21 - Gravitasi Cinta

99 14 3
                                        

Assalamualaikum teman-teman!
Hari Sabtu adalah hari kita bertemu dengan kisah dari Kutu Buku 😁

Siapa yang sudah rindu dengan kisah dari Arini dan Daud dalam kisah Kutu Buku?

So tanpa perlu membuang waktu berlama-lama mari kita sama-sama menyelam ke dalam ceritanya 😁✌️

******

“Arini,”

Daud meneguk ludah dengan gugup.

Kenapa gue jadi gugup seperti ini?

“Iya?”

Suara Arini terdengar serak. Apa dia menangis karena gue?

Daud menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

“Arini, lo baik-baik saja?”

Tidak ada balasan.

Hening.

“Daud, kenapa lo menghubungi gue?” Tukas Arini dengan parau.

Daud terdiam.

Kenapa rasanya susah sekali?

“Gue hanya ingin,” Daud kebingungan untuk melanjutkan kata-kata.

Gue harus ngomong apa?

“Apa yang sebenarnya ingin lo omongin?”

Daud menghembuskan napas berat. “Gue ingin minta maaf.”

“Minta maaf?”

“Iya benar.”

“Untuk apa?”

Daud mendesah. “Karena menghakimi tindakan lo dengan tidak memahami mengapa lo melakukannya.”

Tidak ada balasan untuk beberapa waktu. Daud menghela napas.

Sepertinya Arini sedang tidak ingin bicara dengan gue.

“Gue juga minta maaf.”

Daud terkejut. “Lo minta maaf? Buat apa?”

“Karena gue bersikap buruk di depan lo.”

“Kita sama-sama merasa bersalah.” Kata Daud.

“Karena itu kita harus saling memahami kesalahan kita dan saling memaafkan. Gue rasa itu cukup adil.” Balas Arini.

Daud terkekeh tidak menyangka Arini sedewasa ini.

“Benar. Jadi, kita damai nih?” Goda Daud.

Terdengar tawa Arini dari seberang telepon.

“Tergantung bagaimana lo menganggapnya.”

“Oke kita damai.”

“Emang kita sedang berperang?” Gurau Arini.

“Iya kita berdua lagi berperang.”

“Perang apa?” Goda Arini penasaran.

Daud tersenyum. “Kita berdua sedang berperang perasaan.”

******

Daud dan Arini duduk bersama di taman sekolah sambil memerhatikan para siswa sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing. Daud dan Arini sama-sama sedang makan dengan bekal mereka. Arini tidak berhenti tersenyum dan wajahnya terus-menerus bersemu merah. Sedangkan Daud, wajahnya berseri-seri menunjukkan semangat.

“Bagaimana dengan PR Biologi lo. Udah selesai?” Tanya Daud.

Arini mengunyah tempe dan tahu yang dimakannya bersamaan ketika Daud bertanya sehingga ia dengan sekuat tenaga menelan keduanya. Namun Arini tersedak sehingga dengan panik Daud mengambil botol minum Arini dari tas-nya dan memaksa Arini membuka mulutnya lalu meminumkannya sampai baju Arini basah.

KUTU BUKU (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang