2 - Cerdas vs Cantik

238 32 5
                                        

Hallo teman-teman yang kubanggakan dan kucintai ! Senang bisa kembali lagi membagikan cerita tentang Daud dan Arini. Rasanya menyenangkan sekali bisa berbagi dengan kalian. Saya harap teman-teman dapat menyukai dan senang dengan cerita sederhana ini. Semoga teman-teman menikmati ceritanya.

:) :D :)

Stay tune dan have fun reading !

******

Daud tertegun mendengar perkataan Ilham yang sangat tidak terduga. Ilham suka Arini ? Cewek gila itu ? Yang benar saja ! Pikir Daud dengan heran.

"Lo lagi ada apa sih sebenarnya ? Otak lo baik-baik aja kan ?" Tanya Daud pura-pura khawatir.

"Yaelah sukiman, otak gue baik-baik aja kali." Protes Ilham tidak terima.

"Nggak salah lo suka sama Arini ?" Tanya Daud masih tidak menyangka.

"Ya iyalah gue emang suka sama Arini. Emang kenapa sih ?"

"Yah nggak apa-apa sih. Cuman lo tahu kan tuh anak reputasinya kayak bagaimana di sekolah."

"Gue tahu batu kapur. Lo dengerin aja curhat gue. Gue butuh bantuan lo nih."

Daud mendesah dengan keras. "Gue nggak tertarik mendengar dan membantu lo masalah kayak beginian."

"Yaelah jahat amat lo sama teman. Bantuin dikit kenapa." Desis Ilham.

"Bodo amat."

"Gue gigit otak lo lama-lama batu !"

Daud terkekeh. "Batu tidak punya otak."

"TERSERAH LO DAH !"

Daud berhenti tertawa menjahili temannya dan kembali ke dalam topik pembicaraan mereka tentang Arini.

"Ya sudah lo cepetan ngomong."

"Lo kan cerdas nih,"

Daud merasa waspada, sepertinya ini bau-bau memanfaatkan.

"Gue nggak cerdas. Gue cuman jenius." Balas Daud bangga.

"Gue pecahin tuh ginjal lo lama-lama dah !" Gemas Ilham. "Gue mau cerita dengerin dong !"

"Iya gue dengerin kok Jangkrik."

"Nah itu baru teman gue."

"Udah cepetan cerita dasar jangkrik !"

Maka Ilham pun bercerita latarbelakang kenapa ia menyukai Arini dan rencananya untuk dapat menyatakan perasaannya pada Arini.

******

Senin pagi di SMA Katak seperti sekolah umum lainnya, diadakan upacara. Kali ini Arini terlambat. Lagi. Pak Satpam sekolah yang mengenalnya hanya bisa menggeleng pasrah dan memersilahkan Arini masuk sementara para murid yang lain yang terlambat hanya dapat menatap cemburu Arini. Arini selalu merasa bersalah tetapi ia gengsi untuk berdiri diluar sekolah sehingga ia memilih untuk masuk. Lagipula, siapa yang berani menghalangi anak seorang Sultan ?

Arini tidak mengikuti upacara. Ia pergi ke UKS tempat yang menyenangkan untuk berbaring-baring sampai upacara selesai. UKS dijaga oleh Litha yang bertugas menjaga.

"Hai Litha." Sapa Arini dengan ramah.

"Halo Kanjeng Ratu. Terlambat lagi dan nggak ikut upacara ?" Litha kenal betul dengan kebiasaan Arini.

Arini tertawa geli. "Yup lo benar. Gue malas ikut upacara."

Litha hanya menggeleng melihat kelakuan anak sultan satu ini.

KUTU BUKU (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang