Assalamualaikum teman-teman ! Saya baru saja memposting di wattpad saya cerita lanjutan dari Kutu Buku 😁
Siapa yang sudah rindu dengan kisah Arini dan Daud ? Sebagaimana janji saya, kita bertemu selalu dengan mereka di hari Sabtu 😁
So tanpa perlu membuang waktu berlama-lama mari kita sama-sama menyelam ke dalam ceritanya 😁
******
Arini dan Daud diam dengan wajah memerah satu sama lain. Tidak ada yang berani bicara. Arini mengalihkan pandangan jauh-jauh dari Daud. Ia sangat malu sekali. Sedangkan Daud, ia masih tidak menduga apa yang terjadi.
"Wow." Kata Daud takjub masih tidak menyangka.
Arini semakin memalingkan wajahnya jauh-jauh memandang ke arah lain dan sembarang.
"Arini,"
Tidak ada sahutan.
"Rin,"
Hening.
"Arini," Daud mendesah. "apa yang barusan saja terjadi ? Kau bisa jelaskan padaku ?"
Arini menggigit bibir dengan cemas.
Daud meletakkan tangannya di bahu Arini namun cewek itu mengelak dan beringsut menjauh.
Melihat Arini yang berniat menjauh, Daud mencegatnya dan menahannya.
"Please, Arini, stay." Daud memohon. "Stay with me."
Arini membalikkan badan dengan malu dan tubuhnya bergetar.
"Look at me Rin."
Arini menggeleng.
"Why ?"
Dengan sekuat tenaga Arini membalas.
"I can't."
"Why ?" Tanya Daud lagi lebih lembut dari sebelumnya.
"Gue nggak berani."
"Karena tadi ?"
Arini mengangguk.
"Kenapa lo lakukan itu ?"
Arini bergeming dan Daud menunggu.
"You don't want to talk ?"
Arini menghembuskan napas berat. Ia memaksakan diri untuk mengatakannya.
Now or never Arini. Batin Arini.
"Gu-gue," Arini berusaha sebaik mungkin mengendalikan dirinya yang gemetaran. "su-suka dengan lo."
Arini merasa sangat lega sekaligus merasa bodoh dengan dirinya sendiri. Ia sungguh-sungguh malu pada dirinya sendiri.
Daud menatap Arini dengan tatapan teduh.
Arini menundukkan pandangan dengan bingung.
"Lo suka dengan gue. Kenapa ?"
Raut wajah Arini semakin memerah malu mendengar pertanyaan dari Daud.
"Ke-kenapa gu-gue harus jawab ?" Balas Arini bertanya dengan gugup.
Loh kok gue jadi gugup begini sih. Ayo Arini, lo udah biasa nolak cowok. Kenapa tiba-tiba lo jadi takut banget ?
Daud memaksakan senyum. "Jadi, gue nggak boleh nanya nih ?" Goda Daud.
Arini merona malu. "Iih apaan sih !"
Daud tertawa melihat Arini yang salah tingkah.
"Ya udah lo nggak usah jawab." Kata Daud dengan bergurau.
KAMU SEDANG MEMBACA
KUTU BUKU (TELAH TERBIT)
Teen FictionDaud Putra Fajar adalah siswa kelas 12 IPA 4 yang terkenal kaku, dingin, serius, dan sangat membosankan. Akan tetapi satu hal yang sangat menonjol selain sifat menyebalkannya yang terkesan anti sosial. Ia memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Para s...
