1 - Anak Sultan

331 39 8
                                        

Halo teman-teman ! Senang rasanya bisa kembali lagi. Kali ini saya membagikan cerita kedua dari Novel Kutu Buku. Tentunya kisah ini akan sangat menarik dan baper. Semoga teman-teman suka dan senang dengan ceritanya.

:) :) :)

Kali ini apa yang akan terjadi ya dengan Arini dan Daud ? Seperti apa kelanjutan kisah dari prolognya ? Teman-teman, fokuskan perhatian dan enjoy ceritanya ya.

Happy reading buat kalian semua !

******

Arini pulang dari sekolah dan baru saja sampai di depan rumahnya yang terlalu besar dan mewah. Pagarnya saja setinggi 10 meter dan sudah sangat cukup untuk membuat maling menyerah. Tentu saja selain pagar yang besar, halaman pekarangannya juga seukuran kebun seluas 1 hectare. Benar-benar kaya si Arini ini. Ia diantar masuk oleh dua pengawalnya dan ketika membuka pintu rumahnya, Arini terkejut melihat kakaknya, Ayahnya, dan Ibunya berada di ruangan yang sama. Tepatnya di ruang tamu. Mereka sangat jarang bersama dengan kakak Arini. Yaitu Raden Mas Bayu Putra Notosastro. Bayu, biasa dia dipanggil. Merupakan kakak sulung Arini dan pengusaha besar di Indonesia. Ia memiliki lima perusahaan multinasional di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali. Bayu, sangat jarang berada di rumah sehingga Arini sangat terkejut mendapati kehadirannya.

"Mas Bayu sejak kapan mas datang ?" Tanya Arini dengan kaku. Ia memang biasa memanggil kakaknya dengan sebutan mas.

Bayu tersenyum dan menghampiri Arini dengan tangan terlentang lebar lalu memeluk Arini dengan penuh kasih sayang. "Adik mas yang cantik dan baik hati ini sudah pulang rupanya. Bagaimana dengan sekolahmu hari ini dik ?"

Arini tersenyum canggung dan melepaskan diri dari pelukan kakaknya dengan lembut. "Baik. Tapi sedikit menjengkelkan juga sih."

"Menjengkelkan apanya nak ?" Sahut Ibunya yang duduk di samping Ayahnya yang sedang membaca.

Arini mengambil tempat di depan mereka dan duduk. Tas lengannya disimpan begitu saja di samping kursi empuknya.

Arini mendesah. "Arini bertemu dengan salah satu siswa paling menjengkelkan di dunia."

Ibunya tertawa pelan dengan bahu yang berguncang. Ayahnya menutup bukunya dan menatapnya dengan tertarik. Sedangkan kakaknya, mas Bayu, mengambil tempat di sampingnya.

"Siapa siswa menjengkelkan itu ? Kok bisa sih buat Kanjeng Ratu ini kesal ?" Goda Ibunya, Nyonya Sri Dewi Asmara Anjani.

Arini mendengus. "Namanya Daud. Anak kelas 12 IPA 4. Cowok rese dan menyebalkan. Arini kan nanya dia itu Daud kan ? Dia hanya natap Arini doang bu. Gimana nggak rese kan bu ? Arini tuh nggak pernah diabaikan tahu !"

Bayu tertawa begitupun dengan ibunya sedangkan Ayahnya, Hendra Hadikromo Wiyasa, hanya tersenyum melihat tingkah putrinya yang menggemaskan. Tuan besar, atau Sultan Hendra, terkenal sebagai Raja sekaligus pejabat yang menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta di bawah kepemimpinan Presiden Ahmad Sigit Haryanto. Pak Hendra, terkenal sebagai gubernur yang baik dan tidak memiliki latarbelakang yang buruk sebagai seorang gubernur. Ia jarang bicara. Lebih banyak diam dan merenung sehingga masyarakat menyebutnya sebagai "Sultan Pemurung".

"Siapa sih ini siswa songong yang berani merendahkan martabat Kanjeng Ratu ?" Kata Bayu dengan penuh ketertarikan.

Arini mendesis. "Dia anak aneh. Penyendiri dan kutu buku. Membosankan dan kaku. Dia tidak punya banyak teman dan dia tidak terlalu disukai banyak murid." Arini tersenyum sinis seakan itu menyenangkan menggambarkan Daud seperti itu. Walaupun kenyataannya memang begitu. "Tapi, dia super jenius."

"Super jenius ?" Tanya Ayahnya, Pak Hendra, kali ini buka suara karena tertarik untuk tahu.

Arini menatap bingung pada ayahnya. Ia merasa aneh karena ayahnya tiba-tiba tertarik dan bertanya. Biasanya ia akan mengabaikan apa saja yang Arini bicarakan dan keluhkan seakan angin berlalu.

KUTU BUKU (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang