik tapi tetap tak bisa mengalahkan kecantikannya pagi ini.

 Tangan kanannya menggenggam rantang stainless berisi makanan sementara di tangan kirinya tergenggam sebuket bunga bernuansa putih dan krem yang tampak cantik tapi tetap tak bisa mengalahkan kecantikannya pagi ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Haphazard || LisKookCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang