26 - Pentas Seni Sekolah

113 12 4
                                        

Assalamualaikum teman-teman!
Senang rasanya berjumpa kembali di hari Sabtu dengan kalian semua tentunya dalam kisah dari Kutu Buku 😁

Siapa yang sudah rindu dengan kisah dari Arini dan Daud?

So tanpa perlu membuang waktu berlama-lama mari kita sama-sama menyelam ke dalam ceritanya 😁✌️

******

Pentas seni sekolah diadakan. Arini dan beberapa murid yang akan melaksanakan pentas drama sekolah berkumpul. Arini bersama Diandra duduk bersama memerhatikan penjelasan bu Yuna di papan tulis dalam kelas. Semua murid memerhatikan dengan serius kecuali Arini yang tertidur karena mengantuk.

Bu Yuna yang sudah mengenal karakter Arini yang aneh hanya bisa menghela napas ringan sambil memerhatikan Arini. Sesekali Diandra yang merasa tidak enak pada bu Yuna menggoncang-goncang lengan Arini. Namun Arini tidak bangun juga.

“Sebut nama Daud aja tuh anak pasti bangun.” Saran salah seorang murid cowok.

Diandra mengangguk merasa itu adalah saran yang bagus.

“Rin, bangun Rin, Daud selingkuh!” Seru Diandra heboh.

Seketika mata Arini terbuka dan dia berdiri dengan terkejut diatas bangkunya.

“Mana?! Wah minta dihajar tuh CEWEK!!!” Seru Arini marah dengan setengah kesadaran.

Semua murid yang ada di dalam kelas menertawakannya. Arini yang menyadari situasinya mendadak terdiam dengan malu. Ia kembali ke tempat duduknya dan menatap Diandra dengan kesal.

“Maaf kanjeng Ratu.” Kata Diandra berusaha menahan tawa gelinya.

Arini mendengus kesal. “Gangguin gue lagi tidur.”

“Arini,”

Arini menoleh mendapat panggilan dari bu Yuna.

“Ya bu guru cantik?”

“Kamu tahu kan kalau kita sedang latihan?”

Arini mengangguk.

“Tahu kok bu.”

“Terus, ngapain kamu tidur nak?”

Arini tersenyum bagai tak berdosa.

“Arini ngantuk bu.” Jawabnya apa adanya.

Bu Yuna menggeleng. “Kenapa kamu bisa mengantuk? Begadang ya?”

Arini mengangguk lagi. “Iya nonton drama Korea langsung satu season bu.”

Semua teman yang ada di dalam kelas menertawakannya. Arini tidak peduli malahan ia merasa telah menghibur mereka.

Bu Yuna meminta para murid untuk diam dan ia kembali bertanya pada Arini.

“Kamu masih bisa ikut kan Arini?”

“Iya bu guru cantik Arini masih bisa ikut kok.”

“Kalau begitu, kamu pergi cuci muka dulu.” Perintah bu Yuna.

Arini beranjak dari bangkunya dan mengajak Diandra untuk menemaninya. Diandra menurut dan ikut menemaninya.

“Rin, lo tuh ya selalu aja ketiduran kalau ada hal yang penting kayak begini. Kenapa sih?” Tegur Diandra.

Arini tertawa. “Soalnya gue panik Di. Gue akan memikirkan hari ini semalam penuh. Gue takut kalau nanti penampilan gue kacau. Makanya gue insomnia deh dan daripada gue pusing, gue nonton film deh buat ngebunuh waktu.”

Diandra menepuk jidat. “Justru kalau lo kurang tidur jadinya nanti kegiatan kita kacau Rin.”

“Iya deh.”

KUTU BUKU (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang