12 - Musuh Baru

103 15 0
                                        

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman ! Senang bertemu kembali dengan kalian di hari Sabtu seperti yang dijanjikan 😁

Kalau bicara hari Sabtu, tentu saja kita akan bertemu dengan Daud dan Arini dalam cerita Kutu Buku 😁✌️

Nah, bagi teman-teman yang sudah penasaran dengan kelanjutan kisah mereka berdua, mari kita segera melompat ke dalam ceritanya dan menyelam bersama menikmatinya 😁✌️

******

Keesokan harinya di sekolah, Daud mengikuti kajian yang dilakukan murid remaja masjid atau Rohis. Daud mengikuti dengan sungguh-sungguh.

"Assalamualaikum Daud." Sapa Andi temannya dari kelas lain.

"Waalaikum salam warahmatoulahi wabarakatuh Andi." Balas Daud dengan ramah.

"Gue baru lihat lo lagi ikut kajian hari ini. Kemana aja lo selama ini ?"

Daud mengedikkan bahu memaksakan senyum. "Gue lagi bingung aja." Jawab Daud asal.

Andi menepuk bahu Daud dengan hangat. "Jangan otak terus yang diisi. Iman juga harus diisi dong."

Setelah mengucapkannya, Andi beranjak berdiri dan pergi masuk ke dalam ruang secretariat untuk menjaga sound speaker tetap aktif selama kajian berlangsung. Daud termenung merenungi perkataan Andi. Apa yang dikatakan Andi selama ini benar. Selama ini dia hanya mengisi otaknya saja tetapi selalu lupa mengisi imannya kembali. Daud merasa sangat menyesal dan ia mulai memerhatikan dengan serius kajian yang sedang berlangsung.

Setelah kajian berakhir, Daud kembali ke kelas. Ketika ia sampai di bangkunya, ia terkejut mendapati tas-nya dipindahkan. Daud menatap Ilham yang membuang muka ke arah lain.

"Kenapa tas gue pindah ke tempat lain ?" Tanya Daud.

Ilham tidak menjawab. Ia malah bermain dengan smartphone-nya.

"Gue lagi bertanya dengan lo." Tegur Daud.

Ilham menoleh dan mendelik padanya. Sehingga membuat Daud heran dan bertanya-tanya.

"Lo kenapa ? Nggak usah tatap gue seperti itu." Kata Daud dengan dingin.

"Lo emang teman yang buruk ya ?" Dengus Ilham dengan sinis.

Daud mengernyitkan alis bingung. "Maksud lo ?"

Ilham tertawa mengejek. "Masih saja pura-pura nggak tahu."

"Gue memang nggak tahu." Lirih Daud datar.

"Jangan pura-pura lo." Geram Ilham seraya menunjuk Daud dengan tajam dengan jari telunjuknya seakan menusuk ke dalam dada Daud. "Lo pacaran dengan Arini kan ?"

Daud terkejut. "Jadi ini." Daud membuang muka tidak nyaman menatap langsung ke dalam bola mata Ilham.

"Ngaku lo !" Desak Ilham dengan keras.

Daud mengangguk pelan. "Benar."

Ilham mendengus. "Jadi rumor yang beredar memang benar ternyata. Ditambah lagi lo sendiri yang mengaku."

"Gue nggak punya pilihan."

"Nggak punya pilihan atau lo sengaja memang memanfaatkan kesempatan ? Lo tahu kan gue sangat suka dengan Arini. Walaupun gue dipermalukan di depan umum. Gue masih suka dengan dia. Tapi lo, sahabat gue sendiri. Gue nggak nyangka nusuk gue dari belakang. Lo benar-benar buruk."

Daud tidak ingin merasa terintimidasi maupun terpancing oleh makian dan ejekan kasar dari Ilham. Daud berusaha mengendalikan dirinya menghadapi Ilham dengan sabar.

KUTU BUKU (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang