"Kau tidak akan menyetir dalam kondisi seperti ini, Tae." Seokjin merebut pintu mobil yang baru dibuka oleh Taehyung. "Aku yang akan mengemudi."
Tanpa banyak protes Taehyung menghela napasnya singkat. Tangannya bergerak naik menarik rambut yang berantakan itu ke belakang dengan mata terpejam, berharap hal ini bisa membuatnya lebih tenang.
Kekacauan yang baru saja terjadi tak pernah ada dalam bayangannya. Ini pertama kalinya ia ribut dengan Jungkook sampai seserius ini. Taehyung tak menyangkal, mereka berdua memang sering berbeda pendapat dan jadi bahan olok-olokan member karena tingkahnya yang tak jauh berbeda dengan karakter Tom and Jerry. Tapi, kali ini berbeda.
Tubuhnya tidak bisa dikendalikan. Hatinya merasa sakit melihat Jungkook bersama dengan perempuan lain. Jungkook justru membela perempuan asing itu secara mati-matian.
Ia bukan cemburu kepada Jungkook, bukan! Ini karena ia merasa iba dengan Lisa.
Gadis itu lagi.
Ya. Lalisa.
Dia seperti bunga yang sengaja dibiarkan layu di tengah taman yang seharusnya dijaga. Berliannya terlalu berharga untuk sekadar disakiti oleh bajingan seperti Jungkook.
"Masuklah, Tae ..."
Matanya kembali terpejam saat ucapan Seokjin membuyarkan lamunannya, kemudian tanpa diminta obsidian yang mulai reda dari api amarah itu melirik mobil hitam yang lampunya menyorot ke depan tak jauh di samping mereka.
Jeon Jungkook ada di dalam sana.
Pria itu juga sama kacaunya dengan Taehyung. Bahkan lebih kacau.
Matanya terpejam kuat berharap agar gelap mampu menenggelamkan sisa-sisa kekacauan yang masih berisik di dalam dada. Bibirnya tergigit keras tapi rasa perih tak mampu menghilangkan potongan-potongan kejadian itu.
Dalam kesunyian, perasaan itu ... datang. Menekannya tanpa permisi. Menyisakan helaan-helaan kasar bercampur dengan penyesalan pahit yang terlambat ia pahami. Dadanya terasa sesak, napasnya tak lagi teratur, hingga tanpa ia sadari tinjunya menghantam setir berulang kali.
Bunyi tumpul itu memantul di ruang sempit yang sarat akan kegelisahan hingga terdengar seperti gema amarah yang tak berujung.
Pelipisnya membiru, lebam ada di mana-mana. Wajah dan rambutnya kacau berantakan, sementara sudut bibirnya yang sobek masih mengeluarkan sedikit darah meski sempat ia sekat dengan jempolnya berkali-kali.
Jungkook cukup tahu, tak seharusnya ia menyerang Taehyung seperti itu.
Tapi ... bagaimanapun juga, bukan ia yang memulainya lebih dulu.
Taehyung.
Dia lah yang mengibarkan bendera perang di antara mereka.
Kim Taehyung!
Jadi, ia tak bersalah! Jeon Jungkook hanya ingin membela dirinya sendiri. Lagi pula, siapa orangnya yang akan diam saja ketika wajahnya disiram tiba-tiba?
Arggh! Ini terlalu sulit bagi Jungkook!
Kim Taehyung terlalu baik baginya. Kim Taehyung itu kakaknya. Tapi, kenapa rasanya sekarang berbeda?! Kenapa pria itu selalu saja ikut campur terlalu jauh dalam pilihan hidupnya?
'FUUUUCCK!'
Dengan napas yang berantakan, ia memijat pangkal batang hidungnya, mencoba menetralisir denyut panas yang terus saja terasa.
Kepalanya terangkat, di depan sana, Taehyung terlihat menatap ke arahnya sebelum akhirnya ia masuk dan mendudukkan diri di kursi samping kemudi.
Taehyung memilih diam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haphazard || LisKook
Fanfiction[1st story] - Tahap Reupload Genre : Fanfiction, Romance, Adult. Jeon Jungkook, salah satu anggota dari sebuah boy grup terkenal, BTS, bukanlah Jeon Jungkook ketika tidak ada kamera yang sedang menyorotnya. Image cute, baik, dan berhati lembut bak...
