30 - "Gue tuh sukanya hanya sama lo."

95 10 1
                                        

Assalamualaikum teman-teman!
Jumpa lagi di hari Sabtu bersama saya dalam kisah dari Kutu Buku 😁

Siapa yang sudah rindu dengan kisah dari Arini dan Daud dalam kisah Kutu Buku ini? Seperti apa romansa mereka berdua?

Yuk yuk mari sama-sama kita menyelam ke dalam ceritanya 😁✌️

******

Daud menunggu di depan kelas Arini selama 15 menit hingga kemudian di jarak pandangnya ia menemukan gadis itu sedang berjalan bersama Rena. Dia kelihatan asyik bercerita sampai tidak menyadari di depannya ada Daud yang sedang berdiri di depan kelasnya. Melihat cowoknya berdiri di depan kelasnya, dengan penuh semangat Arini menghampirinya dengan setengah berlari.

“SAAAYAAANNGGG!!!” Seru Arini gembira sambil merentangkan kedua tangannya menyambut Daud.

Tetapi sebelum ia menjangkau Daud dan berusaha untuk memeluknya dengan sigap dan cepat Daud menempatkan satu tangannya di kening Arini dan mencegahnya memeluknya.

“Bukan muhrim main peluk-pelukan.”

Arini mengusap keningnya dan cemberut.

“Ngomongnya bukan muhrim tapi mau aja dicium malam itu.” Cibir Arini.

Mendengar perkataan Arini yang mengingatkan Daud akan malam itu sewaktu di pantai membuat wajahnya berona merah. Daud memalingkan pandangan dengan malu.

“Kenapa bisa terlambat sih?” Tanya Daud lagi walaupun dia sudah tahu alasan kenapa Arini terlambat melalui Rena.

“Nonton drama Korea sampai dua season.” Arini nyengir.

Daud mendesah dan memukul kepala Arini dengan buku tulis yang dipegangnya.

“Main saja terus lupa belajar. Dasar pemalas.”

Arini mengusap kepalanya walaupun pukulan Daud tidak terasa sama sekali.

“Ih pacar jahat!”

“Bodo amat.”

Arini memberengutkan bibir dengan kesal.

“Kenapa lo ada disini? Lagi nungguin gue ya?” Tanya Arini dengan penasaran berharap ia mendengarkan jawaban yang diinginkannya.

Daud mengangguk dengan wajah datar.

“Benar. Gue nungguin lo.”

Mendengar perkataan Daud, membuat mata Arini membulat besar dengan senang.

“Ciee nungguin gue. Nggak kayak biasa jual mahal terus.” Goda Arini.

Daud pura-pura memalingkan wajah tidak tahan mendengarkan godaan Arini.

“Gue nungguin lo itu buat ngasih tahu lo sesuatu.”

“Apaan udah cepetan katakan.”

Daud menatap Arini sejenak.

“Gue jadi ikut olimpiade Rin.”

Mendengar Daud mengatakannya dengan lirih membuat Arini tidak menyangka dan seketika melompat gembira.

“Wah asyik! Sekolah kita bakalan juara lagi nih.”

Arini mencubit-cubit pipi Daud dengan gemas.

“Ih gemas deh sama pacar gue yang sok dingin dan cool ini. Dasar kutu buku.”

Daud hanya bisa pasrah mendapati dirinya dicubit-cubit dengan gemas oleh Arini walaupun rasanya cukup menyakitkan.

Rena yang datang bergabung menghampiri mereka hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala dengan ampun melihat tingkah laku Arini.

“Rin, gue masuk duluan ya.” Kata Rena.

KUTU BUKU (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang