35 - "Arini milik gue!"

84 7 0
                                        

Assalamualaikum teman-teman ! Saya baru saja memposting di wattpad saya cerita lanjutan dari Kutu Buku 😁

Siapa yang sudah rindu dengan kisah Arini dan Daud ? Sebagaimana janji saya, kita bertemu selalu dengan mereka di hari Sabtu 😁

So tanpa perlu membuang waktu berlama-lama mari kita sama-sama menyelam ke dalam ceritanya 😁

******

Setelah Arini cukup menangis, ia terus-menerus tidak berhenti memandangi Daud dengan penuh kasih. Daud membalas tatapan Arini dengan tak kalah sayang juga.

“Nggak bosan tatap gue terus?” Goda Daud.

Arini menggeleng sambil masih tersenyum malu.

“Nggak. Gue nggak bakalan bosan buat nge-ngagumin lo.”

Daud menggenggam erat tangan Arini. “Yuk balik. Udah tengah malam.”

Arini cemberut. “Gue masih nggak ingin pulang. Gue masih ingin menghabiskan waktu dengan lo lebih lama.”

Daud memaksakan senyum. “Lo mau denger gue kan?”

Arini mengiyakan. “Iya gue mau dengar lo.”

“Pulang yuk.”

Arini menggerutu. “Ya udah. Tapi,”

“Tapi apa?”

Dengan seringai jahil Arini berkata, “Gendong gue!”

Daud menghembuskan napas panjang. “Nggak.”

“Iiih! Gendong!”

“Nggak.”

“Gendong!”

“Yuk pulang.”

“GEEENDOOONGG!!!”

******

Alhasil pada akhirnya Daud terpaksa menuruti permintaan Arini dengan menggendongnya di balik punggungnya.

“Lo berat banget.” Keluh Daud.

Arini tertawa geli. “Gue kebanyakan makan ya tadi sampai berat badan gue nambah ya?”

Daud mendengus geli. “Bukan karena makanan lo. Tapi karena dosa lo yang kebanyakan.”

“Ih enak aja ngomong!” Arini menjitak kepala Daud dengan kesal.

Daud meringis mengusap kepalanya yang kesakitan dijitak oleh Arini.

“Sakit Rin. Pukulan lo keras juga.”

“Kan gue bisa bela diri.”

“Seriusan?”

“Serius.”

“Gue nggak percaya.”

“Lo mau gue perlihatkan pada lo?”

Daud menggeleng cepat. “Nggak. Terima kasih.”

“Ih sok jual mahal banget.”

Daud tidak membalas melainkan hanya tersenyum santai.

Mereka jalan di sepanjang pesisir pantai. Arini menoleh mengarahkan pandangan ke lautan yang sedang berombak kencang. Daud mengikuti arah pandangan Arini. Angin kencang menggeraikan rambut Arini hingga berkibar.

“Lautnya indah banget ya.” Lirih Arini.

“Sangat indah.”

Kemudian mereka berhenti sejenak. Arini dan Daud menatap lautan dengan merenung. Mereka mengingat momen yang pernah terjadi diantara mereka berdua. Arini dan Daud menyimpan kenangan mereka tersendiri akan momen romantis mereka berdua.

KUTU BUKU (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang